Sebagai alutsista strategis, adalah wajar bila basis kapal selam ditempatkan secara tersembunyi, atau minimal jauh dari tangkapan sembarang mata. Bila Anda masih ingat, di Perang Dunia II, Nazi Jerman secara spektakuler membangun fasilitas dermaga terowongan (bunker) untuk armada U-Boat di Saint Nazaire, Perancis. Pembangunan dermaga bunker untuk kapal selam dimaksudkan untuk melindungi dari serangan udara dan yang terpenting lagi, menjaga aspek kerahasiaan dari upaya spionase. Dan, rupanya model basis dermaga bunker untuk kapal selam, kini telah diadaptasi oleh Cina. (more…)
Setelah membangun pangkalan militer di Djibouti, Afrika, rumor internasional kini sedang hangat dengan pembangunan basis pangkalan laut Cina di Pakistan. Pangkalan baru itu kabarnya akan berada di Jiwani, sekitar 80 kilometer di sebelah barat Pelabuhan Gwadar di Baluchistan. Lokasinya terbilang strategis, lantaran dekat cukup dekat dengan Pelabuhan Chahabar Iran yang berada di Teluk Oman. Chahabar sendiri dikembangkan bersama oleh Iran, India, dan Afghanistan. (more…)
Bangkrutnya Hanjin Heavy Industries and Construction, perusahaan yang berbasis di Korea Selatan, rupanya mulai mencemaskan pihak Angkatan Laut Filipina, lantaran Hanjin yang selama ini menjadi pengguna lahan di pelabuhan Teluk Subic terancam angkat kaki. Dan sebagai gantinya, Teluk Subic yang eks pangkakan angkatan laut Amerika Serikat terancam jatuh ke investor baru dari Cina. Pihak AL berupaya agar Subic tidak ‘jatuh’ ke tangan investor Cina, dimana hal tersebut dapat berdampak negatif pada kepentingan stragegis, terutama terkait eskalasi di Laut Cina Selatan. (more…)
Ekspansi armada kapal patroli Penjaga Pantai Cina (China Coast Guard/CCG) yang memasuki ZEE Indonesia di Perairan Natuna tentu mengundang tanya, seperti bagaimana cara memasok kebutuhan bekal ulang pada kapal-kapal tersebut, lantaran posisi lanal utama AL Cina di Hainan dan Woody Island jaraknya terpaut ribuan mil laut. Sementara berita yang tersiar, Cina terkesan mudah merotasi dan menambah perkuatan armada di sekitaran Natuna untuk mengawal kapal-kapal nelayan. (more…)
Bicara tentang kedekatan Singapura dan Amerika Serikat tentu sudah bukan hal baru, mitra strategis Paman Sam di Asia Tenggara ini dapat menjelma sebagai kekuatan militer terkokoh di kawasan tentu berkat restu dan dukungan AS. Bahkan dengan latar keterbatasan ruang udara, Singapura mendapatkan penempatan empat detasemen unsur angkatan udara (RSAF) di wilayah teritori AS. (more…)
Dalam perpektif umum, instalasi militer identik dengan penjagaan ketat, bahkan bila instalasi militer yang dimaksud menjadi basis alutsista, maka penjagaan bakal lebih ekstra. Namun ada pemandangan yang unik di Lanud Neuburg yang jadi sarang Tactical Air Wing 74 di Negara Bagian Bavaria, Jerman. (more…)
Melihat monumen pesawat tempur rasanya sudah biasa, guna mengabadikan kenangan dan pengabdian sang alutsista, jet tempur yang sudah masuk masa purna tugas beberapa dijadikan monumen dan koleksi museum. Misalnya di lini jet tempur TNI AU, koleksi terbaru monumen adalah F-5E Tiger II, yang jasanya dominan sebagai penempur utama TNI AU pada dekade 80/90-an. (more…)
Guna pengembangan pangkalan armada TNI AL di masa depan, serangkaian survei dan pemetaan mutlak dilakukan untuk menjamin keselamatan dalam pelayaran. Seperti yang dilakukan Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) dalam menggelar operasi survei dan pemetaan hidro-oseanografi di perairan Temajuk, Kalimantan Barat. (more…)
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9/2018) petang, telah menyebabkan tsunami yang menerjang Palu, Donggala, dan Mamuju. Dan ketika menyebut nama Palu, langsung terlintas Lanal (Pangkalan Angkatan Laut) Palu yang berada di Watusampu, Palu, Sulawesi Tengah. Nama Lanal Palu selama ini identik sebagai basis terbaru kapal selam TNI AL. Masih beruntung saat kejadian, tidak ada kapal selam TNI AL yang sedang sandar di Lanal tersebut. (more…)
Banyak yang beranggapan bahwa laga latihan gabungan multilateral Pitch Black akan lebih terasa hangat bila menampilkan ‘duel’ antara pesawat tempur besutan Barat/NATO dengan pesawat produksi Rusia. Pith Black 2012 menjadi contoh, kala saat itu TNI AU menyertakan satu flight Sukhoi Su-27/Su-30 guna unjuk keganasan menandingi superioritas F/A-18 Hornet, F-16 Fighting Falcon dan F-15SG yang namanya lebih dulu moncer di kawasan. (more…)