Meski efektivitasnya dalam pertempuran masih perlu dibuktikan, namun konvergensi kanon reaksi cepat pada kapal perang, yang dipindahkan ke platform kendaraan bergerak di darat, menarik untuk dicermati. Setelah yang dilakukan militer Libya pada kanon AK-230, kini kanon reaksi cepat yang lebih baru dan modern, AK-630M dikabarkan tengah dikembangkan untuk sistem pertahanan udara (hanud) mobile di darat. (more…)
Hari ini 53 tahun lalu, bertepatan dengan 10 Mei 1972, menjadi momen penting dalam jagad pesawat tempur dengan kemampuan Close Air Support (CAS), yakni dengan penerbangan perdana A-10 Thunderbolt II produksi Fairchild Republic. Penerbangan pertama ini dilakukan oleh prototipe YA-10A, yang merupakan versi percobaan A-10 di Fairchild Air Force Base di Washington, Amerika Serikat. (more…)
Dalam pertempuran jarak dekat alias dogfight, maka ada dua jenis senjata andalan pada pesawat tempur, yakni rudal udara ke udara jarak dekat dan kanon (senapan mesin). Pilihan penggunaan di antara keduanya ada di tangan pilot dengan mempertimbangkan beragam aspek. Bila jarak tembak memungkinkan, maka pilihan utama menggunakan kanon, yang notabene berbiaya jauh lebih murah ketimbang meluncurkan rudal udara ke udara. (more…)
Dengan kecepatan tembakan yang tinggi, kanon reaksi cepat multi-laras (gatling gun) seperti Phalanx, Goalkeeper dan Norinco Type 730, diklaim mampu menetralisir serangan rudal jelajah anti kapal yang melesat di level high subsonic. Namun, apakah kanon CIWS (Close In Weapon System) tersebut sanggup untuk mencegat serangan rudal jelajah hipersonik? (more…)
Perusahaan pertahanan asal Inggris Supacat dan MOOG dari Amerika Serikat, merilis sistem pertahanan udara (hanud) bergerak yang didasarkan pada platform kendaraan taktis (rantis) HMT (High Mobility Transporter) 600 (Coyote) 6×6, yang mengintegrasikan turret modular RIwP (Remote Independent Weapon Platform) yang memadukan rudal hanud Starstreak, Brimstone, kanon Bushmaster 30 mm, dan advanced sighting systems. (more…)
Sejak pertengahan Desember 2024, Australia resmi menjadi pengguna jet tempur stealth F-35 Lightning II terbesar di luar Amerika Serikat dalam hal jumlah yang mencapai 72 unit. Selain diproyeksi untuk membekali F-35 dengan berbagai jenis senjata strategis, Angkatan Udara Australia (RAAF) juga serius untuk meningkatkan kemampuan kanon intrnal pada F-35A. (more…)
Dengan keterbatasan peralatan tempur, maka ‘kawin silang’ antar dua jenis alutsista lazim dilakukan oleh Rusia dan Ukraina di perang yang berkepanjangan. Namun ada yang unik dilakukan Ukraina, yakni memasangkan kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) ZU-23-2 kaliber 23 mm di ranpur APC M113. Meski secara prinsipi sederdana, tapi jarang ada ranpur asal Barat, terlebih hasil donasi dari Belgia dipasangkan senjata berstandar Soviet oleh Ukraina. (more…)
Dari dinginnya musim salju di belahan Eropa, ada kabar ringan dari Ukraina, yakni integrasi jenis senjata kanon pesawat berstandar Soviet pada rantis (kendaraan taktis) Humvee buatan Amerika Serikat. (more…)
Rheinmetall dari Jerman mungkin perlu waspada, pasalnya produk andalannya yakni sistem pertahanan udara (self propelled) Skyranger 30 dan Skyranger 35 yang dipasang pada ranpur Boxer 8×8, bakal mendapat saingan langsung dari Aselsan Manufaktur sistem senjata dari Turki itu belum lama ini memperkenalkan apa yang disebut sebagai Kalkan-050G. (more…)
Body boleh jadul, tapi sistem pertahanan boleh diadu! Inilah yang terjadi pada manufaktur asal Jerman, Rheinmetall yang dikabarkan baru saja melakukan instalasi salah satu sistem pertahanan udara termutakhir mereka di tank jadul asal Jerman, Main Battle Tank (MBT) Leopard 1. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu langkah upgrade sistem pertahanan namun tetap ramah kocek.