
Dinamika mengejutkan melanda kancah industri pertahanan Eropa setelah Pemerintah Jerman secara resmi mengumumkan pembatalan total megaproyek pembangunan armada fregat F126 (Niedersachsen class). Seperti yang pernah diulas sebelumnya oleh Indomiliter.com, F126 Class awalnya diproyeksikan menjadi kapal perang terbesar Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) sejak era Perang Dunia II dengan rencana pembangunan enam unit kapal. (more…)

Raksasa industri pertahanan Jerman, thyssenkrupp Marine Systems (TKMS), melalui anak usahanya Atlas Elektronik, secara resmi mengamankan kontrak pengadaan torpedo berat terbesar dalam sejarah perusahaan. (more…)

Setelah terbang perdana pada awal Desember 2023, Airbus Helicopters mengumumkan bahwa unit pertama helikopter anti kapal selam (AKS) NH90 Sea Tiger telah diserahkan kepada Angkatan Laut Jerman pada 16 Desember 2025. (more…)

Jerman rupanya tidak ingin ketinggalan dalam pengembangan Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Euroatlas, perusahaan teknologi pertahanan canggih asal Negeri Bavaria mengumumkan peluncuran keluarga kendaraan bawah air otonom terbarunya, Greyshark, yang memperkenalkan dua platform multi-misi yang dirancang untuk intelijen, pengawasan, dan pengintaian bawah air jarak jauh. (more…)

Setelah satu tahun uji coba laut, Rheinmetall dan MBDA kini mengumumkan tuntasnya tahap sea trial atas senjata laser energi tinggi – (High Energy Laser/HEL) dalam kontainer yang ditempatkan pada fregat Angkatan Laut Jerman Sachsen selama lebih dari satu tahun. (more…)

Tertuang dalam dokumen strategi maritim “Marine 2035+”, Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) memiliki misi jangka panjang untuk memperluas kemampuannya jauh melampaui perairan regional (Green Water Navy). Dan salah satu elemen peningkatan kekuatan adalah dengan membangun delapan unit fregat kelas berat, yang dari aspek persenjataan dan bobot sudah menyamai destroyer. (more…)

Setelah melakukan pelayaran jarak jauhnya ke Jepang, termasuk melintasi Selat Taiwan, misi pelayan jarak jauh Angkatan Laut Jerman ke Indo Pasifik, yang terdiri dari frigat Baden-Württemberg class (Type 125), yakni F222 Baden-Württemberg, dan kapal pendukung tempur (tanker) A1412 Frankfurt Am Main – Berlin class (Type 702), kini berada di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, mulai dari tanggal 26 sampai 29 September 2024. (more…)

Setelah tahapan keel laying (peletakan lunas) perdana kapal BHO (Bantu Hidro Oceganografi) Ocean Going pesanan Kementerian Pertahanan untuk Pushidrosal TNI AL pada 14 Desember 2023, maka pada hari Selasa, 24 September 2024, galangan swasta nasional PT Palindo Marine di Batam, secara resmi meluncurkan kapal BHO dalam sebuah upacara yang dihadiri pejabat Kementerian Pertahanan RI. (more…)

Terlepas dari urusan politik, pengerahan armada kapal perang ke Laut Merah juga terkait dengan pamer kekuatan militer. Namun, apa yang terjadi pada armada kapal perang Angkatan Laut Jerman (Deutsche Marine) justru sebaliknya. Baru saja melenggang masuk ke Laut Hitam, kapal perang Jerman, frigat FGS Hessen F221 (Type 124 Sachsen class) malahan dibuat malu besar pada aksi yang dilakukan pada 28 Februari 2024. (more…)

Gegara konvensi Montreux yang dijalankan oleh pemerintah Turki, negara Barat sampai saat ini tak bisa mengirim bantuan alutsista menuju Laut Hitam, lantaran akses lewat Selat Bosporus diblokade oleh Turki, terutama untuk melintasnya kapal perang asing, yang belakangan dialami Inggris yang mencoba mengirim dua kapal penyapu ranjau Sandown class untuk Angkatan Laut Ukraina. Namun, Jerman punya strategi tersendiri untuk memperkuat Angkatan Laut Ukraina, tapi bukan lewat pengiriman kapal perang. (more…)