Angkatan Darat India Terima Nagastra-2: Drone Kamikaze Anti Tank Buatan Lokal, Mimpi Buruk Buat MBT

Angkatan Darat India memperkuat keunggulan taktisnya dengan menerima sistem loitering munition (drone kamikaze) anti-tank terbaru buatan dalam negeri yang diberi labal Nagastra-2.
Sistem senjata taktis berakurasi tinggi ini diproduksi dan dikirimkan oleh pabrikan alutsista ternama asal Nagpur, Solar Defence & Aerospace Ltd., setelah sukses menjalani serangkaian uji tembak ketat di Mahajan Field Firing Range pada Agustus 2026. Penyerahan Nagastra-2 menjadi langkah strategis bagi militer India dalam mengadopsi doktrin perang modern berbasis drone kamikaze, sekaligus menegaskan kemandirian industri pertahanan lokal yang kini telah menguasai lebih dari 80 persen kandungan lokal (indigenous content).
Dari desain dan spesifikasi, Nagastra-2 mengusung platform sayap tetap (fixed-wing) yang dirancang khusus untuk memburu dan menghancurkan kendaraan tempur lapis baja musuh. Drone kamikaze ini dibekali sistem kamera pemantau siang dan malam (day-and-night surveillance cameras) yang memungkinkan operator mengidentifikasi serta mengunci target dalam berbagai kondisi cuaca dan kegelapan.
Untuk menghancurkan sasaran lapis baja, Nagastra-2 dibekali hulu ledak tandem shaped-charge seberat 4 kg yang mampu menembus lapisan baja Rolled Homogeneous Armour (RHA) hingga ketebalan 650 mm, menjadikannya ancaman nyata bagi tank tempur utama (Main Battle Tank/MBT) maupun kendaraan tempur infantri di medan tempur.
#Update Nagastra-2 Anti-Tank Loitering Munition Completes Technical Trials & Enters Delivery Phase for Indian Army
Solar Defence & Aerospace Ltd (@solar_ind_group) has begun delivery of the indigenous Nagastra-2 after successful technical trials at Mahajan Field Firing Range (August 2026), with full operational and ECCM compliance verified.
✅ Dual day/night EO/IR surveillance payload
✅ 4 kg tandem shaped-charge warhead (650 mm RHA penetration)
✅ 25 km range (recover & reuse mode)
✅ 50 km range (fire-and-forget mode)
✅ 60 min endurance
✅ ECCM suite against comms/GPS jamming & spoofing
✅ Encrypted video + telemetry link
✅ >80% indigenous content— 𝐓𝐨𝐱𝐢𝐜𝐎𝐟𝐟𝐞𝐧𝐜𝐞 (@ToxicOffence) October 23, 2026
Keunggulan operasional Nagastra-2 terletak pada fleksibilitas mode penyerangannya serta daya tahan di udara (endurance) hingga 60 menit. Sistem ini menawarkan dua opsi skenario tempur: mode pulih dan pakai ulang (recover and reuse mode) dengan radius jelajah 25 km apabila target tidak ditemukan, serta mode tembak dan lupakan (fire-and-forget mode) dengan jangkauan aksi hingga 50 km untuk eksekusi target jarak jauh.
Kombinasi jarak jangkau dan masa terbang yang panjang ini memberikan ruang manuver yang sangat luas bagi komandan di lapangan dalam melakukan pengintaian sekaligus serangan presisi secara instan tanpa harus mengorbankan nyawa prajurit.
Tata ASL 50: Drone Kamikaze Hybrid VTOL, Dirancang India untuk Beroperasi di Dataran Tinggi
Guna menghadapi ancaman peperangan elektronika yang kian masif di era modern, Solar Defence & Aerospace Ltd. mengandalkan fitur unggulan berupa perangkat Electronic Counter-Countermeasures (ECCM). Paket ketahanan elektronika ini dirancang untuk memastikan Nagastra-2 tetap dapat beroperasi secara andal di lingkungan tempur yang sarat dengan gangguan (electronically contested battlefield), seperti aksi jamming komunikasi, pemblokiran sinyal GPS, hingga upaya manipulasi navigasi (GPS spoofing). Dengan kebalnya sistem navigasi dan kendali dari gertakan perang elektronika, Nagastra-2 dapat meluncur mulus menuju sasaran yang telah ditentukan.
Pengadaan Nagastra-2 kian memperkokoh posisi Solar Defence & Aerospace Ltd. sebagai pemasok utama teknologi loitering munition bagi Angkatan Darat India, melanjutkan keberhasilan varian pendahulunya yang telah lebih dulu bertugas di jajaran militer.
Kemampuan memproduksi drone kamikaze anti-tank berkinerja tinggi secara mandiri ini tidak hanya meningkatkan kesiapan tempur pasukan darat India di wilayah perbatasan yang rawan konflik, tetapi juga menjadi bukti nyata keberhasilan program Make in India dalam memodernisasi alutsista bernilai strategis. (Gilang Perdana)
Tandingi Cina, India Pamerkan Kemampuan Luncurkan 75 Unit Drone ‘Swarm’ Kamikaze


