Nama jet tempur F-35C Lightning II dalam beberapa hari ini menjadi trending topik dunia, bukan lantaran predikatnya sebagai (saat ini) satu-satunya penempur stealth yang bisa lepas landas (normal) dari kapal induk, melainkan insiden jatuhnya F-35C di Laut Cina Selatan pada 24 Januari 2022, jauh lebih membetot perhatian. Meski begitu, publik masih menyimpan tanya, sebenarnya apa yang menjadi karakteristik khusus pada F-35C, maklum publik belakangan lebih dominan menyimak pemberitaan seputar F-35A dan F-35B. (more…)
Setelah sempat bungkam terkait status F-35C yang mengalami kejadian saat terjadi kejanggalan di kapal induk USS Carl Vinson (CVN 70). Kini telah dipastikan, bahwa F-35C yang dimaksud telah jatuh ke Laut Cina Selatan. Sebelumnya pihak AL AS hanya mengkonfirmasi kejadian berikut kondisi pilot dan tujuh korban luka pada kejadian 24 Januari lalu. Publik saat itu masih menduga-duga, apakah kapal jet tempur stealth itu jatuh di dek atau ‘nyemplung’ ke laut. (more…)
Setelah sempat bungkam terkait status F-35C yang mengalami insiden saat melakukan pendaratan di kapal induk USS Carl Vinson (CVN 70). Kini telah dipastikan, bahwa F-35C yang dimaksud telah jatuh ke Laut Cina Selatan. Sebelumnya pihak AL AS hanya mengkonfirmasi insiden berikut kondisi pilot dan tujuh korban luka pada kejadian 24 Januari lalu. Publik saat itu masih menduga-duga, apakah jet tempur stealth itu jatuh di dek kapal atau ‘nyemplung’ ke laut. (more…)
Saat proses lepas landas, pada 17 November 2021 telah terjadi kecelakaan dengah jatuhnya jet tempur F-35B Lightning II di Laut Mediterania. Maka pada 24 Januari kemarin, telah terjadi kecelakaan atas F-35 yang terjadi di lautan pula, yakni menimpa F-35C Lightning II yang sedang dalam proses pendaratan di kapal induk USS Carl Vinson (CVN 70), dimana kapal induk nuklir tersebut sedang berlayar di Laut Cina Selatan. (more…)
Saat proses take-off, pada 17 November 2021 telah terjadi kecelakaan dengah jatuhnya jet tempur F-35B Lightning II di Laut Mediterania. Maka pada 24 Januari kemarin, telah tejadi kecelakaan atas F-35 yang terjadi di lautan pula, yakni menimpa F-35C Lightning II yang sedang dalam proses landing di kapal induk USS Carl Vinson (CVN 70), dimana kapal induk nuklir tersebut sedang berlayar di Laut Cina Selatan. (more…)
Pada 12 Desember 2021, Kementerian Pertahanan Inggris telah merilis kabar, bahwa kegagalan beserta tim penyelaman dari Amerika Serikat, berhasil mengangkat bangkai F-35B Lightning II Inggris yang jatuh di Laut Mediterania pada 17 November 2021. Di tengah gelombang yang ganas, setidaknya diperlukan waktu dua minggu untuk menentukan posisi jatuhnya pesawat dan beberapa hari berikutnya untuk proses mengeluarkan ke permukaan. Namun, bagi netizen, “tidak ada gambar = hoax.” (more…)
Australia terbilang gercep (gerak cepat), setelah mulai mengoperasiakan F-35A Lightning II, kabar terbaru menyebutkan bahwa Angkatan Udara Australia (RAAF) kini telah mulai menggunakan hulu ledak untuk bom pintar (smart bomb) yang merupakan produksi dalam negeri. (more…)
Australia terbilang gercep (gerak cepat), setelah mulai mengoperasiakan F-35A Lightning II, kabar terbaru menyebutkan bahwa Angkatan Udara Australia (RAAF) kini telah mulai menggunakan hulu ledak untuk bom pintar (smart bomb) yang merupakan produksi dalam negeri. (more…)
Masih hangat dalam ingatan ketika sebuah jet tempur F-35A Lightning II milik Angkatan Udara Korea Selatan mendarat darurat dengan belly landing pada 4 Januari lalu. Atas insiden tersebut, AU Korea Selatan memberlakukan temporary grounded pada seluruh armada F-35A, dimana saat ini AU Korea Selatan mengoperasikan 30 unit F-35A, dari total 40 unit yang dipesan. (more…)
Setelah 42 tahun F-16AM/BM menjadi andalan dalam kesiapan tempur utama pada QRA (Quick Reaction Alert), pada 6 Januari lalu, Angkatan Udara Norwegia resmi menetapkan armada F-35 Lightning II sebagai pengemban peran QRA di negara Skandivia itu. Proses TOA (Transfer Of Authority) dari F-16AM/BM ke F-35A berlangsung di Pangkalan Udara Evenes di Norwegia utara. (more…)