Category: Kanon

Panhard EBR – Ranpur Berkemudi Ganda Kavaleri TNI AD

ebr00010

Perancis memang bukan pemasok utama alutsista untuk TNI, tapi kiprah Negeri asal Napoleon Bonaparte ini sudah lumayan tersohor dalam menyuplai kebutuhan alutsista TNI, dalam ragam yang berbeda alat tempur maupun perangkat penunjang tempur buatan Perancis telah sejak lama digunakan oleh TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Bisa disebut sejak lama, pasalnya kehadiran alutsista besutan Perancis sudah diadopsi RI sejak era operasi Trikora di tahun 60-an. Salah satu bukti sejarahnya ada di lini kavaleri dan artileri, seperti tank AMX-13, AMX-13 VCI (APC), dan AMX MK61 Howitzer Self Propelled. (more…)

KH-178: Generasi Penerus Howitzer 105mm Armed TNI AD

20110209164753

Ditandai dengan hadirnya TRF-1 Caesar 155mm dan MLRS Astros MK6, nampak pengembangan alutsista artileri TNI AD terlihat cukup gencar, tapi rasanya masih ada yang sedikit mengganjal, pasalnya sista (sistem senjata) artileri di segmen howitzer 105mm agak kurang diperhatikan. Bahkan bicara sista di howitzer di kelas 105mm, TNI AD sedikit tertinggal dari satuan armed Korps Marinir TNI AL. (more…)

Vektor G12 20mm : Penangkis Serangan Udara KRI Clurit 641

KRI Clurit 641

Di lini kanon kaliber 20 mm yang digadang TNI AL sebagai senjata penangkis serangan udara, ada nama yang relatif baru melengkapi sista (sistem senjata) pada armada kapal perang. Adalah Vektor G12 buatan Denel, manufaktur senjata asal Afrika Selatan. Vektor G12 diketahui menjadi senjata penangkis serangan udara pada 4 korvet kelas SIGMA buatan Belanda, dimana pada tiap-tiap kapal terdapat 2 pucuk Vektor G12 yang ditempatkan pada posisi samping. (more…)

Oerlikon 30 mm Twin Cannon : Andalan Armada Satrol TNI AL

Oerlikon 30mm di KDB Pejuang, kini menjadi KRI Badau 643

Bulan April 2011 lalu, Satuan Kapal Patroli (Satrol) TNI AL mendapat penambahan armada kapal baru, yakni 2 unit kapal dari AL Kerajaan Brunei yang langsung dihibahkan ke TNI AL. Dua kapal tersebut adalah KRI Salawaku 642 (eks KDB Waspada) dan KRI Badau 643 (eks KDB Pejuang). Penambahan 2 kapal perang ini seolah menjadi ‘angin’ segar bagi armada patroli TNI AL Armada Timur. Maklum saja, KRI Badau kodratnya adalah Guide Missile Patrol Craft, atau di lingkungan TNI AL disebut sebagai KCR (Kapal Cepat Rudal). (more…)

AK-725 : Meriam Laras Ganda Kaliber 57mm Korvet Parchim TNI AL

Meski usia korvet Parchim milik TNI AL tak muda lagi, tapi untuk kelengkapan senjatanya masih tergolong mematikan, baik untuk peran anti kapal selam dan peran anti serangan udara. Bicara tentang elemen penangkis serangan udara, selain ada kanon reaksi cepat AK-230 dan rudal mistral Simbad, masih ada lagi sosok sangar yang berada di sisi buritan, tak lain adalah meriam laras ganda AK-725 kaliber 57 mm. (more…)

M2A2 105mm : Howitzer Tua Yon Armed TNI AD

Howitzer M2A2 TNI AD saat ditarik dengan truk Unimog

Bicara tentang alutsista (alat utama sistem senjata) tua yang dimiliki TNI seolah tak ada habisnya. Dari serangkaian perangkat yang berumur ‘sepuh’, ada satu jenis alutsista dari korps Artileri Medan (Armed) TNI AD yang tak asal tua, tapi juga sangat legendaris, bahkan punya rekam jejak prestasi tempur yang begitu panjang di banyak peperangan. Alutsista tersebut adalah meriam M2A2 Howitzer kaliber 105mm (4.2 inchi), sebuah meriam ringan battle proven (dari versi awal) sejak Perang Dunia II. (more…)

Bofors 120mm : Meriam Kaliber Terbesar di Frigat TNI AL

Bofors 120mm tampak pada sisi haluan KRI Fatahilah

Selain punya beragam rudal anti kapal, faktanya TNI AL juga tak dapat melupakan unsur fire power pada artileri kapal. Mulai dari kelas frigat/korvet, tentu membutuhkan kelengkapan meriam sebagai pelibas sasaran di permukaan dan sasaran di udara secara terbatas. Dan, hingga kini pun keberadaan meriam dengan kaliber besar masih mampu membawa daya deteren (daya getar) pada lawan.

(more…)

S-60 57mm : Meriam Perisai Angkasa ‘Sepuh’ Arhanud TNI AD

S-60 Arhanudse TNI AD dalam sebuah uji penembakan

Berbicara tentang alutsista tua TNI, rasanya tak pas bila meninggalkan sosok meriam yang satu ini. Sosoknya mungkin sudah kerap dilihat banyak orang, pasalnya sedari era orde baru, meriam S-60 kaliber 57mm ini kerap tampil sebagai latar dari barisan prajurit pada perhelatan HUT ABRI/TNI, umumnya meriam ini disandingkan sejajar dengan sista tank AMX-13 MK61. Pemilihan S-60 memang tepat sebagai pemanis untuk latar acara HUT ABRI, tak lain karena panjang laras meriam anti serangan udara ini mencapai 4,39 meter, cukup gagah dan sangar bila laras ditarik keatas menjulang hingga sudut 87 derajat. (more…)

AK-230 : Kanon Reaksi Cepat Korvet Parchim TNI AL

Bila dicermati, sebelum tahun 1994, kekuatan armada kapal perang TNI AL mempunyai titik rawan dalam segmen senjata penangkis serangan udara. Pasalnya, sebagian besar elemen sista (sistem senjata) yang digunakan masih dioperasikan secara manual, meski pun dalam operasinya awak diberi panduan tembakan lewat radar. Memang pada faktanya mulai tahun 80-an ada fregat kelas Van Speijk yang dilengkapi meriam reaksi cepat OTO Melara kaliber 76mm yang dioperasikan secara remote. (more…)