Ada kabar baik terkait alutsista Pusat Penerangan Angkatan Laut (Puspenerbal), yakni pesawat intai maritim CN-235 220 Maritme Patrol Aircraft (MPA) TNI AL akan mendapatkan paket upgrade kemampuan dengan dukungan pendanaan lewat Foreign Military Sales (FMS) yang digulirkan Washington. (more…)
Bersama dengan dua unit pesawat intai maritim Atlantique 2 milik Angkatan Laut Perancis, di Bandara Internasional Kertajati rupanya juga terdapat P-8I Poseidon, pesawat intai maritim milik Angkatan Laut India. Atlantique 2 dan P-8I Poseidon hadir di Kertajati terkait Latma multinasional “La Perouse 2025” yang dihelat mulai tanggal 16 hingga 24 Januari 2025. (more…)
Lantaran asal usulnya terkait dengan Indonesia, maka debut CN-235 di luar negeri kerap menarik perhatian, khususnya beberapa varian diciptakan dengan teknologi yang lebih maju ketimbang dari yang dioperasikan Indonesia. Dan salah satu CN-235 dengan varian canggih adalah milik Turkish Coast Guard Command. (more…)
Menutup akhir tahun, industri pertahanan Cina membuat serangkaian kejutan besar. Setelah penerbangan perdana prototipe jet tempur stealth generasi keenam pada 26 Desember lalu, ada lagi peluncuran kapal serbu amfibi “Sichuan” Type 076 berbobot 40.000 ton pada 27 Desember 2024. Tapi itu belum cukup, ada kejutan juga di segmen Airborne Early Warning and Control (AEW&C). (more…)
Dirancang sebagai pesawat angkut sedang multirole yang mampu menandingi kedigdayaan C-130J Super Hercules, Embraer kini melangkah pada pengembangan baru C-390 Millennium. Setelah hadir dalam varian angkut dan tanker udara, C-390 Millennium saat ini tengah ditingkatkan kemampuannya sebagai pesawat intai maritim – Martime Patrol Aircraft (MPA). (more…)
Pasca Insiden di Pulau Hainan 1 April 2001, pemerintah Cina tidak mau begitu saja mengembalikan pesawat intai (spy plane) EP-3E ARIES II ke Amerika Serikat. Sudah bisa ditebak, EP-3E ARIES II langsung menjadi bahan oprek untuk dipelajari oleh teknisi Cina. Lewat negosiasi yang alot, EP-3E akhirnya dikembalikan ke AS pada 3 Juli 2001 dalam bentuk potongan dan diangkut ke AS menggunakan dua pesawat charter Antonov An-124. (more…)
1 April 2001, menjadi momen yang memalukan bagi militer Amerika Serikat, persisnya pada tanggal itu telah terjadi “Hainan Island incident,” dimana sebuah pesawat intai EP-3E ARIES II terpaksa mendarat darurat di basis militer Cina di Pulau Hainan. Sebanyak 24 awak pesawat intai itu ditahan dan diinterogasi oleh otoritas Cina, hingga akhirnya dibebaskan 10 hari kemudian. (more…)
Dari sekian banyak jenis pesawat yang pernah mengudara dan berpartisipasi dalam berbagai jenis perang atau penyergapan, ternyata ada segelintir armada udara milik United States Air Force (USAF) yang sudah memasuki usia lebih dari setengah abad. Hebatnya lagi, masih ada yang beroperasi hingga saat ini! Apakah para armada ini masih cukup kompatibel untuk menjadi garda terdepan pertahanan sebuah negara? (more…)
Ketegangan militer Rusia dan Amerika kembali memanas setelah pesawat tempur multirole Rusia, Sukhoi Su-35 melakukan manuver headbutt terhadap burung besi milik Angkatan Udara AS (USAF), F-16 pada 23 September 2024 silam di daerah Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) Alaska. Tentu saja, manuver ini dinilai sangat membahayakan baik untuk pihak Rusia dengan Su-35-nya dan pihak Amerika dengan F-16-nya.
Dengan hadirnya drone intai tempur MQ-9B SeaGuardian buatan General Atomics Aeronautical Systems, maka militer Jepang berencana untuk mengurangi sejumlah arnada pesawat intai maritim Kawasaki P-1 yang kini berjumlah 33 unit. Namun, meningkatknya kemampuan Cina dalam pengembangan pesawat intai dengan kemampuan peperangan elektronik (electronic warfare/EW), mendorong Jepang untuk melakukan modernisasi pada armada pesawat EW-nya. (more…)