
Ibarat serangan Pearl Harbor, Rusia pada 1 Juni 2025 menerima serangan drone paling masif dan destruktif sepanjang berlangsungnya konflik yang meletus pada Februari 2022. Persisnya, Ukraina melancarkan serangan jauh ke dalam wilayah Rusia dalam Operasi “Jaring Laba-laba” (Operation Spider’s Web). (more…)

Sebuah video lama kembali viral, yakni memperlihatkan rekaman penerbangan drone copter FPV (First Person View) yang terbang mendekati kapal induk helikopter – Landing Helicopter Dock (LHD) Angkatan Laut Australia Canberra class. Tidak seperti insiden drone yang terbang di atas kapal induk Jepang JS Izumo, drone yang mendekati LHD Canberra class bahkan sempat mendarat tanpa diketahui. (more…)

Terlepas dari efektivitasnya, fungsi penting dari alutsista adalah kemampuannya untuk menciptakan rasa takut, atau kengerian bagi lawan. Nah, terkait hal tersebut, babak dalam perang Ukraina kehadiran dengan jenis drone copter berukuran kecil, namun bisa menciptakan ketakutan luar biasa. Meski belum ada nama resmi, tapi drone ini kadung populer disebut sebagai “Dragon Fire Drone”. (more…)

Meski dapat terbang lebih tinggi, endurance lama dan punya jangkauan lebih jauh, namun drone intai konvensional punya ‘kelemahan’, yakni rentan bila mendapat serangan, lantaran kemampuan manuver untuk menghindar terbatas. Hal ini berbanding terbalik dengan drone FPV (First Person View) yang dapat dikendalikan secara penuh oleh pilot di darat. (more…)

Serangan drone kamikaze telah menyasar beragam target. Salah satu yang paling fenomenal adalah serangan drone kamikaze FPV (First Person View) Ukraina yang menargetkan pesawat Airborne Early Warning and Control (AEW&C)/AWACS Rusia Beriev A-50 saat tengah diparkir di Pangkalan Udara Machulishchy, Belarusia. (more…)