Meski sudah lama diperbincangkan netizen negeri ini, namun belum ada kontrak efektif atas tawaran jet tempur F-15EX (F-15ID) untuk Indonesia. Sembari menerka-nerka kapan kontrak efektif F-15EX akan dijalankan Kementerian Pertahanan RI, sudah ada kabar sundulan dari Israel, yakni Negeri Yahudi itu telah mengajukan resmi permohonan untuk pembelian F-15EX, serta paket upgrade F-15 lama ke varian F-15EX. (more…)
Pantsir S-1 di rooftop Gedung Kementerian Pertahanan Rusia.
Sebagai jantung pemerintahan Rusia, Moskow dikenal berlapis sistem pertahanan udara yang mutakhir. Meski begitu, penempatan sistem hanud dibuat tidak mencolok, sehingga sulit untuk diketahui secara langsung oleh warganya sekalipun. Namun, ada yang berbeda saat ini, untuk pertama kalinya sistem hanud hybrid Pantsir S-1 secara terang-terangan digelar di Moskow. (more…)
Setiap negara pada dasarnya punya kriteria tersendiri untuk menentukan, apakah jet tempur yang diproduksinya masuk ke generasi empat, empat setengah, lima, sampai generasi keenam. Demikian yang diungkapkan Mikhail Strelets, Kepala Desain Sukhoi Su-57. Namun, Strelets menyebut bahwa pengelompokan generasi harus dilakukan secara cermat dan mencerminkan tingkat teknologi yang digunakan. (more…)
Berusaha keras agar dapat disahkan sebagai anggota NATO, Finlandia yang cemas akibat meletusnya Perang di Ukraina, kian bersuara dalam membela Ukraina, yang bersama Swedia, telah meninggalkan statusnya sebagai negara netral. Dan meramaikan pengiriman ranpur lapis baja ‘kelas berat’ ke Ukraina, ada kabar bahwa Finlandia akan mengirimkan paket Main Battle Tank (MBT) Leopard 2 ke Negeri Zelenskyy, yang bila terealisasi, menjadikan negara Skandinavia ini sebagai yang pertama mengirim MBT ke Ukraina. (more…)
Di luar kelaziman, Jepang mengumumkan rencana untuk membangun Markas Besar Pasukan Bela Diri Darat dan Pasukan Bela Diri Maritim di bawah tanah, yang lokasinya disiapkan di empat fasilitas di Okinawa dan wilayah Kyushu. Tentu bukan tanpa maksud, pasalnya Negeri Sakura harus bersiap bila konflik Taiwan meletus, yang diprediksi akan berimbas pada Jepang. (more…)
Dengan latar kerinduan menggebu pada kejayaan militer Indonesia di dekade 60-an, di mana saat itu Indonesia tak terbantahkan menyandang sebagai negara dengan militer terkuat di belahan Asia Selatan, membuat banyak kalangan di Tanah Air bekalangan eforia pada peralatan militer buatan Eropa Timur, khususnya asal Rusia. Segala yang ‘berbau’ Rusia begitu diagungkan. Tidak ada yang keliru dengan perspektif tersebut, pasalnya memang banyak produk alutsista besutan Rusia yang memang mumpuni, bandel dan mampu memberi efek getar. (more…)
Urusan daya jelajah menjadi penting bagi keberadaan jet tempur TNI AU, maklum wilayah udara yang harus di-cover terbilang ekstra luas. Meski ada beberapa pangkalan (Lanud) aju untuk mendukung operasi jarak jauh, tapi dalam prakteknya menyiapkan pangkalan aju belum tentu efektif dan dibutuhkan waktu untuk segala macam persiapan guna menerima kedatangan jet tempur dari pangkalan utama. (more…)
Mengembalikan taring sebagai “Macan Asia” dalam tempo relatif singkat tentu bukan pekerjaan mudah, apalagi dengan kondisi pendanaan yang relatif memadai namun ngepas. Bila dicermati untuk pengadaan alutsista TNI AL, secara umum telah sesuai spesifikasi untuk membawa TNI AL ke arah green water navy. (more…)
Sistem pengadaan alutsista merupakan salah satu isu krusial dalam pembangunan pertahanan. Selama ini, banyak pihak berpendapat bahwa sistem pengadaan alutsista di Indonesia tidak efisien dan efektif, dimana disinyalir banyak terjadi pemborosan biaya dalam proses tersebut. Di sisi lain, anggaran yang disediakan pemerintah untuk kepentingan pertahanan masih jauh dari kebutuhan sebenarnya. Untuk itu, diperlukan efisiensi yang tinggi dalam pengelolaan dan pemanfaatan anggaran tersebut. (more…)
Dari segi kecepatan, sejatinya FPB-57 tidak masuk dalam klasifikasi kapal cepat, karena kecepatan maksimum yang bisa digenjot hanya 30 knot. Namun, berkat bekal tambahan senjata yang diusungnya, beberapa FPB-57 layak ‘naik kelas’ dari armada Satrol (Satuan Kapal Patroli) menjadi kekuatan armada Satkat (Satuan Kapal Cepat). Dengan perubahan satuan, maka identitas nomer lambung pun berubah dari 8xx menjadi 6xx. (more…)