Ada kabar terbaru dari Negeri Ottoman, dimana Angkatan Laut Turki berhasil menuntaskan uji coba laut atas meriam kapal MKE 76 mm. Perusahaan milik negara Turki MKE (Makine Kimya Endüstrisi) telah menyelesaikan uji coba laut dari meriam Naval Gun 76 mm yang dikembangkan di dalam negeri di atas korvet Burak Class (D’Estienne d’Orves-class aviso) TCG Beykoz (F-503). (more…)
Alutsista buatan Rusia kembali menggelegar di arsenal kapal perang TNI AL, setelah KCR (kapal Cepat Rudal) KRI Tombak 629 pada 4 Agustus 2022 lalu melakukan latihan penembakan meriam Burevestnik A-220M naval gun 57 mm di Laut Jawa. (more…)
Sebagai unsur kekuatan tempur yang terbilang lengkap, Armada Laut Hitam Rusia tak hanya dilengkapi dengan persenjataan berupa kapal perang permukaan, kapal selam dan kapal pendarat amfibi, lain dari itu yang jarang disebut, Armada Laut Hitam Rusia juga mengoperasikan sistem pertahanan pantai yang disebut A-222E Bereg 130 mm coastal mobile artillery system. (more…)
Angkatan Darat Filipina telah membentuk batalyon baru untuk mengoperasikan sistem senjata self propelled howitzer (SPH) beroda ban Atmos (Autonomous Truck Mounted howitzer System) 2000 yang belum lama didatangkan dari perusahaan Israel Soltam Systems (Elbit Systems). Resimen Artileri Angkatan Darat Filipina telah meresmikan unit baru, yakni Batalyon Artileri Lapangan ke-10 yang mengoperasikan 12 unit Atmos 2000. (more…)
Eurosatory 2022 tak melulu menampilkan alutsista keluaran baru, ada juga yang menawarkan paket upgrade untuk alutsista berusia tua. Seperti salah satunya adalah Johh Cockerill (d/h CMI), manufaktur meriam dan sistem senjata kavaleri asal Belgia ini memajang MBT (Main Battle Tank) Leopard 1A5 dengan dipasangi kubah meriam Cockerill 3105. Bagi pemerhati dunia alutsista di Indonesia, nama Cockerill 3105 seolah tak asing lagi. (more…)
Siapa yang tak kenal dengan Excalibur Army, manufaktur persenjataan berat asal Ceko yang menjadi mitra pemasok alutsista untuk Armed Korps Marinir TNI AL, belum lama ini telah memperkenalkan arsenal terbarunya yang diberi label Morana, yakni jenis self propelled howitzer (SPH) di kaliber 155/52 mm. Diperkenalkan dalam ajang Eurosatory 2022, Morana SPH dirancang dari pengalaman Excalibur saat membangun SPH Dana M1 dan M2 di kaliber 152/37 mm. (more…)
Netizen kadang ada saja yang mencibir keberadaan meriam PSU (Penangkis Serangan Udara) S-60 yang masih digunakan oleh Arhanud di Indonesia. Lantaran sudah berusia tua, yakni didatangkan ke Indonesia pada awal dekade 60-an, S-60 pun dijuluki sebagai “Si Mbah.” Namun, jangan salah, debut S-60 sampai detik ini masih bersinar dalam laga peperangan modern. (more…)
Nama M109A4 BE sudah tak asing bagi pemerhati alutsista di Indonesia, pasalnya inilah self propelled tracked howitzer terbaru dan tercanggih di lini artileri medan (armed) TNI AD. Label “BE” menyiratkan bahwa inilah varian M109A4 yang diproduksi oleh Belgia. Total ada 64 unit M109A4 BE yang dioperasikan Angkatan Darat Belgia, yang mana kesemuanya telah dipensiunkan AD Belgia pada tahun 2008. (more…)
Meski posisi Korea Selatan mendukung perjuangan Ukraina, namun Seoul harus berpikir dua kali untuk mengabulkan permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang meminta Korea Selatan untuk mengirimkan MBT (Main Battle Tank) T-80U dan IFV (Infanry Fighting Vehicle) BMP-3. (more…)
MLRS Norinco AR2 300 mm 8×8 (Twitter account of Jesus Roman)
Selama ini debut alutsista Kamboja nyaris tak terdengar, namun ada kabar yang menarik dari Negeri Khmer ini. Disebutkan bahwa Angkatan Darat Kamboja mengakuisisi tiga jenis sistem senjata artileri medan (armed) kelas berat dari Cina. Uniknya, ketiga jenis senjata yang diketahui terdiri dari self propelled MLRS (multiple launch rocket system) AR2 300 mm, Type 90B 122 mm dan self propelled howitzer SH15 155 mm, kesemuanya adalah produksi Norinco (North Industries Group Corporation Limited). (more…)