Saat Ukraina dengan sokongan Amerika Serikat melakukan serangan artileri M142 High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) ke basis pertahanan Rusia, maka tidak butuh waktu lama bagi Rusia untuk mempelajari karakteristik HIMARS. Dan guna menandingi gempuran roket HIMARS, Rusia yang sejak tahun 2014 mengoperasikan Tornado-S, mengklaim telah sukses meningkatkan kemampuan self propelled MLRS di kaliber 130 mm tersebut. (more…)
Industri pertahanan Polandia cerdik melihat peluang, dengan laris manisnya adopsi M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) di Eropa, khususnya penggunaan HIMARS dalam laga perang di Ukraina, telah menginisiasi Polandia untuk mendirikan pusat produksi dan perbaikan HIMARS di Eropa pada tahun 2023. (more…)
Untuk pertama kalinya di kawasan Asia Tenggara, jet tempur stealth F-35 Lightning II melakukan peluncuran senjata berpresisi atas suatu sasaran. Persisnya dalam Latihan Bilateral Amerika Serikat dan Filipina “Balikatan 2023”, telah dilakukan penghancuran sasaran berupa eks korvet BRP Pangasinan milik Angkatan Laut Filipina dengan mengambil lokasi di Laut Cina Selatan. (more…)
Perang berkepanjangan di Ukraina tak hanya meningkatkan order produksi pada manufaktur persenjataan, lain dari itu, perusahaan pembuat umpan sasaran palsu (fake target), ternyata ikut kebagian berkah. Fake target untuk menipu serangan udara, mengusung model tiup (inflatable decoy), disebutkan telah meningkat permintaannya selama perang Ukraina. (more…)
Mengawali tahun ini, ada kabar kurang sedap bagi Kremlin, disebutkan 63 prajurit Rusia tewas dalam sebuah serangan di malam tahun baru. Serangan tersebut berasal dari roket yang diarahkan langsung ke basis ‘barak’ mereka. Rekaman yang diposting online menunjukkan sebuah bangunan yang diklaim sebagai sekolah kejuruan di Makiivka, sebuah kota di bagian provinsi Donetsk Ukraina yang dikuasai Rusia, hancur menjadi puing-puing. (more…)
Meski perang identik dengan kebrutalan, namun, jalannya peperangan tak menutup adanya ‘kompromi’ antar pihak yang bertikai, seperti adanya ‘batasan’ yang tidak boleh dilanggar, yang dilakukan untuk menahan agar eskalasi konflik tidak membesar. Terkait hal tersebut, Amerika Serikat dikabarkan diam-diam telah melakukan modifikasi pada senjata artileri yang dianggap sebagai game changer oleh Ukraina, yakni M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System). (more…)
Bila dirunut dari sejarah, Indonesia punya pengalaman panjang dalam mengadopsi MLRS (Multiple Launch Rocket System), tentu jika dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara, jelas Indonesia paling senior dalam menggelar MLRS. Dipacu kebutuhan untuk persiapan operasi Trikora di tahun 60-an, Indonesia sudah mengenal self propelled MLRS, alias MLRS gerak sendiri dengan platform truk, seperti BM-14/17 milik Korps Marinir TNI AL dan M-51 130 mm kepunyaan Yon Armed TNI AD. (more…)