Israel Borong 12 Unit AH-64E Apache Guardian Senilai US$1 Miliar, Usung Kemampuan Maritim dan Kontrol Drone

Kementerian Pertahanan Israel memfinalisasi kesepakatan pengadaan 12 unit helikopter serang Boeing AH-64E Apache Guardian dari Amerika Serikat senilai kurang lebih US$1 miliar pada 14 Oktober 2026. Pembelian ini mengamankan porsi awal sebesar 40 persen dari total izin penjualan Foreign Military Sales yang diajukan AS awal tahun ini untuk 30 unit Apache senilai US$3,8 miliar.
Baca juga: Hadapi Mi-28 Iran, Israel Borong 30 Unit AH-64E Apache Berteknologi MUM-T dan GPS M-Code
Proses penandatanganan kontrak sempat tertunda setelah melewati batas waktu resmi dari AS akibat perselisihan anggaran internal senilai US$288 juta antara Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan Israel. Kesepakatan akhirnya dicapai atas instruksi Direktur Jenderal Kemhan Israel, Mayor Jenderal Purnawirawan Amir Baram, setelah pemerintah menyetujui pengalihan dana NIS 1 miliar dari program pembangunan komunitas Arab periode 2027 hingga 2029 serta alokasi NIS 68 juta dari anggaran negara 2026.
Pengiriman armada baru ini dijadwalkan berlangsung antara tahun 2030 hingga 2033 dengan nilai rata-rata sekitar US$83,3 juta per unit helikopter yang telah mencakup suku cadang serta peralatan terkait.
Saat ini, Angkatan Udara Israel mengoperasikan dua generasi Apache, yaitu 23 unit AH-64A Peten yang mulai dioperasikan tahun 1990 dan telah dimodernisasi ke standar AH-64Ai serta 20 unit AH-64D Saraf yang diterima sejak April 2005. Armada eksisting ini dilengkapi dengan peranti elektronik lokal seperti sistem komunikasi Elta, mission management Elbit, jaringan tempur Rafael, serta sistem proteksi mandiri elektronik Elisra.
Israel signed a deal to buy 12 Apache helicopters from U.S. manufacturer Boeing, with deliveries starting in the early 2030s.
The government approved NIS 1 billion in funding, largely by cutting a five-year development program for Arab communities. https://t.co/hdOZoyBlYD
— Clash Report (@clashreport) October 15, 2026
Kehadiran 12 unit AH-64E Guardian akan mewakili 27,9 persen dari total armada Apache Israel saat ini. Pada kurun waktu 2030 hingga 2033, unit awal AH-64A milik Israel telah beroperasi selama lebih dari 40 tahun, sementara AH-64D telah beroperasi sekitar 27 tahun, sehingga kelelahan struktur rangka pesawat dan tingginya biaya perawatan armada lama menjadi alasan utama IAF mendorong peremajaan helikopter serang ini.
Dibandingkan dengan varian terdahulu, AH-64E Version 6 ditenagai dua mesin General Electric T700-GE-701D dengan daya 1.994 shaft horsepower per mesin, memberikan peningkatan daya yang signifikan serta performa terbang yang jauh lebih handal di kawasan beriklim panas.
Helikopter Serang AH-64 Apache Angkatan Darat AS Luncurkan Rudal Anti Tank ‘Israel’ Spike-NLoS
Fitur unggulan pada varian ini meliputi radar AN/APG-78 Longbow generasi baru yang terpasang di atas rotor utama dengan jangkauan deteksi meningkat hingga 16 kilometer, kapabilitas Manned-Unmanned Teaming untuk menerima data secara real-time dari drone pengintai, serta sistem M-TADS/PNVS Arrowhead yang mengombinasikan pemantau inframerah dan penanda target optik.
Mengenai persenjataan, selain kanon 30 milimeter dan roket Hydra 70, Apache Israel juga dipersenjatai dengan rudal AGM-114 Hellfire serta rudal jelajah taktis buatan dalam negeri, Spike NLOS, yang memiliki jangkauan serang melampaui 25 kilometer.
AN/APG-78 Longbow: Radar Pengendali Tembakan di Helikopter AH-64E Apache Guardian
Salah satu penekanan paling signifikan dari standar AH-64E Version 6 yang dibeli Israel adalah integrasi mode serangan maritim pada sistem radar AN/APG-78 Longbow serta perangkat lunak manajemen tempurnya. Secara historis, Apache dikenal sebagai pemburu tank di daratan, namun dinamika keamanan regional memaksa Israel untuk menggeser peran helikopter serang ini ke domain pesisir dan laut.
Kemampuan maritim ini sangat krusial bagi Israel untuk menghadapi ancaman perahu cepat taktis, boat kamikaze, dan kapal tanpa awak yang dioperasikan oleh milisi di perairan dangkal Mediterania, terutama di sekitar Gaza dan Lebanon Selatan. Perangkat lunak maritim pada varian baru ini dirancang khusus untuk menyaring pantulan ombak dan mengunci target kecil yang bergerak lincah di perairan dekat pantai.
Pertama Kali di Palagan Iran: Helikopter Serang AH-64 Apache US Army Jatuh di Selat Hormuz
Selain itu, kemampuan maritim tersebut dibutuhkan untuk melindungi infrastruktur energi lepas pantai yang menjadi aset vital Israel, seperti anjungan gas Leviathan, Tamar, dan Karish, dari potensi ancaman di laut. Helikopter AH-64E Apache yang ditempatkan di pangkalan darat mampu terbang dengan kecepatan tinggi untuk memotong pergerakan ancaman maritim sebelum mendekati anjungan gas secara lebih cepat dibanding kapal patroli permukaan.
Sejak meningkatnya konflik kawasan pasca-7 Oktober 2023, IAF rutin mengerahkan helikopter serang untuk menjalankan misi perondaan udara dan pengawasan garis pantai secara ketat. Kombinasi radar maritim jarak jauh dan kapabilitas operasional gabungan udara-laut memungkinkan awak Apache untuk memindai area perairan dari jarak aman, memverifikasi lalu lintas maritim, dan melakukan serangan presisi tinggi tanpa harus mendekati jangkauan pertahanan udara lawan. (Bayu Pamungkas)
Dipandu Radar Sistem Hanud NASAMS, AH-64E Apache Sukses Jadi Pemburu Drone


