Tabung peluncur torpedo standar kaliber 21 inci atau 533 mm pada kapal selam kini tidak lagi hanya menjadi domain eksklusif bagi torpedo berat, rudal anti-kapal, atau penyebaran ranjau laut. Dua perusahaan pertahanan asal Jerman, GABLER yang dikenal sebagai spesialis pembuat tiang mast kapal selam dan FLANQ sebagai pabrikan teknologi otonom maritim, baru saja mengumumkan keberhasilan uji penerimaan laut (Sea Acceptance Test/SAT) untuk Ranger. (more…)
Kemenangan raksasa galangan kapal asal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), dalam mengamankan proyek Canadian Patrol Submarine Project menandai babak baru dalam hubungan geopolitik Trans Atlantik. Setelah berhasil menyisihkan pesaing ketatnya dari Korea Selatan, Hanwha Ocean Co. Ltd., perusahaan manufaktur papan atas asal Kiel ini kini mengemban tanggung jawab besar untuk merealisasikan proposal investasinya di Kanada. (more…)
Kegagalan sering kali menjadi batu loncatan menuju kesuksesan yang lebih besar, dan hal inilah yang kini tengah dihadapi oleh industri pertahanan Korea Selatan. Meskipun Hanwha Ocean harus menerima kekalahan dalam proyek pengadaan kapal selan bernilai fantastis di Kanada, para ahli dan pejabat industri justru menilai peristiwa ini sebagai pembuktian strategis bagi teknologi militer Negeri Ginseng. (more…)
Proyek Pengadaan Kapal Selam Patroli Kanada (Canadian Patrol Submarine Project/CPSP) akhirnya mencapai babak krusial yang mengejutkan industri pertahanan global. Pemerintah Kanada secara resmi telah menunjuk galangan kapal asal Jerman, ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS), sebagai preferred supplier (pemasok pilihan) untuk menyediakan hingga 12 unit kapal selam canggih HDW Type 212CD (Common Design). (more…)
Dinamika geopolitik global saat ini tengah menyaksikan pergeseran besar dalam doktrin pertahanan Jepang. Seperti halnya Jerman yang mulai memperkuat militernya secara signifikan, Jepang kini bangkit dengan sangat progresif pasca-Perang Dunia Kedua, khususnya dalam memperkuat taring kekuatan bawah lautnya. (more…)
Keputusan Polandia untuk memfinalisasi kontrak akuisisi tiga unit kapal selam kelas A26 Blekinge (versi ekspor dikenal sebagai A26 Oceanic) senilai US$4,8 miliar dengan Saab Kockums menjadi anomali yang sangat menarik dalam lanskap pengadaan alutsista global. Di bawah program strategis bertajuk Orka, Warsawa secara sadar menjatuhkan pilihannya pada sebuah platform yang purwarupanya sendiri belum pernah diluncurkan ke air, baik untuk pesanan dalam negeri Angkatan Laut Swedia maupun pasar ekspor. (more…)
Kemampuan insinyur Indonesia kembali menorehkan tonggak penting dalam perjalanan menuju kemandirian industri pertahanan nasional. Melalui keberhasilan menyelesaikan Qualification Section, PT PAL Indonesia bersama Naval Group menegaskan bahwa transfer teknologi pada Program Kapal Selam Scorpene Republik Indonesia (SRI) telah berjalan efektif dan menghasilkan peningkatan kompetensi sumber daya manusia nasional sesuai standar manufaktur kapal selam kelas dunia. (more…)
Dengan nilai US$4,8 Miliar, Pemerintah Polandia akhirnya resmi memborong tiga kapal selam generasi kelima A26 Blekinge class buatan Saab, Swedia. Yang tanda-tanda kemengan Saab sebelumnya telah terbaca dengan disewanya kapal selam Angkatan Laut Swedia HMS Södermanland sebagai sarana pelatihan transisi kru. (more…)
Menyusul langkah taktis menyewa kapal selam HMS Södermanland sebagai sarana pelatihan transisi kru, Pemerintah Polandia akhirnya meresmikan langkah raksasa untuk merombak total kekuatan bawah airnya. Pada 29 Juni 2026, Pemerintah Polandia resmi menandatangani kontrak senilai US$4,83 miliar dengan pabrikan pertahanan Swedia, Saab. (more…)
Kompetisi pengadaan alutsista kelas berat kini tidak hanya terjadi di balik pintu ruang rapat dan lobi yang tertutup. Raksasa galangan kapal Korea Selatan, Hanwha Ocean, secara mengejutkan meluncurkan strategi pemasaran massal (mass marketing) yang sangat agresif di ruang-ruang publik Kanada. (more…)