
Tanpa diketahui secara luas, selama ini telah terjalin kerjasama yang erat antara BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) dan Turkish Aerospace. Dan jauh-jauh hari sebelum penggunaan drone menjadi trend seperti saat ini, sejak tahun 2008, kedua institusi telah menjalankan program pengembangan drone dalam uji di terowongan angin (wind tunnel). (more…)

Hadirnya teaser dalam pra peluncuran produk sudah wajar adanya, tidak hanya pada produk smartphone dan mobil saja, di industri alutsista, teaser berupa plot video pendek juga pernah digadang dalam peluncuran jet tempur, seperti Saab saat meluncurkan Gripen E pada tahun 2016 silam. (more…)

Beragam rintisan senjata telah dirilis untuk mendukung peperangan jarak dekat atau close quarters battle. Tidak hanya seputar senjata yang digenggam pasukan, namun wahana berupa rantis (kendaraan taktis) serbu untuk misi perang jarak dekat juga punya kualifikasi tersendiri. Berangkat dari karakter peperangan yang bersifat khusus, Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbangad) telah menelurkan sosok rantis yang terbilang beda dari yang sebelum-sebelumnya. (more…)

Beberapa waktu lalu Indomiliter.com pernah mengulas Sapta Pangrungu, yakni fire finder alias pelacak lokasi datangnya tembakan artileri lewat teknologi rambatan suara. Ditangan Dislitbangad dan Laboratorim Sistem Kendali & Komputer Institut Teknologi Bandung (ITB), Sapta Pangrungu dipasang pada platform rantis intai buggy Komodo KIT 250AT. Dan hampir serupa dengan Sapta Pangrungu, TNI AL lewat Dislitbangal juga merilis apa yang disebut Gun Fire Locator. (more…)

Setelah tiga bulan melewati serangkaian tahapan uji coba yang terdiri dari mine blast test, uji dinamis dan uji daya gempur, dan hasilnya dinyatakan memuaskan oleh PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri (FNSS), maka selanjutnya tahapan yang harus dijalankan adalan proses produksi. Tentu dalam tahap ini, semua berpulang pada order dari pihak pemesan. Selain PT Pindad yang mengharapkan adanya pesanan setidaknya 100 unit medium tank dari Kementerian Pertahanan untuk Kavaleri TNI AD, nyatanya pihak Turki juga punya tanggapan tersendiri. (more…)

Teknologi peluncur roket, khususnya pada segmen MLRS (Multiple Launcher Rocket System) pelan-pelan telah dikuasasi, meski masih dalam koridor prototipe, peluncur roket FFAR (Folding Fin Aerial Rocket ) 2,75 Inchi kaliber 7 0mm towed (tarik) dan peluncur roket balistik R-Han 122B versi self propelled dengan platform truk telah dirilis ke hadapan publik. Namun, peluncur roket dengan teknologi mekanika elektronik (mekatronik) terbilang masih langka dalam penelitian litbang pertahanan. (more…)

Bila tiada aral melintang, pada tahun 2020 pengembangan prototipe rudal jelajah Petir yang digarap PT Sari Bahari dan Balitbang Kementerian Pertahanan akan memasuki babak akhir. Hal tersebut ditandai dengan rencana desain dan pengembangan prototipe rudal Petir generasi keempat. Dibandingkan prototipe Petir generasi ketiga yang tengah diuji coba, maka Petir generasi keempat akan dibuat dengan beragam penyempurnaan yang signifikan. (more…)

Ada yang berdeda dari peran drone copter ini, wujudnya memang sebuah hexa copter biasa dengan enam unit vertical propeller. Namun rancangan drone berwarna hijau tua ini cukup mengerikan, pasalnya wahana yang disebut Rotary Wing UAV ini digadang mampu menghancurkan kendaraan tempur lapis baja ringan. (more…)

Sosoknya yang tampil beda memang langsung membetot perhatian jagad netizen, apalagi truk dengan desain futuristik ini seperti dijelaskan mengemban peran sebagai self propelled MLRS (Multiple Launcher Rocket System). Tampak Muka sebagai panser Anoa, sementara tampak bagian tengah dan bagian peluncur desainnya laksana M142 HIMARS (High Mobility Artillery Rocket System) yang digunakan AD Singapura. Tak pelak ransus (kendaraan khusus) yang disebut sebagai Kendaraan Peluncur Roket MLRS R-Han 122B ini menarik perhatian pada awal Februari 2018 lalu. (more…)

Untuk melengkapi persenjataan lini pasukan khusus, corner shot jelas bukan barang baru lagi, guna menghadapi Pertempuran Jarak Dekat (PJD) atau CQB (Close Quarter Battle), beberapa satuan elite TNI sudah mengadopsi corner shot. Namun corner shot dalam label “CornerShot” yang digunakan TNI saat ini masih buatan luar negeri. Berangkat dari kebutuhan operasi PJD, Politeknik Kodiklatad TNI AD di Malang, telah merilis corner shot pistol yang dibuat berdasarkan penelitian dan produksi internal. (more…)