Tag: Cockerill

CT-CV 105HP: Meriam Canggih Untuk Medium Tank Pindad

b-1024x768-CMI-Defence-Cockerill-CT-CV_02

Setelah melewati seleksi yang melibatkan CMI (Cockerill Maintenance & Ingenierie SA Defense) dari Belgia, OTO Melara dari Italia, dan Denel Land System dari Afrika Selatan. Akhirnya PT Pindad pada September 2014 lalu memutuskan vendor yang dipercaya untuk memasok meriam pada proyek medium tank adalah CMI. Penunjukkan CMI juga mencakup perjanjian kerjasama PT Pindad untuk memproduksi secara lisensi kubah meriam CSE 90LP (low pressure) dan CT-CV 105HP (high pressure). (more…)

Badak 6×6: Generasi Armoured Fire Support Vehicle Terbaru PT Pindad

Setelah berhasil memenuhi kebutuhan TNI AD di segmen panser APC (Armoured Personnel Carrier), PT Pindad berlanjut untuk melirik segmen ranpur kavaleri yang dibutuhkan kavaleri TNI AD. Maklum, rangkaian seri Anoa APC 6×6 di daulat untuk pemenuhan ranpur Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis TNI AD. Sementara, segmen ranpur kaveleri TNI AD yang membutuhkan spesifikasi meriam kaliber sedang (90 mm), masih di dominasi produk asing. Sebut saja di lini ranpur beroda ban (wheel base) ada panser kanon Tarantuta 6×6 buatan Korea Selatan dan di lini ranpur roda rantai (tracked base) ada tank ringan Scorpion buatan Inggris.
(more…)

Tarantula 6×6: Panser Pemukul Untuk Wilayah Perbatasan

5

Ditengah keriuhan hadirnya MBT Leopard 2A4 dan IFV Marder 1A3, terselip sosok panser anyar yang berkualifikasi AFSV (Armoured Fire Support Vehicle). Meski ditilik dari sejarahnya, kavaleri TNI AD sudah mahfum dengan panser dengan senjata kanon, seperti Alvis Saladin, V-150 kanon, dan Panhard EBR, tapi baru lewat Tarantula, korps baret hitam ini resmi memiliki panser kanon berkemampuan amfibi dan kanon kaliber 90mm. Sebelumnya dikelas ini memang akan dimasuki Anoa versi kanon 90mm, tapi lantaran prototipnya belum lulus pengujian, TNI AD keburu ambil pesanan lain. (more…)