Mengenal MAR556/IFAR-25: Senapan Serbu Turki yang Kini Perkuat Personel Yonif TP 442/SJK

Di tengah upaya kemandirian industri pertahanan nasional, pemenuhan alutsista perorangan bagi prajurit TNI AD masih melibat skema pengadaan luar negeri untuk mendukung kebutuhan operasional tertentu.

Baca juga: Kurangi Ketergantungan Impor, BUMN dan BUMS Sinergi Wujudkan Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Pengiriman persenjataan ringan dari industri pertahanan Turki ke Indonesia dilaporkan kembali berlanjut, di mana batch terbaru senapan serbu produksi manufaktur MERTSAV mengalir untuk memperkuat satuan tempur di lapangan, salah satunya dialokasikan bagi personel Batalyon Infanteri Tugas Pembentukan (Yonif TP) 442/Satria Jaya Sakti.

Seperti dikutip akun X @Defence_Turk, dalam pengiriman tahap lanjutan ini, sebanyak 495 unit senapan serbu MAR556—yang di Indonesia diberi penamaan lokal sebagai IFAR-25—resmi diserahterimakan dengan nilai pengadaan diperkirakan mencapai US$960.000.

Lahir dari industri pertahanan Turki yang tengah berkembang pesat, senapan serbu MAR556 dikembangkan oleh MERTSAV Savunma, sebuah manufaktur spesialis senjata ringan yang bermarkas di Ankara. Pengembangan MAR556 ditujukan untuk memenuhi standar kualifikasi NATO (NATO Stock Number/NSN) sebagai platform senjata perorangan yang tangguh di berbagai medan ekstrem.

Senapan ini dirancang dengan mengadopsi arsitektur berbasis AR-15/M4 namun mendapatkan modifikasi mendalam pada mekanismenya, guna menghasilkan platform senjata yang presisi, memiliki ergonometri tinggi, serta daya tahan (durability) maksimal untuk kebutuhan pasukan khusus maupun satuan infanteri mekanis.

Dari spesifikasi teknis, MAR556 / IFAR-25 berkaliber standar 5,56 x 45 mm NATO dan mengusung sistem operasi short-stroke gas piston yang dipadukan dengan rotating bolt. Penggunaan sistem short-stroke piston ini menjadi keunggulan mekanis utama karena mampu mencegah masuknya sisa gas pembakaran dan jelaga ke dalam bagian upper receiver, sehingga meminimalkan risiko kemacetan (jamming) serta menjaga suhu senjata tetap dingin saat ditembakkan secara beruntun.

Dengan panjang laras yang bervariasi antara 11,5 inci hingga 14,5 inci (tergantung varian), senapan ini memiliki bobot kosong yang relatif ringan di kisaran 3,2 kg, kecepatan tembak (rate of fire) mencapai 750 hingga 850 putaran per menit, serta jarak tembak efektif hingga 500 meter.

Keunggulan desain MAR556 / IFAR-25 terletak pada modernisasi fitur luar yang sepenuhnya kompatibel dengan standar taktis terkini. Senapan ini dilengkapi dengan rel pikatinis (Picatinny Rail MIL-STD-1913) penuh di bagian atas serta sistem handguard M-LOK di sekeliling laras, memudahkan pemasangan berbagai aksesori tempur seperti bidik optik (red dot/holographic sight), senter taktis, penunjuk laser, hingga pendorong pegangan (foregrip).

Selain itu, pengontrol senjata seperti tuas pengokang, magazine release, dan fire selector dirancang ambidextrous agar mudah dioperasikan baik oleh penembak bertangan kanan maupun kidal, dipadukan dengan popor lipat/teleskopik yang fleksibel untuk pertempuran jarak dekat (Close Quarter Battle/CQB).

Kehadiran senapan serbu MERTSAV MAR556 di jajaran Yonif TP 442/SJK menjadi pelengkap variasi alutsista perorangan yang digunakan oleh satuan TNI AD di samping produk buatan dalam negeri. Bagi Yonif TP 442/SJK yang bertugas di wilayah perbatasan dan area rawan, pengoperasian senapan serbu berkonfigurasi piston ini diharapkan dapat menunjang efisiensi taktis serta kesiapan tempur prajurit dalam menghadapi dinamika ancaman di medan penugasan. (Gilang Perdana)

IFAR 22 – Senapan Serbu Bullpup Produksi Batam, Resmi Diluncurkan di Indo Defence 2022

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *