Kontrak Pengadaan Dua Unit Kapal Selam Scorpene Evolved Full LiB Telah Berjalan, Siap Dibangun PT PAL Indonesia

Ini bukan April mop, Naval Group dan PT PAL Indonesia telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Indonesia untuk pembangunan dua unit kapal selam Scorpène Evolved Full LiB yang akan dibangun di Indonesia. Persisnya pada tanggal 28 Maret 2024, Indonesia memilih Naval Group dan PT PAL untuk memperkuat kemampuan TNI AL dengan dua kapal selam baterai Lithium-Ion (LiB) Scorpène Evolved yang akan dibangun di galangan kapal PT PAL, melalui transfer teknologi.
Sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang ditandatangani antara pemerintah Perancis dan Indonesia pada Agustus 2021, pihak berwenang Indonesia telah memilih Naval Group dan PT PAL Indonesia untuk program kapal selam mereka. Kedua perusahaan telah bekerja sama melalui Perjanjian Kemitraan Strategis (SPA) yang ditandatangani pada Februari 2022.
Kontrak tersebut mencakup pengiriman dua kapal selam Scorpène Evolved Full LiB yang akan dibangun di Indonesia di dalam galangan kapal PT PAL, melibatkan transfer pengetahuan dan teknologi dari Naval Group, dan pemanfaatan 100% aset produksi PT PAL.
⚓🇮🇩 Naval Group and @PTPAL_INDONESIA have signed a contract with @Kemhan_RI for two ‘Scorpène® Evolved’ LiB submarines, to be built in Indonesia through ToTs from Naval Group in order to strengthen the capabilities of the @_TNIAL_ . pic.twitter.com/0JN0rBQWP2
— Naval Group (@navalgroup) April 2, 2024
“Naval Group merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari babak baru aliansi strategis antara Indonesia dan Perancis. Dengan Scorpène® Evolved Full LiB, Indonesia telah memilih kapal selam berperforma tinggi yang telah teruji di laut yang akan memperkuat kedaulatan maritim negara dan mendukung TNI Angkatan Laut dalam mencapai keunggulan regional di laut. Selain kapal selam, kemitraan strategis kami dengan PT PAL juga akan mendukung industri pertahanan Indonesia untuk secara aktif mempersiapkan masa depan peperangan laut di tanah air. Kami sangat senang menyambut TNI AL dalam keluarga Scorpène”, Pierre Éric Pommellet, Ketua dan CEO Naval Group.
Naval Group dan PT PAL mempunyai niat kuat untuk menjalin kerja sama tidak hanya di bidang kapal selam, tetapi juga dalam membangun kedaulatan Indonesia untuk kepentingan industri pertahanan Indonesia.

Scorpène Evolved adalah kapal selam modern, berperforma tinggi, dan tersembunyi. Kuat dan tahan lama, ini adalah kapal selam samudera yang juga dirancang untuk operasi perairan dangkal. Multiguna, kapal ini memenuhi seluruh cakupan misi seperti peperangan anti-permukaan dan anti-kapal selam, operasi khusus, dan pengumpulan intelijen.
Sangat tersembunyi dan cepat, Scorpone Evolded memiliki tingkat otomatisasi pengoperasian yang memungkinkan jumlah awak terbatas, sehingga mengurangi biaya pengoperasian secara signifikan. Keunggulan tempurnya menonjol karena ia memiliki 6 tabung peluncur torpedo, yang dalam sekali berlayar dapat membawa 18 torpedo atau rudal anti kapal.

Scorpène Evolved dilengkapi dengan sistem tempur generasi terbaru, SUBTICS yang mengatasi tantangan yang semakin besar dalam misi kapal selam modern di perairan biru dan dangkal di seluruh domain peperangan kapal selam.
Kapal selam Scorpène Indonesia akan dilengkapi dengan sistem energi mutakhir berdasarkan konfigurasi lithium-ion penuh yang mencakup standar keamanan dan keselamatan tertinggi dan memungkinkan jangkauan energi yang lebih berguna, tingkat kehati-hatian yang lebih baik, dan waktu pengisian yang lebih singkat. Berkat teknologi ini, kecepatan tinggi tersedia terlepas dari status muatannya, sehingga meningkatkan mobilitas taktis kapal selam.
Serba Canggih, Inilah Beragam Sonar yang Melengkapi Kapal Selam Scorpene Class
Karakteristik utama Scorpène Evolved:
• Perpindahan permukaan: 1.600 – 2.000 ton
• Panjang keseluruhan: 72 m
• Kecepatan terendam: >20 knot
• Kedalaman penyelaman: >300 m
• Otonomi: >78 hari dalam misi 80 hari
• Otonomi terendam: >12 hari
• Kru: 31
• Total muatan senjata: 18
• Tabung senjata: 6
• Sistem manajemen tempur SUBTICS
• Ketersediaan operasional di laut: >240 hari per tahun



