Setelah resmi melakukan upacara First Steel Cutting (FSC) kapal ekspor Landing Platform Dock (LD) Tarlac class kedua pesanan Angkatan Laut Filipina pada Januari 2024 silam, PT PAL Indonesia mencatat capaian baru kemajuan pembangunan ke tahap Keel Laying. Peresmian upacara tersebut dikemas secara padat sekaligus dilakukan peninjauan oleh Komite Inspeksi dan Penerimaan Teknis atau Technical Inspection and Acceptance Committee (TIAC) dari Angkatan Laut Filipina di workshop PT PAL Indonesia. (more…)
Bila TNI AL belum lama ini melakukan uji peluncuran rudal jelajah anti kapal Exocet MM40 Block 3 dan C-802 dalam Latihan Operasi Laut Gabungan (Latopslagab) 2024 yang dilaksanakan di Laut Bali dari tanggal 8 sampai dengan 9 Mei 2024, maka tetangga di Utara, yakni Angkatan Laut Filipina, juga baru saja melaksanakan hajatan penting, yakni untuk pertama kalinya melakukan uji coba peluncuran rudal jejalah anti kapal dengan mengambil lokasi di hotspot, Laut Cina Selatan. (more…)
Dipercayanya PT PAL Indonesia dalam pengadaan (tambahan) dua unit Landing Platform Dock (LPD) atau Strategic Sealift Vessel (SSV) oleh Angkatan Laut Filipina, merupakan prestasi tersendiri dan kebanggaan bagi Bangsa Indonesia, terlebih SSV Tarlac class adalah kapal perang bertonase terbesar yang menjadi ikon di arsenal Angkatan Laut Filipina. Namun, prestasi pengadaan berulang ini kerap mengundang tanya. (more…)
Meksi bukan dioperasikan oleh TNI AL, namun mama kapal angkut ini boleh dibilang selalu lekat dengan identitas “Indonesia.” Inilah LCH (Landing Craft Heavy) Balikpapan class yang pernah menjadi arsenal Angkatan Laut Australia (Royal Australian Navy). Diproduksi oleh Galangan Walkers Limited di Maryborough, Queensland, penamaan enam unit LCH Balikpapan class mengambil nama kota perjuangan pasukan Australia di Pulau Kalimantan selama Perang Dunia Kedua. (more…)
Mengawali tahun 2024, PT PAL Indonesia bersiap untuk melaksanakan acara peletakan lunas (keel laying) Landing Platform Dock (LPD) pesanan (tambahan) untuk Angkatan Laut Filipina pada 22 Januari 2024. Sebelumnya pada 10 Agustus 2023, PT PAL Indonesia telah melakukan pemotongan baja pertama – first steel cutting untuk kedua unit LPD pesanan Filipina. (more…)
Meski baru diserahkan pada tahun 2025 dan 2026, ada titik cerah bagi Angkatan Laut Filipina yang tengah mendapat ‘bully-an’ dari China Coast Guard di wilayah laut yang disengketakan. Setelah pada 28 Desember 2021 diteken kontrak pengadaan dua unit korvet untuk Angkatan Laut Filipina, maka pada 22 November 2023, telah dilangsungkan tahapan untuk pembangunan dua korvet oleh Hyundai Heavy Industries (HHI) di Ulsan, Korea Selatan. (more…)
Selain Malaysia, Filipina adalah negara jiran yang punya helikopter dengan kemampuan serang di lautan menggunakan rudal, dan belum lama ini beredar foto yang memperlihatkan kesiapan AW159 Wildcat Angkatan Laut Filipina dengan sistem rudal Spike buatan Rafael Advanced Defense Systems. Sebagai sistem senjata terpadu, AW159 Wildcat menjadi kesatuan sistem persenjataan pada dua frigat Jose Rizal class – BRP Jose Rizal FF-150 dan BRP Antonio Luna FF-151. (more…)
Meski hanya terdiri dari dua unit – BRP Jose Rizal FF-150 dan BRP Antonio Luna FF-151, Filipina punya ambisi besar untuk melengkapi frigat Jose Rizal class dengan sistem persenjataan yang maksimal. Selain rencana pemasangan kanon CIWS (Close In Weapon System) yang kini tengah dipertimbangkan, ada kabar bahwa instalasi Canto anti torpedo system dari Naval Group, telah tuntas dilakukan di Jose Rizal class. (more…)
Pamor Spanyol sebagai negara produsen kapal selam diesel listrik nyaris tak terdengar, kalah gaung dari Jerman, Perancis, Korea Selatan, bahkan oleh Turki sekalipun. Namun, kabar bahwa Spanyol menawarkan paket pengadaan dua kapal selam berikut pembangunan pangkalannya ke Filipina, telah menarik perhatian publik di Asia Tenggara, terlebih pada yang ditawarkan, yakni sosok kapal selam berteknologi air-independent propulsion (AIP) S-80 Plus class (aka – Isaac Peral class). (more…)
Program pengadaan kapal selam untuk Angkatan Laut Filipina semakin diminati oleh para manufaktur. Setelah Perancis dan Korea Selatan yang menawarkan paket akuisis kapal selam diesel listrik untuk Filipina, kini Navantia dari Spanyol masuk sebagai pendatang baru dalam pengajian proposal penawaran kapal selam S-80 Plus class. (more…)