Dengan restu dan dukungan dari pihak manufaktur, para insinyur dan pengembang Ukraina punya keleluasaan untuk meracik dan mengkombinasikan antar jenis senjata menjadi bentuk baru yang selama ini belum ada di pasaran. Sebut saja seperti kunculan USV (Unmanned Surface Vehicle) kamikaze bersenjata rudal R-73 “FrankenSAM” dan rudal udara ke udara ASRAAM yang diubah jadi rudal hanud pada Supacat 6×6. Nah, rupanya giliran segmen Main Battle Tank yang akan mendapat sentuhan “Frankenstein”. (more…)
APC M113 kondang sebagai ranpur lapis baja ringan yang laris manis digunakan banyak negara, termasuk di antaranya dioperasikan Batalyon Infanteri Mekanis TNI AD. Sebagai ranpur lapis baja ringan yang beratnya hanya 12 ton-an. M113 dihadapkan pada kenyataan bahwa proteksi lapis bajanya tergolong tipis, maka itu M113 yang beroperasi tanpa proteksi tambahan amat mudah untuk dilumpuhkan oleh tembakan dari kanon dan senapan mesin berat. (more…)
Metode penghancuran drone lewat tembakan rudal masih menjadi pilihan, pasalnya rudal hanud (pertahanan udara) mampu menetralisir laju drone dari jarak jauh. Meski begitu, penggunaan rudal hanud untuk menjatuhkan drone masih menjadi simalakama, pasalnya harga rudal hanud dengan presisi tinggi tak sebanding dengan harga drone yang dijatuhkan. (more…)
Sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa dari senjata yang satu ini, pasalnya kanon hanud ZU-23-2 sudah biasa digunakan dalam perang Ukraina. Namun, postingan dari akun X (d/h Twitter) Clash Report menjadi menarik untuk Anda cermati, yakni kanon ZU-23-2 yang digunakan pasukan pertahanan Angkatan Udara Rusia, dipasang pada platform rantis (kendaraan taktis) 4×4 jenis jip yang mirip dengan Humvee. (more…)
Muncul perdana pada Zhuhai AirShow 2022, Type 625E Anti Aircraft (AA) Gun Missile Integrated Weapon System produksi Norinco langsung menarik perhatian netizen global, lantaran Cina berhasil meluncurkan ranpur (kendaraan tempur) lapis baja 8×8 yang dipersenjatai secara hybrid, dengan kombinasi rudal hanud (pertahanan udara) dan kanon laras putar, lengkap dengan radar penjejak sasaran di dalam satu kubah (turret), yang sepintasnya asasinya mirip dengan desain sistem hanud Pantsir S1 buatan Rusia. (more…)
Apa yang dilakukan Jepang dalam pengembangan electromagnetic railgun sudah mencapai lompatan jauh, bahkan dalam beberapa parameter telah mengungguli pencapaian yang telah dilakukan oleh Cina dan Amerika Serikat. Namun, Jepang ingin lebih dari itu, Negeri Sakura ingin implementasi railgun bisa lebih cepat. (more…)
Kemunculan drone intai di suatu obyek vital tak bisa dihadapi dengan santuy, pun boleh jadi perlu waktu untuk mengeliminasi dengan teknik jamming, lantaran dibutuhkan pengaturan frekuensi yang pas. Nah, ada kabar dari Polandia yang memperkenalkan prototipe sistem hanud untuk menghadapi drone dengan tembakan dari senapan mesin berat (SMB). (more…)
Sistem pertahanan udara (hanud) Pantsir tidak henti dikembangkan oleh Rusia, sebagai sistem hanud yang kompak dengan memadukan keunggulan kanon, rudal anti pesawat dan radar, Pantsir kini bahkan telah diadaptasi pada platform kapal perang. Namun, ujian paling menantang dari Pantsir ada pada platform darat yang ditempatkan pada heavy truck 8×8. Seperti medan perang di Ukraina mengharuskan pihak perancang, KBP Instrument Design Bureau, untuk mengadaptasi Pantsir agar lebih adaptif terhadap dinamika peperangan. (more…)
Meriam penangkis serangan udara (PSU) yang satu ini usianya relatif sama dengan meriam S-60 Arhanud TNI AD. Di Indonesia, meriam ini dipercayakan operasionalnya kepada Arhanud Korps Marinir. Seperti halnya basis pangkalan udara (lanud), maka keberadaan pangkalan angkatan laut berupa dermaga juga menjadi bagian elemen vital yang harus mendapat perlindungan, maklum di basis pangkalan laut biasanya berkumpul beberapa kapal perang dan instalasi penting lainnya. (more…)
Meski debut sistem hanud Pantsir S-1 sudah tak asing lagi dalam operasi militer Rusia di Ukraina, namun, ada yang berbeda dari salah satu Pantsir S-1 yang dikerahkan Rusia di wilayah timur Ukraina. Dalam video terbaru yang dirilis Kementerian Pertahanan Rusia pada 20 April 2024, nampak sistem hanud Pantsir-S1 dengan pola kamuflase yang tidak biasa. Yang belakangan diketahui bahwa pola kamuflkase pada Pantsir S-1 tersebut adalah pola yang digunakan pada Pantsir S-1 pesanan Irak. (more…)