
Nama AS365 Dauphin melekat pada masyarakat di Indonesia, pasalnya helikopter ini identik sebagai salah satu jenis helikopter Andalan bagi BASARNAS, selain juga ada yang digunakan oleh Polisi Udara. Dan belum lama ada kabar dari pihak manufaktur, dimana Airbus Helicopters mengumumkan pengiriman unit terakhir Dauphin bagi satuan Bea Cukai Spanyol, yang mana salah satu tugas Dauphin adalah untuk mengudara dan memerangai peredaran narkotika di Selat Gibraltar, Laut Alboran, dan di Galicia. Lepas dari itu, rupanya ada informasi yang menarik dari Airbus Helicopters. (more…)

Lumayan lama tak terdengar kabar seputar Kamov Ka-52 Alligator, padahal inilah helikopter serbu andalan Rusia, debut helikopter dengan dua rotor utama ini seolah tenggelam di tengah hiruk pikuk update alutsista terbaru. Namun, belum lama ini, diwartakan helikopter yang berasal dari pengembangan Ka-50 Black Shark ini, telah mempunyai varian baru yang disebut Ka-52M. Dan, Kementerian Pertahanan Rusia telah menandatangani kontrak pembelian 114 unit Ka-52M. (more…)
Banyak jalan untuk mempromosikan suatu produk pada calon kustomer, salah satunya dengan menampilkan identitas sang kustomer pada produk yang ingin dijajakan. Setelah label “KAPA” yang ditampilkan Excalibur Army pada rancangan amphibious engineering vehicles, kini serupa tapi tidak sama, muncul desain V-22 Osprey di situs bellflight.com yang membuat ramai jagad netizen pemerhati alutsista, lantaran desain grafis V-22 Osprey ditampilkan dalam warna loreng khas helikopter Puspenerbad TNI AD, pun lengkap dengan identitas dan logo Puspenerbad, serta bendera merah putih. (more…)

Jagad dirgantara dan dunia alutsista Indonesia kembali berduka, setelah helikopter Mil Mi-17-V5 Puspenerbad dengan nomer registrasi HA-5141 jatuh di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah pada Sabtu pukul 15.xx WIB. Dari informasi yang dihimpun, korban meninggal 3 orang dan korban luka berat ada 5 orang. Musibah di Kendal, menjadikan Mi-17 ketiga milik TNI AD yang mengalami total lost (keseluruhan ada 12 unit Mi-17-V5), setelah sebelumnya musibah yang terjadi pada Mi-17 HA-5166 dan HA-5138 di Kalimantan dan Papua. (more…)

Dilihat dari tampilannya, helikopter ini jelas sangat jadul , ini wajar mengingat Mi-2 pertama kali terbang pada 22 September 1961. Meski kemudian mengelurkan banyak varian, pada dasarnya tidak ada perubahan dari aspek desain. Walau hadir dalam tampilan jadoel, Mi-2 terbilang cukup banyak diproduksi, sampai tahun 2003, total ada 6.500 unit yang digunakan di lebih dari 28 negara. Di Indonesia Mi-2 juga sempat eksis di awal tahun 2000-an, yakni mengisi kekuatan armada helikopter di Puspenerbal TNI AL dan Direktorat Kepolisian Udara. (more…)

Sampai saat ini beragam pesawat dengan tanda panggil Indonesia One, atau RI-001 terus melayani pemimpin Indonesia terbang ke berbagai belahan penjuru dunia. Namun dengan kondisi Indonesia yang berpulau-pulau dan bahkan beberapa tidak memiliki lanud, penggunaan pesawat terbang biasa tidak akan mencukupi. Untuk itu diperlukan helikopter kepresidenan dalam membantu mengemban tugas-tugas kenegaraan. (more…)

Selain telah mendapatkan kontrak pengadaan delapan unit helikopter tempur AH-64E Apache, Boeing disebut-sebut bakal segera memasok tiga unit helikopter angkut berat CH-47 Chinook untuk kebutuhan Puspenerbad TNI AD. (more…)

Kiprah helikopter ringan ini terbilang hebat, pasalnya ketiga angkatan di TNI mengadopsinya sebagai wahana latih. Inilah helikopter EC120B Colibri buatan Airbus Helicopter (d/h Eurocopter). Dengan bekal mesin tunggal, helikopter dengan bobot kosong tak sampai 1 ton ini mampu bermanuver sangat lincah. Karena kelincahannya, EC120B Colibri resmi di dapuk sebagai heli aerobatik Dynamic Pegasus Skadron Udara 7. Meski masuk light helicopter, peran helikopter ini bisa serbaguna, termasuk mendukung operasi SAR terbatas dan intai udara ringan bagi kepolisian. (more…)

Badan SAR Nasional (BASARNAS) kini tengah menjadi perhatian publik berkat jasa mereka dalam pencarian korban kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Dibalik jasa besar dari tim personel BASARNAS, harus diakui bahwa salah satu bintang dalam misi evakuasi adalah sosok helikopter berwarna orange jenis AS-365 N3+ Dauphin yang ikut diturunkan dalam misi SAR Air Asia QZ8501. (more…)

Setelah berhasil meluncurkan Wulung UAV (Unmanned Aerial Vehicle) atau drone dalam wujud pesawat udara, kini TNI kembali bergerak dengan menggarap prototipe drone dalam wujud quadcopter (quadrotor helicopter). Quadcopter dengan penggerak empat rotor baling-baling, mampu bermanuver layaknya helikopter, termasuk melakukan hovering. Debut drone quadcopter ini ditampilkan secara khusus di stand Dinas Penelitian dan Pengembangan (Dislitbang) TNI AD pada Pameran Alutsista TNI AD 2014 di Lapangan Monas (12 – 15 Desember 2014). (more…)