Rosoboronexport Pasarkan Nerekhta-E: Robot Tempur Beroda Rantai dengan Teknologi AI

Badan ekspor persenjataan Pemerintah Rusia, Rosoboronexport JSC (bagian dari Rostec State Corporation), resmi merilis dan memasarkan sistem robotik tempur (Unmanned Combat Ground Vehicle/UCGV) Nerekhta-E ke pasar internasional.
Robot tempur beroda rantai buatan Pabrik V.A. Degtyarev ini dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas misi sekaligus meminimalkan risiko keselamatan personel terdepan maupun regu pengintai dalam operasi tempur gabungan dan kontra-terorisme, baik di medan terbuka maupun kawasan perkotaan.
Direktur Jenderal Rosoboronexport, Alexander Mikheev, menegaskan bahwa Nerekhta-E merupakan robot tempur darat pertama Rusia yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pengujian resmi secara penuh. Dirancang selaras dengan doktrin perang modern yang mengedepankan kapabilitas berbasis jaringan (network-centric) dan kecerdasan buatan (AI), Nerekhta-E menawarkan fleksibilitas modulari yang sangat tinggi.
Dari aspek ketahanan dan mobilitas, robot ini mengusung sasis beroda rantai dengan lambung lapis baja serta dibekali mesin hibrida (hybrid powertrain). Penggunaan motor listrik memungkinkan kendaraan bergerak secara senyap dan menekan jejak termal sehingga sulit dideteksi oleh sensor pencitraan thermal musuh.
Russia’s V.A. Degtyarev Plant has patented an upgraded version of its Nerekhta unmanned ground vehicle (UGV).
Patent RU 2868544 C1, published in 2025, describes a tracked combat reconnaissance and strike platform equipped with a rotating weapon station featuring a machine gun, including heavy-caliber variants, and an automatic grenade launcher.
The system reportedly includes a thermal-television rangefinder, day/night cameras with infrared illumination, GLONASS/GPS navigation and an inertial navigation system. A rear module is designed to carry additional equipment and a smaller unmanned ground vehicle with a deployment and evacuation mechanism.
The Nerekhta is remotely operated and reportedly features a diesel generator that can be activated remotely, supporting extended reconnaissance, fire-support and camouflage missions in urban and field environments.
— Drone Wars (@Drone_Wars_) August 22, 2026
Dari spesifikasi teknis, Nerekhta-E memiliki bobot kosong atau kargo standar sebesar 2.100 kg, yang dapat meningkat hingga 2.700 kg saat dipasangi modul transportasi beserta muatan penuhnya.
Kendaraan tempur nirawak ini mampu melaju hingga kecepatan maksimum 20 km/jam dengan durasi operasi bergerak secara terus-menerus mencapai 4 jam, atau bertahan hingga 20 jam saat disiagakan dalam mode pengawasan (surveillance mode). Pengoperasian sistem dilakukan secara jarak jauh (remotely controlled) dengan dukungan teknologi otonom pintar untuk navigasi dan pengenalan target.
Rosoboronexport menawarkan Nerekhta-E dalam beberapa pilihan modul muatan serbaguna yang dapat dibongkar-pasang sesuai kebutuhan taktis di lapangan. Untuk misi penyerangan, terdapat modul senjata kombinasi yang memadukan senapan mesin berat Kord kaliber 12,7 mm dan pelontar granat otomatis AG-30M kaliber 30 mm, lengkap dengan komputer balistik, sistem stabilisasi senjata, pemantau amunisi, serta kamera TV dan pencitraan thermal.
Sementara untuk pertempuran lapis baja, tersedia modul anti-tank yang dibekali empat rel peluncur rudal berpemandu 9M133 Kornet dan 9M134 Bulat buatan High Precision Systems. Modul anti-tank ini mendukung mode tembakan tandem (dua rudal menyasar satu target) serta memungkinkan penembakan silang (crossfire) secara terkoordinasi antardua unit Nerekhta-E yang berjarak 30 meter.
Uran 6: Robot Penghancur Ranjau Zeni Tempur Rusia di Ukraina
Selain konfigurasi penempur, Nerekhta-E dapat difungsikan sebagai modul pengintai dan bantuan tembakan, modul penjagaan fasilitas, serta modul transportasi kargo taktis dengan kapasitas daya angkut (payload) mencapai 1.000 kg untuk pengiriman amunisi, bahan bakar, perlengkapan tempur, hingga evakuasi medis personel terluka.
Pemasaran sistem robotik canggih ini menjadi langkah strategis Rusia untuk memperkuat posisinya di pasar alutsista global dan memperluas jangkauan ekspor teknologi militer ke negara-negara mitra, dengan tetap memprioritaskan pemenuhan pasokan bagi Kementerian Pertahanan Rusia. (Gilang Perdana)
Ladeni Perang Brutal di Parit, Pasukan Khusus Rusia Kerahkan Robot UGV Hedgehog


