Komando Armada II TNI AL kembali kedatangan tamu kehormatan dari belahan bumi Eropa, seiring dengan merapatnya fregat penjelajah mutakhir milik Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninklijke Marine), HNLMS De Ruyter (F804). Kapal perang berkemampuan siluman dari De Zeven Provinciën class ini dilaporkan tengah melakukan pelayaran diplomasi jarak jauh ke wilayah Indo-Pasifik dan mengambil titik sandar terakhirnya di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. (more…)
Proyek ambisius Australia untuk memperkuat armada permukaan melalui program fregat masa depan berbasis desain Mogami class asal Jepang kini memasuki babak baru dalam pemilihan sistem persenjataannya. (more…)
Ketegangan di kawasan Teluk memasuki fase kritis seiring dengan keputusan Inggris yang seolah “terseret” lebih dalam oleh Amerika Serikat ke dalam pusaran konflik langsung dengan Iran. Pengerahan kapal perusak (destroyer) HMS Dragon (D35) ke wilayah Selat Hormuz bukan sekadar misi patroli rutin, melainkan pernyataan sikap London yang kini berdiri sejajar dengan Washington dalam menghadapi potensi ancaman dari Teheran di jalur logistik energi paling vital di dunia. (more…)
Fenomena penggunaan perlindungan tambahan berupa struktur kandang atau jaring besi, yang populer disebut sebagai “cope cage,” kini resmi berpindah medium dari domain darat ke laut. Jika sebelumnya proteksi improvisasi ini hanya lazim terlihat pada atap tank atau kendaraan tempur di darat, laporan terbaru menunjukkan bahwa militer Rusia mulai menerapkan metode serupa pada armada kapal perang mereka. Langkah ini diambil sebagai respons pragmatis atas ancaman drone Ukraina di wilayah Laut Hitam. (more…)
Tartus Russian naval base (Alexander Zemlianichenko/AP)
Kejatuhan rezim Bashar al-Assad di Suriah beberapa waktu lalu sempat memicu spekulasi berakhirnya era kekuatan maritim Rusia di Mediterania, namun kenyataan di lapangan menunjukkan manuver yang jauh lebih kompleks. Menjelang peringatan Victory Day pada Mei 2026, Moskow memperlihatkan manuver ‘comeback’ yang sangat terencana dengan upaya menghidupkan kembali kuku militernya yang sempat “mati suri” pasca naiknya pemerintahan baru di Damaskus. (more…)
Pasca penggunaan rudal balistik hipersonik pertama kali oleh Rusia dalam serangan ke Ukraina, otomatis program AS dan negara-negara NATO untuk menghadirkan sistem senjata pencegat anti rudal balistik menjadi prioritas. Mengingat pengembangan butuh waktu, saat ini kekuatan pencegatan rudal balsitik hipersonik bertumpu pada aset yang sudah ada, salah satunya adalah rudal Standard Missile-6 (SM-6) yang terpasang pada kapal perang permukaan. (more…)
Pada tanggal 12 Maret 2025, Angkatan Laut Jepang atau Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF), melakukan komisioning atas unit keempat kapal pemburu ranjau – mine countermeasures vessel (MCMV) Awaji class (JS Nomi -307) di Kota Yokohama, Prefektur Kanagawa, sebelah selatan Tokyo. (more…)
Masih hangat berita tentang aksi Task Group 107 Angkatan Laut Cina (PLAN) South Sea Fleet yang melakukan penembakan peluru tajam di Laut Tasman, perairan di antara Australia dan Selandia Baru. Nah, Gugus Tempur Sang Naga yang terdiri dari dua kapal perang dan satu kapal tanker tersebut, rupanya melintasi perairan Indonesia sebelum menjangkau Australia. (more…)
Guna mengikuti Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 di Perairan Bali, Angkatan Laut India mengerahkan kapal perang dari jenis LST (Landing Ship Tank) INS Shardul (L16) dan sebuah pesawat intai maritim P-8I Poseidon. (more…)
Berbeda dengan latihan bersama (Latma) multilateral La Perouse 2025 (16 – 25 Januari) yang dihelat Perancis dengan melibatkan sembilan negara di kawasan sekitar selat Malaka, selat Sunda dan selat Lombok, maka pada Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2025 yang berlangsung di Bali (15 – 22 Februari), Angkatan Laut Perancis tidak menyertakan kapal perang canggihnya. (more…)