Sasis dan mesin Toyota Hilux lumayan laris di pasaran kendaraan taktis (rantis). Selain digunakan pada rantis Pindad Maung 4×4, ILSV 4×4, Fox RRV-x dan Jankel Al-Thalab LRPV 4×4, yang kesemuanya digunakan TNI, rupanya sasis Toyota Hilux juga digunakan pada rancangan rantis intai/serbu Gurza-2 dari Azerbaijan. (more…)
Meski debutnya tak terlalu nyaring, Rusia rupanya sudah punya andalan untuk sistem senjata anti drone yang dipasang pada platform mobile. Pada ajang Army 2020 yang dihelat pada Agustus lalu, Rostec memperlihatkan apa yang disebut sebagai “Rat” complex. Sistem ini berperan untuk menyatukan dari fungsi deteksi, identifikasi, jamming hingga penghancuran drone, yang kesemuanya disatukan dalam konsol yang terdapat di rantis lapis baja. (more…)
Belum lama ini viral tentang kendaraan taktis (rantis) lapis baja milik Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI yang tengah berpatroli dan bahkan sempat berhenti sejenak di depan markas Front Pembela Islam (FPI) di Jl. KS Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat. Lepas dari kontroversi yang mengemuka, namun yang yang menjadi pertanyaan netizen, jenis rantis apakah yang sempat bikin geger tersebut? (more…)
Nama Spike-NLoS (Non Line of Sight) sebagai rudal anti tank sudah demikian tersohor dan salah adopsi yang cukup dikenal adalah penempatannya pada platform rantis (kendaraan taktis). Setelah militer Israel memasang Spike-NLoS pada rantis Tomcar TE 4×4, dari belahan Asia Timur, rudal besutan Rafael Advanced Defense Systems ini rupanya juga digunakan oleh Korps Marinir. (more…)
Bila Indonesia punya Maung dan Komodo, maka militer Rusia punya rantis sejenis yang disebut Tigr (aka Tiger) 4×4. Sebagai rantis lapis baja multiguna dengan mobilitas tinggi, kendaraan besutan Military Industrial Company, yang juga dikenal sebagai “Russian Humvee” ini telah diluncurkan dalam berbagai varian. Salah satu varian baru Tiger adalah Tiger Command and Control (C2). (more…)
Bulan Oktober yang bertepatan dengan hari besar bagi TNI, kerap membuat kejutan dalam dunia alutsista. Seandainya tak ada pandemi Covid-19, mungkin kita bakal melihat sosok rantis baru dalam parade militer 5 Oktober. Yang dimaksud rantis baru adalah Kozak 2M 4×4. Kabar akuisisi rantis lapis baja besutan Ukraina ini sontak membuat kejutan bagi netizen di Tanah Air. (more…)
Meski Marinir Rusia punya beragam alutsista amfibi yang terbaik di kelasnya, sebut saja seperti ranpur BTR-80/90 dan BMP-3, namun darri aspek kecepatan, sebagai ranpur lapis baja, kemampuan lesatnya di air tentu tak bisa terlampau diharapkan. Sementara ada kebutuhan hadirnya wahana amfibi yang mampu melesat cepat baik di air dan di darat. Berangkat dari hal tersebut, Baltic Machine-Building Company (BMK), perusahaan yang berbasis St Petersburg, memperkenalkan wahana amfibi yang terbilang unik. (more…)
Untuk kesekian kali, label Toyota Hilux ikut berkibar dalam jagad rantis (kendaraan taktis) produksi dalam negeri, persisnya beberapa hari lalu saat Menteri Pertahanan RI Prabowo mencoba rantis baru produksi PT Pindad, Maung 4×4, yang disebut menggunakan mesin dari Toyota Hilux. Berbeda dengan rantis berpenggerak 4×4 produksi PT Pindad sebelumnya, seperti Komodo, Maung 4×4 nantinya selain disasar untuk kebutuhan militer, juga akan dipasarkan dalamm varian sipil, yang artinya dapat dibeli masyarakat umum. (more…)
Rantis (kendaraan taktis) buggy dengan desain tubular punya tempat tersendiri dalam gelar operasi militer, pun dengan ketiga matra TNI rasanya tak asing dalam penggunaan jenis rantis ini, dimana umumnya rantis dengan rangka tubular digunakan dalam mendukung pergerakan pasukan khusus. Dan kabar baru datang dari Negeri Kiwi, dimana AD Selandia Baru telah menerima rantis tubular ringan MRZR D4 dari Polaris Government and Defense, perancang dan produsen rantis segala medan asal Amerika Serikat. (more…)
Jika ada yang bertanya, apa produk alutsista asal Australia yang paling laris di pasaran global? Mungkin jawabannya adalah rantis lapis baja Bushmaster keluaran Thales Australia. Tak kurang 1.195 unit rantis dengan kemampuan MRAP (Mine Resistant Ambush Protected) ini telah diproduksi. Selain mayoritas dioperasikan AD Australia, Bushmaster telah di ekspor ke tujuh negara (termasuk Indonesia), dimana Belanda ada pembeli terbesar dengan impor mencapai lebih dari 100 unit. Dan terkait Bushmaster di Belanda, belum lama ini AD Belanda meluncurkan varian upgrade EW (Electronic Warfare). (more…)