
Meski bukan baru pertama kali merilis drone, namun nama Leonardo SpA boleh dibilang tak begitu kondang dalam jagad drone global, maklum perusahaan asal Italia ini jauh lebih punya nama dalam segmen sistem elektronik persenjataan. Namun di Paris AirShow 2019 yang dihelat akhir Juni lalu, Leonardo membuat kejutan dengan memperkenalkan sosok drone terbesar yang pernah dibuatnya, yaitu Falco Xplorer. (more…)

Rusia lewat Zala Aero, anak perusahaan Kalashnikov Concern, dalam beberapa waktu belakangan terlihat menggebu dalam pengembangan drone bunuh diri (kamikaze). Setelah sebelumnya merilis prototipe KUB-UAV di IDEX2019 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, maka baru-baru ini dari ajang Army 2019 yang dihelat di Kubinka, Moskow (25 – 30 Juni). Zala Aero untuk pertama kalinya memperlihatkan sosok drone kamikaze yang lain dari sebelumnya, yaitu terdiri dari dua drone yang disebut Lantset (Lance)-1 dan Lantset-3. (more…)

Dalam menghadapi eskalasi konflik bersenjata dengan Cina yang suatu waktu dapat meletus, boleh jadi pilihan terbaik bagi Taiwan adalah melalukan konsep pertahanan aktif, dimana jika perang (udara/laut) terjadi sedapatnya dilakukan di luar area Pulau Formosa atau persisnya di Selat Taiwan. (more…)

Tak kunjung diputuskannya pengadaan drone intai berkualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance) oleh Kementerian Pertahanan RI, berpotensi membuat Indonesia tertinggal dari Filipina dalam operasional drone MALE. Filipina yang ibarat pelan tapi pasti, dalam beberapa tahun ini terus menggenjot modernisasi di sektor alutsista. Di segmen drone, Filipina malahan sudah menerima enam unit drone intai maritim ScanEagle buatan Boeing Insitu. Jenis drone serupa yang akan diterima Indonesia, Vietnam dan Malaysia. Dan kini ada loncatan berupa rencana Filipina untuk mendapatkan drone Hermes 900 dan Hermes 450. (more…)

Setelah ‘dijiplak’ sebagai Harbin Z-20 “CopyHawk” oleh Cina, menjadikan Amerika Serikat harus berpikir lebih kreatif untuk mengembangkan helikopter angkut medium serbaguna UH-60 Black Hawk. Seperti yang belum lama ini santer diberitakan, yakni helikopter besutan Sikorsky ini dikabarkan sukses melakukan terbang perdana. Ya, terbang perdana, tapi yang ini adalah terbang perdana pada UH-60A Black Hawk nirawak, alias terbang tanpa pilot. (more…)

Drone intai sudah jamak dirilis, termasuk dari dalam negeri, produksi drone intai sudah jamak dilakukan oleh pabrikan swasta sekalipun. Meski begitu akan tetap jadi pusat perhatian, apabila pabrikan sekelas Lockheed Martin merilis sosok drone intai terbarunya. Yang dimaksud adalah Condor UAS (Unmanned Aircraft System) yang untuk pertama kali diperlihatkan ke publik dalam ajang Special Operations Forces Industry Conference (SOFIC) 2019 di Tampa, Floria, 20 – 23 Mei lalu. (more…)

Guna memenangkan pertempuran dengan tingkat kesulitan tinggi, adalah wajar bila pasukan elite menggunakan teknik dan strategis khusus, yang salah satunya mencakup penggunaan senjata berkualifikasi khusus. Setelah sebelumnya dikupas tentang rudal mini berpemandu laser dengan kaliber 40 mm (Yatagan), maka dari ajang SOFIC (Special Operations Forces Industry Conference) 2019, diperkenalkan sosok drone multiguna yang dilepaskan dari pelontar granat kaliber 40 mm. Dan bisa direka, betapa kecil senjata maut yang disebut sebagai Drone 40. (more…)

Seiring dengan tantangan yang kian dinamis, pola Pertempuran Jarak Dekat (PJD) alias Close Quarter Battle (CQB) dipastikan akan semakin meningkat. Guna menjawab tantangan tersebut, pola pelatihan ‘tembak-menembak’ jarak dekat ini harus difasilitasi secara memadai, semisal tanpa area simulasi latihan yang ideal, boleh jadi kecakapan personel pasukan khusus akan tumpul. Dan salah satu instrumen yang penting dalam simulasi CQB adalah tersedianya target yang mengasosiasikan sosok teroris atau pasukan lawan. (more…)

Kabar mengenai TNI AL akan diperkuat drone intai ScanEagle sudah berhembus sejak tahun lalu. Pada Februari 2018 disebutkan Indonesia akan menerima empat unit ScanEagle buatan Boeing Insitu. Meski begitu, ScanEagle yang nantinya akan dioperasikan Puspenerbal belum juga terlihat tiba di Indonesia, sementara AL Filipina justru telah menerima enam unit ScanEagle pada Maret 2018. Sebelumnya disebutkan ScanEagle untuk TNI AL akan tiba pada pertengahan 2018. (more…)

Mungkin berita yang satu ini agak kedengaran aneh, pasalnya PT Garuda Indonesia diwartakan tengah memesan tiga unit drone Harbin BZK-005 dari Beihang UAS Technology Co. Ltd. Memang bukan dimaksudkan untuk mendukung operasi militer, namun jenis drone tersebut adalah yang digunakan militer Cina untuk melakukan misi pengintaian maritim di kawasan Laut Cina Selatan. Tentu ini menjadi sesuatu yang mengejutkan, ditambah lagi ukuran BZK-005 yang tergolong tambun alias besar. (more…)