
Meski kalah ‘gaung’ dengan Ukraina, namun bukan berarti Rusia kendor dalam pengembangan drone laut – Unmanned Surface Vehicle (USV) kamikaze. Di pameran pertahanan Army 2024, Rusia lewat LLC KB Center for Unmanned Systems memperlihatkan sosok USV kamikaze yang dikendalikan dari jarak jauh, Murena-300S. (more…)

Meski tengah mendapat tekanan berat, pengembangan alutsista ‘tier satu’ Rusia terus berjalan sesuai roadmap, sebut saja pada pengembangan kemampuan pada persenjataan jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon. Belum lama ini ada kabar jet tempur stealth twin engine ini tengah mendukung pengujian jenis senjata baru, yakni drone serang yang menyerupai rudal jelajaha konvensional. (more…)

Drone yang dipasangi senapan serbu konvensional sudah beberapa kali diuji coba (di luar negeri), namun, di Indonesia hal tersebut masih langka, meski dalam lingkup prototipe sekalipun. Kalau pun ada, seperti drone yang dipasangi roket anti tank, baru dalam tahap mockup desain. Sementara uji coba belum pernah dijalankan. Nah, belum lama ini ada kabar Litbang Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan pengujian drone yang dipersenjatai senapan serbu. (more…)
Diproduksi Zala Aero (bagian dari Kalashnikov Concern), Lancet series kondang sebagai drone kamikaze (loitering munition) produksi Rusia yang battle proven. Bersama Shahed-136 dari Iran, Lancet telah membuat banyak kerugian di pihak Ukraina. Dan ada kabar dari pameran pertahanan Army 2024 (12-14 Agustus 2024), yang mana Rosoboronexport secara resmi meluncurkan versi eskpor Lancet. (more…)

Perang yang berkepanjangan tak pelak dapat menciptakan banyak anomali, seperti kasus yang terjadi saat ini, justru pasukan Ukraina yang mampu melakukan ‘invasi’ ringan ke wilayah Rusia di Kursk. Sudah bisa ditebak, pertempuran besar kini tengah berkobar, buntuk dari upaya Rusia untuk mengusir pasukan Ukraina, sebaliknya pasukan Ukraina ingin merangsek jauh lebih dalam ke wilayah Rusia. (more…)

Setelah mewujudkan kerja sama pertahanan dalam pembangunan kapal selam bertenaga nuklir (AUKUS class), maka tiga negara anggota pakta pertahanan AUKUS (Australia, Inggris dan Amerika Serikat), kini mewujudkan berkolaborasi dalam pengembangan sistem terpadu pada drone tempur (UCAV). Persisnya kemitraan ketiga negara mencapai tonggak penting dengan keberhasilan uji coba drone berteknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence). (more…)

Meski dinilai tidak terlalu canggih, namun debut drone kamikaze Shahed-136 dalam perang Ukraina seolah mampu membius perhatian dunia, betapa tidak, drone buatan Iran bertenaga propeller bersuara bising laksana mesin dua tak, serta terbang dengan lambat, nyatanya lumayan banyak membuat kerugian di pihak Ukraina. (more…)

Meski dalam tahapan uji coba, drone hybrid yang bisa beroperasi di air dan udara sudah beberapa dibuat dan lumayan menjanjikan dalam penghembangannya. Namun, belum lama ini ada drone hybrid ‘dua alam’ yang terbilang unik, pasalnya selain dapat menyelam kemudian meluncur dari bawah permukaan air, selama terbang dan mendarat, drone ini mengadopsi konsep VTOL (Vertical Take-off and Landing). (more…)

Sebuah cuplikan dari siaran televisi Cina – CCTV menjadi viral setelah memperlihatkan aksi prajurit marinir Angkatan Laut Cina dalam latihan infiltrasi bawah air, meluncurkan drone intai yang tak lazim, yakni robot burung flapping wing. Meski teknologi jenis drone ini sudah pernah diperkenalkan, termasuk sempat dikembangkan oleh Dislitbang TNI AD, tapi drone burung yang dilepaskan marinir Cina terkesan natural dan menyerupai sosok burung asli. (more…)

Setelah lama dinanti, pada 31 Juli 2024, pemerintah Australia meresmikan keberadaan drone intai bermesin jet dengan kualifikasi HALE (High Altitude Long Endurance) MQ-4C Triton pertama, yang mendapat label “AUS 1”. Sebuah upacara telah dilangsungkan di Pangkalan Angkatan Udara RAAF (Royal Australian Air Force) Tindal, 320 kilometer tenggara dari kota Darwin di Australia Utara. (more…)