
Demi kepentingan strategis, kebijakan standar ganda lazim dilakukan oleh Amerika Serikat dari waktu ke waktu, yang paling baru dan membuat Turki ‘sakit hati’ adalah terkait tawaran dari AS ke India untuk membeli jet tempur stealth F-35 Lightning II. Padahal, India adalah pengguna sistem rudal hanud (pertahanan udara) S-400 Triumf dari Rusia. (more…)

Dengan pengaruh politik yang kuat, Amerika Serikat kini tengah memberi ‘angin segar’ kepada Turki, yakni dengan peluang untuk diajak bergabung kembali ke dalam program Joint Strike Fighter (JSF), yang artinya Turki dapat mengakuisisi jet tempur stealth F-35A Lightning II, yang menjadikan kekuatan udaranya dapat mengimbangi Yunani yang sebelumnya telah mendapat lampu hijau untuk membeli F-35A. (more…)

Indonesia mungkin bisa belajar dari Mesir, bagaimana sebuah negara berdaulat yang terkena sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) dari Amerika Serikat, tapi nampak bebas-bebas saja membeli alutsista yang ‘diharamkan’ oleh Washington. Sebagai buktinya, order pengadaan 21 jet tempur Sukhoi Su-35 telah berjalan, bahkan 5 unit Su-35 telah diterima Mesir. Lain dari itu, sejak Desember 2018, AU Mesir telah mengoperasikan 24 unit Rafale. (more…)

Sebagai dua negara bersahabat, ada kesamaan selera alutsista antara Indonesia dan Mesir, yakni kedua negara sama-sama mengidamkan Sukhoi Su-35 sebagai jet tempur utama. Dan atas kesamaan rencana tersebut, baik Indonesia dan Mesir pun terancam sanksi oleh Washington lewat Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA). Walau Indonesia belum menyatakan resmi mundur dari program pengadaan, berlarut-larutnya proses pengadaan Su-35 membuat banyak pihak skeptis akan kelanjutannya. Lantas bagaiman dengan Mesir yang juga terganjal CAATSA? (more…)