ukuran kasel sudah mulai ditingkatkan daripada kerjasasama dg Daewoo Korsel masih “kecil-kecil” ukurannya. wkwkwk
Saya berterima kasih kemhan nambah kapal selam lagi. Namun ada seseorang di luar kemhan yang akan saya sindir.
Sebenarnya scorpene evolved ini juga Perancis belum pernah pakai karena ini adalah desain baru alias Indonesia juga dijadikan first export customer untuk varian ini sekaligus jadi laboratorium lapangan dengan nilai lebih dari usd 2 billion. Hampir dua kali lipat dari biaya yang dikeluarkan untuk kasel si kompetitor dari Asia dengan perolehan cuma dua per tiga saja. Juga disain evolved ini belum terbukti battle proven.
Edisi nyindir daleman lepas.
@ ayam boiler Pemerintah gak ambil Kilo Class karena CATSAA, paling aman ya ambil Scorpene ini atau klo gak ya ambil U214, klo saya pribadi pilih U214 dari Germany daripada Kilo Class/Scorpene. Karena kita sudah familiar dengan kapal selam U class.
@kabeerje
Kata siapa ya hanya NG yg mau kasih TOT 🤔
Mari kita lihat kebelakang dimana Yunani, Korsel dan Turki diberi lisensi utk memproduksi U-214
Faktor kesilumana sebuah kasel konvensional diukur dari enduran menyelam tanpa melakukan snorting
Kemampuan “Ssubmerged endurane” kasel full LIB masih dibawah kasel yg mengkombinasikan AIP & LIB…..(semua tipe kasel AIP lansiran tkms dan Saab)
Jadi pesan moralnya…..tidak perlu mengglorifikasi Scorpene EV sundul langit, tapi juga tidak perlu berkecil hati karena pilihan ini mungkin cost effective utk AL mengingat pola perairan kita yg negara kepulauan dg banyak selat.
Beda lagi kalo utk operasi jarak jauh diluar teritorial, terlihat kasel AIP+LIB lebih unggul
Cuma di Scorpene kita mau diberi TOT ya manfaatkan saja semaksimal mungkin sedikit banyak kita kenyang dengan kasel Jerman yang mahal besok di sempurnakan saja sendiri jika dah mampu buat kasel canggih.
Jangan jumawa dulu. Belum kontak efektif. Bu Bendahara belum teken.
Fix, Nagapasa II dengan Korsel tidak dilanjutkan
mantaap, tambah terus Scorpene Evolved LiB nya. lanjut lagi dg AIP 4-6 unit
untuk lanjutan Improved Changbogo bisa tambah 3 unit lagi yg belum dibangun.
Paket hemat daripada beli yg AIP toh…..hehehehehe
Scorpene evolved masih dibawah U214 dalam hal endurance tapi lebih gampang pengoperasian nya. Scorpene evolved autonomy submerged 12 hari sementara U214 21 hari
Spt nya ingin lbh aman ya pemilihan kasel ini dr intervensi mamarica. Sama spt kebijakan pespurnya. Perancis demi menggenjot ekspor alutsistanya lbh terbuka drpd negara eropa lainnya. Klu pake kasel yg ditawari turki, selain msh klh dr kasel negeri singa kelasnya jg msh berpotensi ribut dgn negeri ginseng terkait pengadaan kasel CBG batch berikutnya yg di diamkan pemerintah. Kyknya produk TOT negeri ginseng yg berhasil dan menguntungkan cm LPD sisanya anyep. Pespur jg anyep. Cm klu menurut saya klu mau komplit sih mending jajaki dgn serius ke negeri ottoman. Krn bnyk teknologi yg kita butuhkan sdh mereka kuasai walaupun blm semuanya teruji. Minimal penguasaan teknologinya dl sisanya tgl pengembangan dr pd hrs mulai dr awal. Dan kerjasamanya lbh gampang klu terpusat kesatu negara. Mumpung hubungan kita memang baik, dan turkiye jg mulai membangun hegemoninya sbg negara maju terkait penguasaan teknologi militer. Klu udh bener2 maju akan lbh sulit buat kita utk msk.
Mantap nie baru naik dah banyak belanja militer
makin erat kerjasama dengan prancis ….
Mantap.. sikat bleh…
Sayangnya dalam mode submerged scorpene evolved cuma 12 hari
U214 bisa tahan terendam 21 hari
U218 SG bisa 28-42 hari
Wah, kira-kira Indonesia dapat ToT bikin baterai Kasel gak atau Indonesia bakal pake Baterai Lithium ion buatan sendiri.
Padahal lebih bagus kilo class kenapa beli ini!!!
Ini berita sungguhan kah? ada AIP nya tak? Rudal VLS ?
@admin
TKDN nya berupa apa saja min
KS Scorpene di beberapa negara bukan agak bermasalah y…