Unik, Marinir Indonesia dan Rumania Serentak Resmikan Pengoperasian AAV-7A1 Eks USMC pada 28 September 2026

Sebuah kebetulan sejarah alutsista yang sangat unik terjadi pada tanggal 28 September 2026, ketika dua negara dari belahan dunia berbeda—Indonesia dan Rumania—sama-sama meresmikan pengoperasian batch pertama kendaraan khusus pendarat amfibi AAV-7A1 hibah/pengadaan eks Korps Marinir Amerika Serikat (USMC).
Baca juga: Selain Yunani, Rumania Juga Borong Ranpur Amfibi AAV (LVTP-7) Bekas dari USMC
Jika Korps Marinir TNI AL menggelar upacara peresmian untuk 12 unit AAV-7A1 batch perdana guna memperkuat jajaran armada amfibinya, maka pada hari yang sama, Marinir Rumania (Regimentul 307 Infanterie Marină “Heracleea”) turut meresmikan pengoperasian batch awal sebanyak sembilan unit AAV7A1 dalam sebuah seremoni militer di Babadag, Tulcea. Kehadiran ranpur pendarat amfibi ini menandai lompatan kapabilitas signifikan bagi Marinir Rumania dalam mengamankan wilayah sensitif Delta Sungai Danube serta garis pantai Laut Hitam yang menjadi flank timur NATO.
Pengadaan kendaraan amfibi bagi Rumania ini dilakukan melalui skema penjualan militer luar negeri (Foreign Military Sales/FMS) dari pemerintah Amerika Serikat. Kementerian Pertahanan Rumania menyepakati paket pembelian total sebanyak 21 unit AAV-7A1 eks USMC dengan estimasi nilai kontrak mencapai US$120,5 juta.
Paket pengadaan menyeluruh tersebut mencakup 16 unit varian personel (AAVP-7A1), tiga unit varian komando (AAVCM-7A1), dan dua unit varian pemulihan/recovery (AAVR-7A1), lengkap dengan penyediaan suku cadang, senapan mesin kaliber 12,7 mm, pelontar granat otomatis Mk 19 40 mm, perangkat komunikasi, hingga dukungan pelatihan teknis serta logistik langsung dari marinir Amerika Serikat. Penyerahan sembilan unit pertama di Babadag merupakan langkah awal dari proses pemenuhan seluruh pesanan 21 unit ransus tersebut.
Today, September 28, 2026, the Romanian Navy marked the official entry into service of the first nine AAV-7 amphibious assault vehicles during a large-scale military ceremony held at the Babadag garrison.
(©Ziua de Constanta) https://t.co/xTavuPTNfM pic.twitter.com/HQv0EN829F— Ovidiu Muca 🇪🇺 (@OvidiuMuca) September 28, 2026
Yang menarik perhatian adalah perbedaan konfigurasi proteksi luar pada armada AAV-7A1 yang diterima kedua negara. Ransus AAV-7A1 milik Korps Marinir TNI AL tampak gagah dengan lapisan modul zirah tambahan Enhanced Appliqué Armor Kit (EAAK) buatan Rafael Israel yang terpasang bergelombang di sepanjang lambung dan kubah.
Sebaliknya, unit AAV7A1 yang ditampilkan Marinir Rumania dalam seremoni peresmian tersebut terlihat tampil “polos” tanpa modul EAAK (clean hull). Perbedaan konfigurasi ini disinyalir berkaitan erat dengan doktrin lingkungan operasional utama Rumania yang difokuskan pada navigasi perairan tenang di Delta Danube dan sungai-sungai pedalaman, di mana bobot kendaraan yang lebih ringan tanpa EAAK memberikan keunggulan fleksibilitas apung dan kelincahan manuver air yang lebih optimal.
Mengenal EAAK, Lapisan Proteksi Bergelombang Perisai Ranpur Amfibi AAV-7A1 Korps Marinir
Meskipun tanpa EAAK, AAV-7A1 tetap memberikan peningkatan daya gempur dan proyeksi pasukan yang luar biasa bagi Regimentul 307 Infanterie Marină. Ranpur beroda rantai ini mampu membawa hingga 21 prajurit pendarat bersenjata lengkap plus tiga awak kendaraan dari kapal perang menuju daratan dengan kecepatan renang mencapai 13 km/jam di air dan melaju hingga 72 km/jam di darat.
Duta Besar AS untuk Rumania, Darryl Nirenberg, menegaskan bahwa peresmian AAV-7A1 ini merupakan bukti nyata kemitraan strategis dalam memperkuat daya tangkal (deterrence) sekutu di kawasan Laut Hitam. Pengoperasian serentak AAV-7A1 pada 28 September 2026 oleh Marinir Indonesia dan Rumania ini membuktikan bahwa platform pendarat amfibi veteran USMC tersebut masih menjadi pilihan favorit dan tulang punggung utama kekuatan infanteri marinir global. (Gilang Perdana)
Terhempas Doktrin Force Design 2030, Ini Alasan Ranpur AAV Dipensiunkan USMC


