
Seolah mengikuti jejak TNI AU, rencananya TNI AL lewat Puspenerbal bakal membentuk skadron khusus drone/UAV (Unmamned Aerial Vehicle). Bila di TNI AU ada Skadron Udara 51 yang bermarkas di Lanud Supadio, Pontianak, maka nantinya skadron drone TNI AL akan bermarkas di Lanudal Juanda, Surabaya, dan kesatuan baru tersebut dibentuk dengan nama Skadron Udara 700. (more…)

Jauh sebelum keberadaan flight drone intai Aerostrar yang kini menjadi arsenal Skadron Udara 51 TNI AU, maka flash back ke akhir kejayaan Orde Baru di tahun 1997, tanpa banyak diketahui publik, TNI sudah memiliki satu flight (4 unit pesawat) drone intai taktis. Keberadaan drone yang diketahui dari jenis Fox AT-1 terungkap dari dokumen transaksi persenjataan yang dituangkan oleh SIPRI (Stockholm International Peace Research Institute) 1991 – 2000 dan pernyataan dari Dirjen Sarana Pertahanan Dephan RI. (more…)

Drone copter dengan ukuran micro dan nano sepertinya bukan lagi barang langka, tengok saja drone dengan ukuran segenggaman tangan orang dewasa ini marak ditawarkan di pusat perbelanjaan. Dibalik desainnya yang ultra mungil, nano drone memang tak bisa diharapkan banyak untuk membawa payload, alhasil drone model ini lebih ditekankan untuk kebutuhan ‘hiburan’ semata. Namun, lain urusan untuk kebutuhan para penegak hukum dan pasukan elite, nano drone dengan keunggulan fleksibilitas jelas membawa berkah tersendiri dalam mendukung operasi. (more…)

Tentu masih kuat dalam ingatan pada musibah jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Perairan Selat Karimata di awal 2015. Lewat upaya evakuasi yang dramatis, bangkai pesawat akhirnya dapat diangkat ke permukaan. Selain berkat kerja keras awak SAR dan penyelam TNI AL, momen pencarian dan evakuasi AirAsia QZ8501 juga memperkenalkan sosok mini ROV (Remotely Operated Vehicle) jenis JW Fishers SeaLion-2. Dengan desain tabung berwarna kuning, inilah ROV organik yang dimiliki Badan SAR Nasional (Basarnas). (more…)

Mistral Coordination Post (MCP) dikenal sebagai sistem mobile radar bagi satuan tembak (satbak) rudal Mistral. MCP punya peran sebagai wahana surveillance, command dan control dari baterai Mistral yang tersebar di sekitaran obyek pengamanan. Meski wujudnya hanya berupa kontainer kecil dalam platform truk Unimog, namun MCP dilengkapi radar X band yang mampu melakukan target detection, identification dan tracking pada sasaran sejauh 30.000 meter dengan ketinggian 4.000 meter. (more…)

Sampai tulisan ini dibuat, Indonesia belum mengoperasikan drone dengan kemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) dan kendali NLoS (Non Line of Sight). Beberapa tawaran dari luar negeri, termasuk rencana produksi bersama memang telah dilontarkan, namun statusnya masih berupa komitmen dan upaya penjajakan lebih lanjut.
(more…)

Bila Anda ingat, pertengahan 2017 lalu, drone Schiebel Camcopter S-100 buatan Austria telah melakukan unjuk kebolehan dihadapan Panglima Komando Armada Barat (Pangarmabar) di kawasan Barelang, Batam. Dalam beberapa pemberitaan kala itu menyebut Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia tertarik dan ingin menjajaki pengadaan helikopter drone intai tersebut. (more…)

Pameran militer Defence Services Asia (DSA) 2018 di Kuala Lumpur, Malaysia baru saja rampung, dan ditengah riuhnya pameran, terselib kabar bahwa salah satu jenis drone vertical take-off and landing (VTOL) fixed-wing buatan Cina, telah dibeli oleh Indonesia dan Malaysia. Drone yang diketahui sebagai YFT-CZ36 ini punya kemampuan lepas landas seperti helikopter, dan melaju di angkasa laksana pesawat propeller konvensional. (more…)

Kilas balik ke 15 Juli 2017, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), melalui Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan (PTIPK) telah melakukan uji coba penerbangan drone/UAV (Unmanned Aerial Vehicle) intai mini Alap-Alap PA4 dari Bandara Cakra Buana di Cirebon. Key point dari uji coba Alap-Alap PA4 saat itu adalah kemampuan terbang selama 7 jam dengan mengusung kamera go-pro untuk menyurvei lintasan kereta sekitar Cirebon. (more…)

Sembari menanti kedatangan empat unit drone intai maritim Boeing ScanEagle untuk TNI AL yang rencananya akan tiba pada pertengahan 2018, Selasa (13/3/2018) lalu Filipina telah menerima lebih dulu enam unit ScanEagle. Ya Indonesia dan Filipina menjadi dua negara di Asia Tenggara yang mendapatkan paket hibah ScanEagle dari Pemerintah Amerika Serikat, berbeda dengan Indonesia, Filipina menempatkan pengoperasian ScanEagle di bawah angkatan udara. (more…)