
Setelah C-17A Globemaster yang di-‘copy’ sebagai Xian Y-20 Kunpeng, maka ada kejutan lain dari Cina di penghujung tahun, yaitu dengan terlihatnya penerbangan pertama prototipe pesawat angkut sedang (medium class military cargo) Y-30. Membetot perhatian netizen global, pasalnya Y-30 punya kemiripan desain dengan Airbus A400M. (more…)

Bersamaan dengan kemunculan perdana Main Battle Tank (MBT) Type 100 saat parade militer di Beijing pada 3 September 2025, Angkatan Darat Cina juga menghadirkan sosok MBT lain, yaitu Type 99B. Dan empat bulan berlalu, media Pemerintah Cina merilis rekaman penembakan langsung (live fire) pertama Type 99B. (more…)

Melibatkan infanteri, konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja tak bisa mengesampingkan penggunaan senapan tembak jitu (runduk). Salah satu yang terungkap adalah penggunaan senapan sniper anti material QBU-10, yang tertangkap kamera digunakan pasukan infanteri Kamboja di area pertempuran Preah Vihear, wilayah yang terletak di Kamboja. (more…)

Di penghujung tahun ini sepertinya Cina ingin ‘membungkus’ pencapaian besar, setelah sukses dalam penerbangan perdana Jiu Tan, ‘drone mothership’ yang mampu meluncurkan 100 drone kamikaze pada 11 Desember lalu, maka ada kabar lain yang membetot perhatian global, yakni Cina mengonfirmasi suksenya penerbangan perdana CH-7, atau dikenal juga dengan nama Caihong-7 (Rainbow-7). (more…)

Konflik bersenjata antara Thailand dan Kamboja di perbatasan memasuki babak baru, yaitu dengan digunakannya rudal anti tank canggih generasi kelima. Beberapa media sosial mengungkap penemuan beberapa rudal anti tank GAM-102LR yang ditinggalkan pasukan Kamboja di area yang disebut Hill 677. (more…)

Pada dini hari 24 November 2025, ketegangan regional di Laut Kuning mendadak meningkat bukan karena aksi provokasi, melainkan karena insiden teknis. Sebuah drone canggih tak berawak milik Angkatan Udara AS (USAF), MQ-9 Reaper, yang dioperasikan oleh 431st Expeditionary Reconnaissance Squadron dari Pangkalan Udara Kunsan, dilaporkan mengalami malfungsi teknis dan terpaksa ‘dijatuhkan’ ke perairan dekat Pulau Maldo-Ri. (more…)

Kepemimpinan Cina dalam industri drone kembali dibuktikan pada 11 Desember 2025, di mana telah sukses penerbangan perdana prototipe drone terbesar di dunia, Jiu Tan, yang juga punya kemampuan sebagai drone kombatan plus aerial mothership yang mampu meluncurkan 100 unit drone kamikaze. (more…)

Pada hari Sabtu, 6 Desember 2025, ketegangan militer antara Jepang dan Cina memuncak setelah sebuah jet tempur Cina dilaporkan mengunci (lock-on) radar pengendali tembakan (fire-control radar) pada jet tempur Jepang dalam dua insiden terpisah di dekat Kepulauan Okinawa. Tindakan ini dianggap oleh Tokyo sebagai “tindakan berbahaya” yang mengancam keselamatan penerbangan. (more…)

Dalam perkembangan yang menyoroti panasnya persaingan strategis di Laut Cina Selatan, Pemerintah Jepang secara resmi membantah adanya diskusi untuk mengekspor sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak sedang Type 03 (Type 03 Medium-Range Surface-to-Air Missile) kepada Filipina. Bantahan ini muncul tak lama setelah laporan informal mengenai rencana ekspor tersebut memicu kecaman keras dari Beijing. (more…)

Tak meraih lisensi atau peluang kerja sama atas produk alutsista Barat, bukanlah akhir dari segalanya, di tangan desainer dan insinyur yang ‘cemerlang’, Cina membuat kejutan dengan menampilkan sosok kendaraan tempur (ranpur) lapis baja roda ban, yang bentuknya mirip dengan ranpur rancangan Jerman, Rheinmetall Boxer 8×8. (more…)