Di luar dugaan, pasca serangan Israel ke Iran pada 19 April lalu, belum nampak aksi balasan lanjutan dari Iran, sikap Teheran justru cenderung melunak, padahal sebelumnya petinggi Negeri Para Mullah telah memproklamirkan serangan balasan yang lebih besar dan brutal bila Israel berani menyerang Iran. (more…)
Selain rudal anti tank Kornet (Dehlavieh), debut rudal anti tank lain yang diharapkan ikut ambil bagian dalam perang di Gaza, Palestina, adalah rudal anti tank Almas (Diamond dalam Bahasa Persia). Seperti halnya Dehlavieh, Almas juga diproduksi oleh Iran, namun lantaran kontrol ketat dari pasukan Israel di perbatasan, maka harapan penggunaan rudal Almas ada di tangan milisi Hizbullah yang berada di Lebanon. (more…)
Meski tak diakui oleh Iran, Israel pada 19 April 2024 telah melakukan serangan udara terbatas ke wilayah Iran, sumber media internasional menyebut serangan Israel dilakukan dengan menargetkan tujuh kota besar, bahkan secara bersamaan Isreael juga menyerang target proxy Iran yang ada di Suriah dan Irak. Lantaran setiap serangan Israel ke Iran (begitu pula sebaliknya) harus melewati ruang udara negara lain, maka ada potensi rudal dan pesawat Israel jatuh di teritorial negara tetangga. (more…)
Selain rudal jelajah Tomahawk yang kini digelar Angkatan Darat AS (US Army) di Filipina dalam Typhon Weapon System, ada kabar bahwa pada hari ini, 19 April 2024, rudal jelajah Brahmos (Brahmaputra Moskva) akan tiba Pangkalan Udara Clarck, Filipina. Diterbangkan dari India, Brahmos LACM (Land Attack Cruise Missile) atau rudal anti kapal untuk fungsi pertahanan pantai, dipercaya dapat menjadi efek deteren Negeri Pinoy dalam menghadapi provokasi dari Cina. (more…)
Di tengah ancaman serangan balasan Israel ke Iran, pada hari ini, 18 April 2024, Angkatan Darat Iran merayakan hari jadinya (Iran Army Day) ke-103 lewat sebuah parade militer di Teheran. Dari serangkaian alutsista yang dipamerkan, mata dunia tertuju pada sistem senjata pertahanan udara (hanud) Iran, pasalnya atas titah dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, maka Israel dalam waktu dekat akan melancarkan serangan udara ke Israel, dan kemampuan hanud Iran akan diuji untuk bisa menghadapinya.
Baru digunakan Angkatan Darat Rusia pada akhir tahun 2014, sistem pertahanan udara berbasis rudal Tor-M2U terbilang baru, dan Tor-M2U juga telah ikut ambil bagian secara aktif dalam operasi militer Rusia di Ukraina. Dengan dinamika peperangan yang terjadi, Almaz-Antey sebagai pengembang Tor-M2U, telah menghadirkan upgrade dengan menambahkan algoritma kecerdasan buatan – AI (Artificial Intelligence) pada Tor-M2U yang digunakan di Ukraina, termasuk diklaim sukses menembak jatuh roket yang diluncurkan oleh HIMARS dan MLRS Vilkha buatan Ukraina. (more…)
Provokasi Cina atas Filipina dalam beberapa hari ini mulai berkurang, setelah untuk pertama kalinya Angkatan Darat AS (US Army) mengerahkan Typhon Weapon System di sisi utara Pulau Luzon. Meski kehadiran Typhon Weapon System dalam tajuk Latihan Salaknib 2024, namun apa yang dibawa Typhon Weapon System dipercaya dapat membuat Beijing berpikir dua kali untuk mencoba melakukan provokasi ke Filipina, terutama dalam waktu dekat ini. (more…)
Saat rudal balistik Iran meluncur di tengah kegelapan malam pada 13 April lalu, maka hampir tak mungkin untuk mengetahui jenis rudal balistik yang dimaksud. Nah, keeseokan harinya, dari puing-puing yang tersebar di beberapa lokasi di Israel, mulai diketahui jenis rudal balistik yang dimaksud. Seperi salah satiu yang viral adalah temuan puing booster rudal balistik jarak menengah atau Medium-range ballistic missile (MRBM) di Laut Mati. (more…)
Seantero dunia kini sedang menantikan momen besar yang sangat menentukan, yakni kapan Iran bakal melancarkan serangan langsung ke Israel. Meski intelijen AS dan Barat telah memprediksi akan adanya serangan dalam waktu sangat dekat. Namun, Iran juga harus berhitung, pasalnya bila serangan yang mengandalkan kombinasi rudal balistik/jelajah dan drone kamikaze dapat ditangkis, maka bukan tak mungkin justru Iran yang akan menjadi bulan-bulanan serangan balasan Israel. (more…)
Selain jet tempur stealth F-35 Lightning II yang ordernya meroket pasca invasi Rusia ke Ukraina, ada jenis alutsista berharga mahal yang juga laris diborong oleh negara-negara sekutu Paman Sam. Yang dimaksud adalah sistem pertahanan udara (hanud) MIM-104 Patriot besutan Raytheon Technologies. Bagi pengguna Patriot eksisting seperti kebanyakan negara-negara NATO, repeat order kini telah dijalankan, yang salah satunya dilakukan setelah ‘donasi’ baterai Patriot untuk Ukraina. (more…)