Category: Uncategorized

Di tengah Ketegangan dengan Venezuela, Angkatan Laut AS Terima Wahana Amfibi Terbaru, LCAC 114 dari Textron

Di tengah ketegangan antara Venezuela dan AS, Korps Marinir AS (USMC) kini tengah melakukan latihan militer di Puerto Riko, berjarak sekitar 900 km dari Venezuela, ribuan marinir AS melakukan latihan pendaratan di pantai, salah satu yang kemudian viral adalah momen pendaratan amfibi menggukan hovercraft pengangkut atau Landing Craft, Air Cushion (LCAC), yang diluncurkan dari kapal amfibi jenis Landing Helicopter Dock (LHD) dan Landing Platform Dock (LPD) yang berada di Laut Karibia. (more…)

Drone Tempur (UCAV) Shahed-149 “Gaza” Terbang Perdana dengan Konfigurasi Senjata Lengkap

Kilas balik ke tanggal 21 Mei 2021, saat itu pemerintah Iran memperlihatkan untuk pertama kalinya sosok drone yang diberi label “Gaza.” Pemberian nama Gaza tak lain sebagai bentuk penghormatan atas pejuang dan warga di Jalur Gaza, Palestina. Nah, bersama dengan tercapainya gencatan senjata di Gaza, ada kabar bahwa drone tempur (UCAV) Shahed-149 Gaza telah melakukan uji terbang dengan membawa sejumlah persenjataan. (more…)

Korps Marinir AS (USMC) Borong Tiga Baterai Sistem Hanud Iron Dome, Termasuk 1.840 Rudal Tamir

Expeditionary launcher Iron Dome. Sebanyak 10 tabung rudal Tamir terlihat di sini dimuat di peluncur, yang dapat menampung hingga 20 tabung sekaligus
Expeditionary launcher Iron Dome. Sebanyak 10 tabung rudal Tamir terlihat dimuat di peluncur, yang dapat menampung total hingga 20 tabung sekaligus

Setelah serangkaian pengujian internal, Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) akhirnya mengikuti jejak Angkatan Darat AS (US Army) yang lebih dulu menggunakan rudal Tamir pada sistem hanud Iron Dome buatan Israel. Pengadaan sistem hanud Iron Dome untuk USMC terdiri dari tiga baterai dengan hampir 2.000 unit rudal Tamir. Tentu ada maksud tersendiri bagi pasukan pendarat terkuat di dunia ini untuk melengkapi arsenalnya dengan Iron Dome. (more…)

RX-550 LAPAN: Roket Balistik untuk Misi Militer dan Sipil

Posisi geografis Indonesia yang strategis, membuat kita dapat menjadi mangsa Negara lain. Karenanya untuk terus meningkatkan pertahanan Nasional, kita harus memperkuat persenjataan. Indonesia mulai mencoba mandiri dalam pengadaan alat pertahanan strategis. Salah satunya adalah sistem pertahanan missile/ peluru kendali jarak menengah dan jauh. Usaha ini penting mengingat keuangan Indonesia mungkin tidak sekuat negara-negara lain. (more…)

R-Han 122mm: Solusi Kemandirian Roket Balistik Artileri Medan

105563dmc

Keberadaan roket tak bisa dipandang sebelah mata dalam perkembangan alutsista, pasalnya roket terbukti punya nilai strategis yang sangat diperhitungkan. Tengok saja bagaimana konsep MLRS (Multiple Launch Rokcet System) masih begitu di kedepankan oleh AS dan NATO, begitu juga dengan Indonesia yang sejak era RM70 Grad mulai ‘serius’ memikirkan kemandirian lini roket penggebuk ini. Dalam dimensi lain, penguasaan teknologi roket menjadi dasar untuk pengembangan rudal (peluru kendali). Karena pada dasarnya, rudal adalah roket yang diberi sensor pemandu dan kendali. (more…)

RPG-7: Simple & Deadly – Andalan Senjata Bantu Infanteri Korps Marinir TNI AL

denjaka_weapon2

Selain senapan serbu AK-47, granat berpeluncur roket RPG -7 layak dinobatkan sebagai senjata perorangan besutan Uni Soviet yang legendaris melintasi batas jaman dan telah digunakan banyak negara. Sejak dioperasikan AD Soviet pada tahun 1961, kini 73 negara telah mengoperasikan RPG-7, dan seperti halnya AK-47, RPG-7 juga banyak diproduksi oleh negara lain. Meski agak belakangan, Indonesia akhirnya ikut bergabung sebagai pengguna resmi RPG-7. (more…)

Bofors 375mm : Peluncur Roket Anti Kapal Selam Frigat Kelas Fatahillah TNI AL

Bofors 375mm pada KRI Fatahillah 361

Selain RBU-6000 yang merupakan sista (sistem senjata) peluncur roket anti kapal selam buatan Rusia, TNI AL dalam gelar operasinya juga mengdalkan sista Bofors 375mm, peluncur roket anti kapal selam buatan Bofors (kini Saab Underwater Systems) dari Swedia. Adopsi Bofors 375mm oleh TNI AL bahkan sudah lebih dulu ketimbang RBU-6000. Pasalnya Bofors 375mm menjadi alutsista yang melekat pada frigat kelas Fatahillah, yang terdiri dari KRI Faatahillah (361), KRI Malahayati (362) dan KRI Nala (363). (more…)