Hujan sanksi yang diterapkan Amerika Serikat dan Barat kepada industri Rusia, salah satunya dimaksudkan untuk menjegal produksi persenjataan dari Negeri Beruang Merah, pasalnya AS mengklaim sejumlah komponen berteknologi tinggi, seperti perangkat mini prosesor masih didatangkan dari luar Rusia. (more…)
Setelah menggelar uji coba drone copter yang akan digunakan untuk tugas operasi di wilayah Papua, kini Korps Marinir kian serius untuk mengoptimalkan kemampuan drone copter. Bila sebelumnya peran drone copter diutamakan untuk tugas intai dan meningkatkan kesadaran situasional, maka kemampuan drone copter yang mampu membawa payload, mulai diperankan untuk membawa dan melepaskan (meluncurkan) amunisi. (more…)
Sudah barang tentu Rusia tak hanya mengoperasikan satu jenis drone (khusus) intai dalam perang di Ukraina. Meski nama ‘Orlan series’ begitu dominan dalam pemberitaan, namun masih ada beberapa jenis drone intai yang digunakan oleh unit tempur Rusia di garis depan. Salah satu yang dilibatkan tapi belum banyak dikenal adalah Supercam S350. (more…)
Semestinya pengembangan drone copter bersenjata di Indonesia dapat bercermin dari apa yang dilakukan oleh Rusia dan Ukraina dalam konflinya yang masih berkobar. Dari kubu Rusia, drone quadcopter FPV (First Person View) yang dipersenjatai dengan roket anti tank RPG-26 Aglen nampak dominan digunakan, pasalnya senjata anti tank disposable ini punya bobot relatif ringan dan tersedia dalam jumlah besar. (more…)
Punya desain yang benar-benar berbeda dari seri sebelumnya, Iran belum lama ini memperlihatkan turunan baru dari drone kamikaze Shahed-136, yang disebut sebagai Shahed-136B. Dalam parade militer hari Sabtu, 21 September 2024, Iran memamerkan drone kamikaze Shahed-136B untuk pertama kalinya. (more…)
Belum jelas benar nasib drone kombatan (UCAV) “Elang Hitam”, salah satu perusahaan yang tergabung dalam Defend ID, yakni BUMN PT Len Industri bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, untuk pertama kalinya memperlihatkan prototipe drone intai (kombatan) Astrevia UAV DID 3.11 pada pameran dirgantara Bali International Airshow 2024. (more…)
Bagi militer sekelas Amerika Serikat, maka lumrah bila digelar latihan berskala besar yang melibatkan komponen drone tempur (UCAV) secara masif. Seperti pada tanggal 5 dan 6 September 2024, lebih dari 30 skadron yang mengoperasikan UCAV MQ-9 Reaper berkumpul di Hurlburt Field di Florida.Ini merupakan latihan rutin tahunan dalam tajuk “Reaper Smoke”, yang telah berjalan lima kali. Namun, ada yang tidak biasa dalam ‘gathering” MQ-9 Reaper terbaru ini. (more…)
Meski Rusia gencar mengembangkan drone kamikaze, namun, untuk kemampuan serangan drone kamikaze jarak jauh, selama ini Rusia masih mengandalkan pasokan dari Iran, sebut saja dengan eksistensi Shahed-136, yang kemudian diproduksi secara lokal di Rusia denngan label “Geran 2”. Rupanya Rusia tak ingin terlalu bergantung pada Iran, ada kabar bahwa Rusia telah memanfaatkan keunggulan teknologi Cina untuk adaptasi drone kamikaze jarak jauh. (more…)
Rudal udara ke permukaan yang satu ini bisa dibilang masih barang baru, pasalnya baru resmi diperkenalkan pada pameran pertahanan Army 2024 di pinggiran kota Moskow di bulan Agustus lalu. Namun, ada kabar terbaru, bahwa rudal yang disebut X-UAV ini, telah digunakan Rusia dalam operasi tempur di Ukraina. (more…)
Dalam beberapa video yang viral di media sosial, militer Rusia berhasil membetot perhatian dengan pengoperasian drone FPV (First Person View) kamikaze dengan kendali lewat kabel serat optik (fiber optic). Dengan kemampuan anti jamming, drone dengan kabel serat optik dapat melakukan serangan secara presisi dan menciptakan ketakutan tersendiri bagi lawan, meski drone jenis ini punya keterbatasan pada jarak jangkau. (more…)