
Belgia telah menetapkan pilihan untuk membeli alutsista baru di lini artileri medan (medan), yakni menjadi pengguna ekpsor CAESAR 6X6 Mark II Next Generation (NG) pertama. Pada 13 Mei 2022, kementerian pertahanan Belgia dan Perancis telah menandatangani kontrak senilai €62 juta untuk mengakuisisi sembilan unit self-propelled howitzer 155mm 6×6 CAESAR NG. (more…)

Dari desainnya, satu unit ranpur self propelled howitzer TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm, memang dapat dimasukkan ke dalam ruang kargo pesawat angkut C-130 Hercules. Meski dalam kondisi sangat ngepas, toh CAESAR 155 mm dapat dimuat sukses ke ruang kargo C-130 Hercules. (more…)

Bila Indonesia mengoperasikan Self Propelled Howitzer beroda ban TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), maka pilihan Filipina rupanya beda. Dengan anggaran pertahanan yang tengah kritis, rupanya Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana telah melanjutkan kontrak pengadaan Atmos (Autonomous Truck Mounted howitzer System) 2000 155 mm buatan Soltam Systems (Elbit Systems), manufaktur persenjataan asal Israel. Dengan nilai sekitar US$47 juta, AD Filipina nantinya akan menerima dua baterai Atmos 2000. (more…)

Alutsista jenis apa pun rasanya hampir semua dapat ditiru oleh Cina, terlebih bila produk yang dimaksud punya nilai jual untuk pasar ekspor. Seperti pada segmen self propelled howitzer alias howitzer swagerak dengan platform truk 6×6, bila selama ini Nexter dengan CAESAR (CAmion Equipé d’un Système d’ARtillerie) menjadi pemimpin di pasar kaliber 155/52 mm, maka segmen tersebut rupanya sudah dilirik untuk dimasuki oleh Negeri Tirai Bambu. (more…)

Hari Selasa kemarin ada yang spesial di jalan raya kota Ngawi, Jawa Timur, dimana 18 unit self propelled howitzer CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 155 mm melakukan kirab keliling kota. Meski disebut kirab, namun kirab atau pawai ini bukan dalam rangka unjuk kekuatan seperti halnya dalam memeriahkan suatu perhelatan. (more…)

Bicara tentang Howitzer, maka nama Nexter dari Perancis tak bisa dikesampingkan, maklum manufaktur meriam papan atas ini menjadi pemasok utama sistem Howitzer Tarik (Towed Howitzer) dan Howitzer Swa Gerak (Self Propelled Howitzer) di arsenal Artileri Medan TNI. Terkhusus di kaliber besar (155 mm), produk Nexter yang cukup kondang adalah TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie), yang kini jadi andalan Batalyon Artileri Medan (YonArmed) Kostrad. (more…)

Batalyon Artileri Medan (YonArmed) 12 Kostrad, unsur kekuatan di bawah Resimen Artileri Divisi Infanteri 2 Kostrad pada Sabtu lalu (9/12/2017) telah melaksanakan uji fungsi penembakan meriam swa gerak atau SPH (Self Propelled Howitzer) TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) kaliber 155 mm produksi Nexter, Perancis. (more…)

TRF-1 CAESAR (Camion Equipe’ d’un Syste’me d’ ARtillerie) 6×6 telah didapuk sebagai ikon SPH (Self Propelled Howitzer) Yon Armed (Artileri Medan) TNI AD. Masuk dalam pengadaan alutsista MEF (minium essential force) I, TNI AD mendapat perkuatan 37 unit CAESAR untuk ditempatkan kedalam dua batalyon Armed dan satu unit untuk Pusdik Armed. Nah, tanpa merubah platform meriam kaliber 155/52 mm, pada ajang DSEI (Defence and Security Equipment International) Exhibition di London 15 – 18 September 2015, pihak Nexter Systems selaku manufaktur memperkenalkan CAESAR baru dengan platform kendaraan truk 8×8. (more…)