Sebagai sekutu ring satu AS di Indo Pasifik, Korea Selatan mendapatkan perlakuan khusus untuk mengembangkan dan memanfaatkan mesin General Electric F414-GE-400K untuk jet temput KF-21 Boramae, bahkan lewat Hanwha Aerospace, Korea Selatan mendapatkan akses untuk merakit dan memproduksi lisensi mesin tersebut. Meski begitu, ada ketidaknyamanan yang dialami industri pertahanan Negeri Ginseng. (more…)
Lantaran kerap mengikat kontrak dalam jumlah besar, maka tak heran bila Negeri Ginseng sukses mendapatkan manfaat alih teknologi (transfer of technology) maksimal di industri pertahanan. Seperti dalam program KF-21 Boramae, jet tempur hasil rancangan Korea Selatan – Indonesia ini sejak awal dipersiapkan untuk menggunakan dua mesin jet F414-GE-400K produksi General Electric untuik tiap pesawatnya. Dan dengan kontrak produksi ratusan unit KF-21 untuk Angkatan Udara Korea Selatan (RoKAF), maka sudah barang tentu Seoul akan meminta alih teknologi yang signifikan dari General Electric (GE) Aviation. (more…)
Investasi jumbo India dalam membangun industri pertahanan telah menjadi panutan bagi banyak negara lain. Pasalnya sudah begitu banyak buah dari alih teknologi yang akhirnya berujung sukses dan mendapat pengakuan dari dunia. Dan terkait dengan buah dari alih teknologi, ada kabar bahwa India nantinya akan mendapatkan kesempatan untuk merancang, mengembankan dan memproduksi secara lokal mesin untuk jet tempur Tejas MK2. (more…)