Cina Kembangkan Senjata Laser untuk Jet Tempur Generasi Keenam Chengdu J-36

Aviation Industry Corporation of China (AVIC) diwartakan tengah mempercepat pengembangan teknologi senjata energi terarah (directed-energy weapon) untuk jet tempur masa depan. Berdasarkan laporan South China Morning Post (SCMP), AVIC memamerkan sebuah sistem penjejak dan pengarah sasaran senjata laser untuk pesawat tempur (fighter aircraft laser-weapon tracking and aiming system) yang dirancang dengan bobot di bawah 380 kilogram.
Kendati memiliki bobot yang relatif ringkas untuk ukuran sistem senjata energi, perangkat tersebut diklaim mampu menghasilkan daya pancar power transmission yang berpotensi melampaui 100 kilowatt (kW). Sistem senjata canggih ini dipresentasikan berbarengan dengan gambar yang mengindikasikan sosok J-36, jet tempur generasi keenam berukuran besar tanpa sirip ekor (tailless sixth-generation fighter) yang saat ini sedang dalam tahap pengembangan intensif.
Pengaplikasian laser berenergi tinggi pada platform udara dirancang untuk memberikan lapisan pertahanan tambahan (additional layer of defense) terhadap ancaman rudal jelajah maupun rudal udara-ke-udara yang mengincar pesawat.
Secara operasional, pancaran laser berdaya 100 kW dapat menyilaukan (blinding) atau merusak sensor pencari (seeker) pada kepala pemandu rudal musuh hingga mengalami overload, sehingga secara signifikan meningkatkan tingkat kelangsungan hidup (survivability) pesawat tempur generasi anyar Cina di medan konflik yang padat.
China Displays 838-Pound Laser Weapon To Arm J-36 Fighter Jet With Missile Shield.
China’s J-36 Could Gain A Laser-Based Defense System, With AVIC Revealing An 838-Pound System.https://t.co/yl46qgqFwI pic.twitter.com/B3jIj90l41
— DrShPk (@DrShPk) September 18, 2026
Langkah Cina ini dipandang para pengamat sebagai respons langsung terhadap manuver Amerika Serikat yang tengah gencar mengembangkan rudal udara-ke-udara jarak jauh terbaru seperti AIM-174B, AIM-260, dan AIM-424. Dalam konteks eskalasi teknologi militer global, kemunculan sistem pertahanan laser Cina yang mampu mematahkan ancaman rudal jarak jauh tersebut dinilai bukanlah hal yang mengejutkan.
Integrasi sistem laser berbobot ringan namun berdaya tinggi pada jet tempur generasi keenam seperti J-36 menunjukkan lompatan besar dalam mengatasi tantangan manajemen suhu dan suplai daya listrik pada platform pesawat tempur.
Jika berhasil dioperasikan penuh secara taktis, teknologi laser ini tidak hanya bertindak sebagai perisai pertahanan udara (hard-kill/soft-kill defense), tetapi juga berpotensi mengubah peta doktrin pertempuran udara jarak jauh antara kekuatan militer utama dunia di masa mendatang.
Jet Tempur Generasi Keenam Cina, Chengdu J-36 Tampil dengan Nosel Thrust Vectoring 2D Baru
Integrasi sistem laser berdaya besar pada platform udara menghadirkan tantangan teknis tersendiri, terutama terkait efisiensi daya dan manajemen termal (cooling system). Karakteristik laser berenergi 100 kW membutuhkan sistem kelistrikan yang sangat stabil serta mekanisme pembuangan panas yang cepat agar tidak mengganggu avionik sensitif di dalam airframe pesawat.
Namun, desain jet tempur generasi keenam seperti J-36—yang memiliki bentuk fuselage luas serta ruang internal yang lebih besar dibandingkan jet generasi sebelumnya—memberikan keleluasaan bagi para insinyur AVIC untuk mengintegrasikan unit catu daya canggih serta sistem pendingin berbasis cairan tanpa mengorbankan sifat siluman (stealth) pesawat. (Gilang Perdana)
[Analisis] Bedah Kemampuan Jet Tempur Generasi Keenam Cina: Chengdu J-36


