
Semenjak tibanya sistem hanud S-400 di Turki pada tahun 2019, maka tiada pilihan bagi Amerika Serikat untuk memberi tekanan pada negara sekutunya tersebut. Salah satu yang mengemuka dan sudah jadi kenyataan adalah, didepaknya Turki dari program pengembangan F-35 Lightning II, lebih dari itu, pesanan F-35A untuk kebutuhan AU Turki dibatalkan oleh Washington. Sebagai negara NATO, Turki punya ancang-ancang untuk mengakuisisi 120 unit F-35A, 30 unit diantaranya sudah berstatus order dan dalam jalur produksi, sementara ada enam unit F-35A yang telah rampung dibuat. (more…)

Palagan konflik di Laut Cina Selatan kemungkinan bakal makin seru, indikatornya terlihat dari perkuatan armada kapal perang kelas wahid. Sebut saja Amerika Serikat yang telah mengerahkan dua kapal induk nuklir untuk mengimbangi manuver Cina. Indikator kehadiran kapal induk merupakan supremasi kekuatan paling deteren dalam gelar kekuatan tempur laut. Dan masih dalam terminologi kapal induk, Negeri Britania Raya dikabarkan bersiap mengirimkan kapal induk super sangarnya, HMS Queen Elizabeth ke Laut Cina Selatan. (more…)

Momen yang selama ini menjadi kekhawatiran bagi Amerika Serikat, rupanya mulai menjadi kenyataan, dimana Washington sejak awal telah telah mewaspadai penggelaran sistem hanud S-400 bakal digunakan untuk mempelajari karakteristik jet tempur besutan AS/NATO. Setelah pada November 2019, Turki menjajal kemampuan deteksi radar S-400 pada jet tempur F-16 Fighting Falcon, maka kini Turki dikabarkan telah lebih jauh lagi, yaitu menjajal sistem hanud S-400 untuk mendeteksi pergerakan jet tempur stealth F-35 Lightning II dan F-22 Raptor. (more…)

Meski telah menyandang gelar stealth, rupanya AU AS tidak terlalu pede untuk mempercayakan kadar stealth F-35 Lightning II dalam semua operasi yang bakal melibatkan jet tempur single engine produksi Lockheed Martin ini. Sebagai buktinya, ada upaya untuk melengkapi F-35 dengan perangkat chaff dispenser. Pemasangan perangkat yang masuk dalam kelompok eletronic warfare ini ditujukan untuk membutakan serta mengecohkan tangkapan rudal berpemandu radar hingga radar pada pesawat lawan, akan posisi F-35 yang sebenarnya. (more…)

Program pengadaan jet tempur multirole Sukhoi Su-35 bisa dikata adalah yang paling njelimet dalam sejarah akuisisi alutsista di Indonesia. Betapa tidak, sebelum MoU diteken pada tahun 2017, sejak tahun 2014 riuh pengadaan jet tempur pengganti F-5E/F Tiger II ini sudah bergelora di jagad netizen. Hingga puncaknya pada MoU di 10 Agustus 2017, harapan warga Indonesia kian menggelora atas rencana kedatangan 11 unit Su-35. (more…)

Lanud Eglin di Florida mendadak jadi topik perbincangan global dalam beberapa hari ini, setelah sebuah F-22 Raptor jatuh pada Jumat pagi (15/5/2020), kini jet tempur lain yang juga bermarkas di lanud tersebut, diwartakan mengalami crash. Persisnya sebuah jet tempur stealth F-35A Lightning II dari 58th Fighter Squadron yang bagian dari 33rd Fighter Wing, telah jatuh pada Selasa malam (19/5/2020) sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Pilot dalam insiden ini dilaporkan dapat menyelamatkan diri lewat kursi pelontar. (more…)

Dalam merespon panasnya tensi ketegangan di Laut Cina Selatan, Amerika Serikat rupanya ‘tidak bisa’ serta merta menghadirkan armada kapal induk nuklirnya. Sebenarnya ada dua kapal induk nuklir AS yang ada di kawasan Pasifik, yaitu USS Ronald Reagan (CVN-76) yang tengah sandar di Yokosuka, Jepang, dan USS Theodore Roosevelt (CVN-71) yang kini statusnya sedang ‘lockdown’ di Guam akibat sebagian awak kapalnya terinfeksi covid-19. Lantaran harus unjuk gigi secara cepat di Laut Cina Selatan, jadilah AS menghadirkan gugus tempur laut dengan kekuatan utama yang berpusat di USS America (LHA-6). (more…)

Sebuah jet tempur stealth F-22 Raptor dari 43rd Fighter Squadron yang lepas landas dari Lanud Eglin, Florida, Amerika Serikat, dilaporkan mengalami crash pada Jumat pagi (15/5/2020) pukul 09.15 waktu setempat. Pilot jet tempur siluman tersebut dilaporkan dalam menyelamatkan diri dengan menggunakan kursi pelontar. Belum diketahui secara jelas, penyebab dari kecelakaan, namun yang menjadi pertanyaan, berapa unit F-22 Raptor yang kini serviceable? Maklum sejak beberapa tahun lalu, sudah ada serangkaian musibah yang menimpa jet tempur buatan Lockheed Martin ini. (more…)

Ada perbedaan yang jelas antara tidak mampu membeli dan tidak bisa membeli suatu jenis alutsista. Jika tidak mampu beli, maka urusannya pada keterbatasan anggaran, sebaliknya jika tidak bisa membeli, banyak faktornya, salah satunya tidak ada izin pembelian dari negara penjual, umumnya yang satu ini akan terkait dengan urusan politik dan strategi pertahanan dalam aliansi. (more…)

Jepang adalah contoh bagaimana suatu negara kaya dapat bermain cantik, di satu sisi tetap dalam kelompok ‘sekutu’ Amerika Serikat, namun disisi lain punya ketegasan dalam pengembangan dan pemenuhan industri pertahanan dalam negeri. Bukti ketegasan Jepang belum lama ini ditunjukkan dengan keputusan untuk mengembangkan sendiri jet tempur stealth masa depan pengganti Mitsubishi F-2, dan menolak tawaran desain dari Lockheed Martin dan Boeing dari AS, dan BAE Systems dari Inggris. (more…)