Melihat pencapaian Rusia dan Cina dalam adopsi rudal hipersonik, rupanya memicu gengsi Prediden AS Doland Trump untuk menggeber pengembangan rudal dengan kecepatan di atas Mach 5 tersebut. Alhasil dalam berbagai orasinya, ambisi rudal hipersonik terus didengungkan Trump. Dan terkait rudal hipersonik, belum lama ini ada kabar bahwa sebuah pembom stragegis B-52 AU AS, dilaporkan mengalami insiden, dimana rudal hipersonik yang ‘digendongnya,’ terlepas dari cantelan (hardpoint) secara tak sengaja. (more…)
Pertama kali diperlihatkan ke publik pada Indo Defence 2008, meriam howitzer ME-105 yang dirilis PT Pindad langsung membetot perhatian publik. Betapa tidak, inilah sosok meriam tarik pertama yang wujudnya secara nyata berhasil dibuat oleh perusahaan dalam negeri. Saat itu, Indonesia sudah berhasil memproduksi kapal patroli cepat, pesawat intai, panser sampai senapan serbu, namun ironisnya, lini persenjataan artileri seperti seolah terlupakan, terlepas dari upaya produksi munisi yang telah dilakukan oleh PT Pindad selama ini. (more…)
Lepas dari masa pandemi Covid-19 yang memberi tekanan pada anggaran pertahanan, Indonesia pun sudah telat dalam kewajiban pembayaran pada proyek jet tempur KFX/IFX. Sejauh ini Indonesia telah membayar 272,2 miliar won, namun Indonesia gagal membayar 301 miliar won yang seharusnya dibayar pada akhir September 2019. Dan kini ada kabar terbaru, bawah Indonesia kembali telat melakukan pembayaran, dimana seharusnya Indonesia membayar 500,2 miliar won pada bulan lalu. (more…)
Sejak debut perdananya di Zhuhai AirShow pada 10 November 2014, sosok jet tempur stealth kedua Cina J-31/FC-31 Gyrfalcon seolah menghilang dari mata publik. Jet tempur yang dirancang sebagai rival F-35 Lightning II ini begitu dirahasiakan perkembangannya. Namun, sejak awal Mei 2020, sejumlah foto FC-31 Gyrfalcon kembali muncul di media sosial Cina. Berbeda dengan kemunculannya di tahun 2014 yang dibalut cat warna biru gelap, maka jet tempur yang masih dalam status prototipe ini terliat terbang dengan cat baru abu-abu perak (silver gray). (more…)
Boeing Australia rupanya mengambil langkah gercep (gerak cepat), setelah 8 April lalu mengumumkan tuntas dalam pembuatan bodi fuselage dan menghidupkan sistem roda pendarat berikut kelistrikan pada drone Loyal Wingman. Maka pada 5 Mei 2020, Boeing Australia telah meluncurkan prototipe pertama dari tiga unit prototipe yang akan dibuat untuk kebutuhan AU Australia (RAAF). (more…)
Setelah tahun lalu memperlihatkan full mockup Loyal Wingman, Boeing Australia baru-baru ini telah memperlihatkan kemajuan signifikan dalam proyek yang disebut Airpower Teaming System (ATS), persisnya Boeing Australia kini telah merampungkan pembuatan fuselage (badan drone) Loyal Wingman, dimana Boeing Australia bersama dengan AU Australia (RAAF) merencanakan uji terbang perdana prototipe Loyal Wingman pada tahun ini (2020 -red). (more…)
Jepang adalah contoh bagaimana suatu negara kaya dapat bermain cantik, di satu sisi tetap dalam kelompok ‘sekutu’ Amerika Serikat, namun disisi lain punya ketegasan dalam pengembangan dan pemenuhan industri pertahanan dalam negeri. Bukti ketegasan Jepang belum lama ini ditunjukkan dengan keputusan untuk mengembangkan sendiri jet tempur stealth masa depan pengganti Mitsubishi F-2, dan menolak tawaran desain dari Lockheed Martin dan Boeing dari AS, dan BAE Systems dari Inggris. (more…)
Wahana infiltrasi laut banyak ragamnya, mulai dari kapal selam konvensional sampai kapal permukaan hybrid telah digunakan oleh satuan elite TNI, seperti Komondo Pasukan Katak (Kopaska) yang memang punya keahlian untuk misi tersebut. Namun dari Kota Buaya, tepatnya tim dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) punya rancangan baru yang termasuk revolusiner, yaitu tengah digarap prototipe kapal kombatan hybrid dengan kemampuan plus. (more…)
Keberadaan target drone sudah jamak dalam dunia militer, di Indonesia misalnya, target drone lazim digunakan dalam sesi latihan di satuan Artileri Pertahanan Udara. Umumnya target drone yang digunakan menggunakan platform tenaga propeller, ada juga yang menggunakan platform turbin, meski sangat terbatas, seperti target drone PMRobotics JT-240 dan Jalak yang dikembangkan PT Sari Bahari. (more…)
Roll out prototipe drone MALE (Medium Altitude Long Endurance) “Elang Hitam” telah dirilis hari ini (30/12) oleh PT Dirgantara Indonesia, dan seperti telah diwartakan, prototipe drone MALE ini dijadwalkan terbang perdana pada tahun 2020 dan diproyeksikan tuntas mendapatkan sertifikasi produk militer pada tahun 2023. Dan untuk menuju ke tahapan tersebut, PT DI tidak hanya membuat satu unit prototipe. Persisnya BUMN Strategis ini akan membuat hingga lima unit prototipe Elang Hitam, termasuk prototipe yang nantinya menggunakan roda pendarat model lipat. (more…)