AS Pasang Sistem Satelit IRIS di Pembom B-52H, Kirim Data dan Video Kini Makin Cepat

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) melengkapi armada pembom strategis B-52H Stratofortress dengan sistem komunikasi satelit beyond-line-of-sight (BLOS) terbaru berlabel IRIS.
Sistem yang dikembangkan oleh perusahaan Outerlink Global Solutions ini memungkinkan awak B-52 untuk mengirim dan menerima data suara, teks, gambar, hingga video berkualitas tinggi secara real-time kepada komando darat di mana pun di belahan dunia, melampaui batasan jangkauan radio antena konvensional.
Sebelum hadirnya sistem IRIS, armada B-52H mengandalkan sistem komunikasi satelit pendahulunya, yaitu Global Iridium Bomber Set (GIBS), yang telah dioperasikan sejak tahun 2017. Meski GIBS sudah memanfaatkan jaringan satelit Iridium untuk komunikasi jarak jauh, kapasitas dan kecepatan transfer datanya masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan standar operasi pertempuran modern.
Selain itu, untuk komunikasi jarak jauh tradisional, pembom gaek ini juga sangat bergantung pada jaringan radio gelombang tinggi (High Frequency – HF) dan satelit ultra-tinggi (Ultra-High Frequency – UHF) berbasis kran transmisi lama, yang rentan terhadap gangguan cuaca, jamming, serta memiliki keterbatasan bandwidth dalam membagikan data spasial berukuran besar secara visual.
Proyek B-52J Dimulai: Lolos Audit Desain, Pembom Legendaris AS Segera Ganti Mesin Rolls-Royce
Menurut keterangan dari Air Force Global Strike Command (AFGSC), sistem prototipe IRIS kini telah memasuki tahap operasional penuh setelah dikirimkan ke Skuadron Pengujian dan Evaluasi ke-49 (49th Test and Evaluation Squadron) yang berbasis di Pangkalan Udara Barksdale, Louisiana.
Pengembangan IRIS memanfaatkan jaringan konstelasi satelit orbit bumi rendah (Low Earth Orbit – LEO) Iridium NEXT melalui layanan Iridium Certus. Perangkat terminal ini mampu mentransfer data dengan kecepatan hingga 704 kilobit per detik (kbps) untuk menggantikan GIBS secara bertahap.
Integrasi sistem IRIS menjadi bagian penting dari program modernisasi besar-besaran untuk mempertahankan relevansi operasional B-52H—yang kini bertransformasi menuju varian B-52J—agar tetap andal hingga dekade 2050-an. Didanai melalui kontrak AFWERX Strategic Funding Increase senilai US$26 juta, sistem IRIS terbukti berhasil menjaga koneksi jaringan militer secara stabil selama uji terbang pada Maret 2026.
Kehadiran komunikasi satelit berkecepatan tinggi ini memastikan pembom berkemampuan nuklir tersebut tetap terkoneksi secara aman dalam ekosistem pertempuran modern yang dinamis dan terdistribusi di kawasan rawan konflik. (Bayu Pamungkas)
Rahasia ‘Drift’ B-52 Stratofortress: Keunikan Roda Pendarat yang Bikin Pembom Mampu Mendarat Miring
Related Posts
-
PT Len Industri Luncurkan 2D Air Surveillance Radar
19 Comments | Oct 31, 2018
-
Ikuti Langkah Spanyol, Italia Akuisisi 24 Unit Jet Tempur Eurofighter Typhoon Tranche 4
No Comments | Dec 25, 2024 -
ITS Garibaldi (KRI Sriwijaya) Berlayar Menuju Jakarta, Mungkinkah TNI AL Membentuk Carrier Strike Group?
5 Comments | Sep 17, 2026 -
Micro Uzi: Submachine Gun dengan Desain Super Kompak, Beratnya Hanya 1,5Kg
3 Comments | Mar 27, 2023


