Hasil Investigasi Terungkap: Jet Latih RAF BAE Hawk T2 Jatuh Akibat Tutup Tangki Bahan Bakar Lupa Dipasang

Hasil investigasi resmi terkait insiden jatuhnya pesawat latih lanjut BAE Hawk T2 milik Angkatan Udara Inggris (Royal Air Force/RAF) senilai 20 juta pounsterling akhirnya terungkap ke publik. Pesawat militer yang hancur berkeping-keping dan terbakar hebat pada 23 September lalu tersebut dikonfirmasi mengalami kecelakaan akibat kelalaian fatal kru darat (ground crew) yang lupa memasang kembali tutup tangki bahan bakar (fuel cap) sebelum pesawat lepas landas.

Baca juga: Cari Pengganti BAE Hawk, Angkatan Udara India Incar 150 Pesawat Latih Lanjut Berteknologi AI dan Fly By Wire

Ketiadaan tutup tangki tersebut menyebabkan bahan bakar avtur menyembur keluar selama penerbangan, menyambar bagian mesin yang panas, hingga memicu kobaran api hebat di udara sebelum akhirnya pesawat jatuh menghantam tanah tidak jauh dari kawasan permukiman penduduk di North Wales.

Temuan tim penyidik militer ini langsung memicu gelombang kritik pedas terhadap standar prosedur keselamatan penerbangan dan kualitas pelatihan kru darat di pangkalan udara RAF yang bahkan dicap berantakan oleh sejumlah pengamat pertahanan.

Kelalaian pra-penerbangan (pre-flight oversight) yang terkesan sepele namun berdampak katastropik ini menyedot perhatian luas komunitas penerbangan global, lantaran terjadi pada salah satu angkatan udara paling disegani di dunia. Insiden ini dinilai mencerminkan penurunan disiplin prosedur pemeliharaan teknis di lini darat, di mana kecerobohan mendasar dapat berujung pada kehancuran alutsista utama serta mengancam keselamatan warga sipil di sekitar area pangkalan.

Di tengah situasi darurat akibat timbulnya bola api dan hilangnya kendali penerbangan, keselamatan nyawa awak pesawat berada sepenuhnya di tangan sistem penyelamatan darurat. Pesawat latih BAE Hawk T2 dioperasikan dengan perlengkapan sistem kursi lontar (ejection seat) buatan pabrikan legendaris asal Inggris, Martin-Baker, yakni varian Martin-Baker Mk 10 atau Mk 16.

Kursi lontar otomatis ini dirancang khusus dengan kapabilitas zero-zero (dapat diaktifkan secara aman pada ketinggian nol dan kecepatan nol), yang mampu melontarkan penerbang keluar dari kokpit secara instan melewati kanopi pesawat dalam hitungan detik. Keandalan teknologi pencegat maut buatan Martin-Baker tersebut kembali membuktikan perannya yang sangat krusial sebagai benteng pertahanan terakhir bagi nyawa para penerbang tempur saat pesawat mengalami kegagalan sistem katastropik di udara.

Lewat Akun Twitter, Martin Baker ‘Rekam’ Insiden Hawk 209 TNI AU pada 22 Agustus 2022

Pengungkapan hasil investigasi insiden Hawk T2 ini diprediksi akan memicu evaluasi dan audit keselamatan menyeluruh di internal RAF, khususnya terkait prosedur recheck pre-flight inspection dan sertifikasi personel pemeliharaan darat.

Kasus ini menjadi ikhtibar keras bagi dunia penerbangan militer internasional bahwa sehebat apa pun kecanggihan alutsista dan keandalan sistem keselamatan darurat seperti kursi lontar Martin-Baker, faktor kedisiplinan serta ketelitian manusia di lini pemeliharaan darat tetap menjadi kunci utama yang menentukan hidup matinya sebuah penerbangan. (Gilang Perdana)

Hawk T1 Tim Aerobatik Red Arrows Terkena Bird Strike, Kaca Kanopi Pecah!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *