
Setelah menuntaskan beragam uji coba pada Maret 2018, prototipe drone Korean Unmanned System (KUS-FS) untuk pertama kali diperlihatkan di hadapan publik pada demo statis di Seoul International Aerospace and Defense Exhibition (ADEX) 2019. Tergolong drone berukuran besar, punya panjang 13 meter dan lebar bentang sayap 25 meter, KUS-FS menjadi menarik perhatian netizen global, terlebih tampang KUS-FS ada kemiripan dengan drone tempur buatan AS, MQ-9 Reaper, terutama pada desain sayap ekor (V-tail). (more…)

Dilihat dari spesifikasi, Heron besutan Israel Aerospace Industries (IAI) sampai saat ini masih menyandang predikat sebagai drone intai paling canggih di Asia Tenggara. Dan sudah bukan rahasia lagi, satu-satunya negara pengguna Heron di Asia Tenggara adalah Singapura. Dan baru-baru ini ada kabar tentang drone berkualifikasi Medium Altitude Long Endurance (MALE) ini, yaitu ‘bocornya’ foto varian rahasia dari Heron milik AU Singapura (RSAF). (more…)

Bila sebelumnya publik hanya melihat sosok drone stealth dari hasil jepretan tak resmi secara candid, maka untuk pertama kalinya di HUT Ke-70 Republik Raykat Cina, 1 Oktober 2019, Beijing untuk pertama kalinya memamerkan sosok asli drone tempur (UCAV) supersonic berkemampuan stealth, GJ (Gongji)-11 “Sharp Sword.” (more…)

Saat ini, tingkat kemajuan pengembangan drone sudah sedemikian pesat, namun secara terapan, bukan perkara mudah untuk mewujudkan drone intai berkecepatan supersonik. Maklum yang jadi tantangan bukan sebatas mesin yang harus mumpuni untuk meladeni penerbangan wahana nirawak, melainkan sistem kendali yang harus match pada level kecepatan tinggi. (more…)

Rangkaian serangan drone ke fasilitas kilang minyak Aramco Arab Saudi di Abqaiq tak hanya membuat wajah militer negeri kaya Minyak di Timur Tengah itu babak belur. Pun Amerika Serikat mulai dibuat cemas dengan gaya serangan drone mini konvensional yang mampu menghasilkan kerusakan berat. Di Indonesia, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) pun sampai menggelar Focus Group Discussion (FGD) guna menganalisa serangan drone yang kemungkinan menyasar obyek vital. (more…)

Kompetisi teknologi alutsista antara Amerika Serikat, Rusia dan Cina, boleh jadi akan memulai babak baru, yaitu dalam implementasi ‘loyal wingman.’ Seperti belum lama ini, Kementerian Pertahanan Rusia pada 27 September 2019 mengumumkan uji terbang perdana secara bersamaan, antara jet tempur stealth Sukhoi Su-57 dengan drone tempur stealth Sukhoi S-70 Okhotnik. (more…)

Negara Adikuasa agaknya belum siap untuk mengikuti tren alutsista otonom yang dewasa ini tengah gencar-gencarnya dikembangkan oleh negara-negara rival Paman Sam. Hal ini tersirat melalui penuturan salah satu pejabat senior di Pentagon, John Rood. Mengutip dari laman breakingdefense.com (23/9), John Rood mengatakan, “Ini masalah serius,”. Dengan begitu, dapat diasumsikan bahwa NATO belum siap untuk menangkis serangan-serangan dari drone berukuran kecil dan rudal jarak pendek – sebagaimana dua hal ini menyerang fasilitas kilang minyak di Arab Saudi. (more…)

Apa yang dialami Arab Saudi dalam babak serangan drone ke kilang minyak sontak membuka paradigma baru dalam gaya peperangan modern. Betapa tidak, sistem hanud Arab Saudi yang sarat alutsista canggih nan mahal seperti dibuat bodoh akibat serangan masif dari kawanan drone mini yang harganya ditaksir murah. Arab Saudi serasa dibuat mati kutu menghadapi serangan drone-drone mini yang terbang laksana rudal jelajah. (more…)

Nama Banshee sangat dikenal oleh satuan Artileri Pertahanan Udara, inilah target drone yang sudah cukup lama digunakan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Target drone buatan Inggris ini seolah menjadi momok bagi pengawak senjata pertahanan udara (hanud), baik itu kanon maupun rudal. Pasalnya Banshee dikenal lincah dalam bermanuver, alhasil bukan perkara mudah untuk menembak jatuh drone dengan cat merah-oranye ini. Bahkan rudal hanud Starstreak milik TNI AD pernah gagal menembak jatuh target drone Meggit BTT-3 Banshee dalam suatu sesi latihan pada Agustus 2017. (more…)

Bagi US Special Operations Command (SOCOM), mengirimkan bekal logistik dan amunisi kepada unit pasukan di lini terdepan membutuhkan beragam trik khusus. Dalam lingkup pengiriman kargo dari udara, jenis wahana yang digunakan sebagai penghantar muatan harus punya akurasi tinggi dan tentu saja sesenyap mungkin. Pilihan yang umum digunakan adalah Joint Precision Airdrop System (JPADS), berupa parasut dengan pemandu GPS (Global Positioning System). Namun, bagi militer sekelas Amerika Serikat, JPADS punya beberapa kelemahan, terutama dari kapasitas payload. (more…)