Bukan di Runway, Drone Tempur Mojave STOL Tunjukkan Aksi Mendarat di Jalur Tank Korea Selatan

General Atomics Aeronautical Systems, Inc. (GA-ASI), bekerja sama dengan perusahaan pertahanan Korea Selatan, Hanwha Aerospace, sukses menggelar uji coba pendaratan dan lepas landas ulang (landing and relaunch sequence) drone tempur (UCAV) kelas Medium-Altitude Long-Endurance (MALE) Mojave STOL langsung dari jalur pergerakan kendaraan tempur lapis baja di Pocheon, Korea Selatan, pada 16 September 2026.

Baca juga: MQ-9B Mojave Sukses Lepas Landas dan Mendarat Dalam Jarak Kurang dari 100 Meter

Demonstrasi yang berlangsung di sela-sela ajang Defense Drone Technology Exhibition 2026 menjadi momen pertama di dunia di mana sebuah drone tempur bernavigasi canggih sanggup beroperasi dari permukaan tanah yang tidak dipersiapkan sebagai runway, melainkan lintasan taktis yang biasa dilalui tank utama (Main Battle Tank) dan artileri medan.

Dalam skenario pengujian tersebut, Mojave STOL terbang dari Pangkalan Udara Batalyon Penerbangan ke-513 Angkatan Darat Korea Selatan di Pocheon-si menuju Seungjin Training Field. Membawa dua weapon rails dengan muatan inersia, drone tersebut berhasil mendarat mulus di atas jalur berdebu dan berbatu, lalu melakukan proses lepas landas kembali untuk pulang ke pangkalan asal.

Dalam aksi tersebut, Mojave STOL terbukti sanggup lepas landas (takeoff ground roll) dalam jarak kurang dari 200 meter dan melakukan pendaratan (landing roll) hanya dalam jarak sekitar 100 meter. Keberhasilan ini melengkapi rentetan pengujian ekstrem Mojave selama beberapa tahun terakhir, mulai dari pengujian di landasan tanah El Mirage California pada 2023, peluncuran tanpa catapult dari kapal induk HMS Prince of Wales Inggris, tembakan Minigun M134D-H di Yuma, hingga pendaratan di atas kapal dok amfibi ROKS Dokdo pada akhir 2024.

MQ-9B Mojave Sukses Lepas Landas dari Kapal Induk Helikopter Korea Selatan ROKS Dokdo

Secara teknis, kemampuan Short Takeoff and Landing (STOL) yang ekstrem dari Mojave berasal dari perombakan mendasar pada platform dasar keluarga MQ-1 Predator dan MQ-9 Reaper. Memiliki bentang sayap 16 meter, panjang 9 meter, dan bobot lepas landas maksimum (MGTOW) sebesar 3.175 kg, drone ini ditenagai mesin turboprop Rolls-Royce M250 berdaya 450-shp dalam konfigurasi pendorong.

Untuk menghasilkan gaya angkat (lift) tinggi pada kecepatan rendah, GA-ASI merancang sayap berukuran khusus yang dilengkapi leading-edge slats, double-slotted flaps, serta drooping ailerons, yang dipadukan dengan ban berukuran besar dan suspensi landing gear yang diperkuat untuk menyerap benturan keras di medan kasar.

General Atomics Rilis Mojave, Drone Tempur Terbaru dengan Kemampuan STOL dan Bawa 16 Rudal Hellfire

Selain keunggulan aerodinamis, Mojave memiliki kapasitas muatan berguna (useful load) mencapai 1.542 kg—atau setara 48,6% dari total bobotnya—yang terbagi dalam tujuh titik gantung (hardpoints) eksternal. Drone ini sanggup mengangkut hingga 16 rudal antitank AGM-114 Hellfire, dua pod senapan mesin M134D-H Minigun yang memuat lebih dari 10.000 butir amunisi, atau kombinasi sensor elektro-optik (EO/IR), radar AESA SAR/GMTI, dan sistem intelijen sinyal (SIGINT).

Memiliki ketahanan terbang lebih dari 25 jam, batas ketinggian 25.000 kaki, dan jarak jangkau jelajah berbasis komunikasi satelit (SATCOM) hingga 2.500 mil laut, performa jarak lepas landas Mojave sangat bergantung pada bobot amunisi yang diusungnya.

MQ-9B Mojave Dipasangi DAP-6 Gun Pod System (M134 Minigun): Jadi UCAV Pertama dengan Gatling Gun

Meskipun uji coba di Korea Selatan membuktikan keberhasilan pengoperasian di garis depan, para pengamat militer mengandaskan catatan logistik bahwa eliminasi kebutuhan runway tidak menghilangkan kebutuhan akan pasokan bahan bakar avtur, amunisi, serta ketersediaan teknisi di lokasi pendaratan awal.

Kendati demikian, Mojave dirancang sebagai demonstrator teknologi yang bakal ditransfer ke varian produksi massal, yaitu Gray Eagle STOL (berbasis Gray Eagle 25M). Melalui kemitraan strategis GA-ASI dan Hanwha Aerospace, varian Gray Eagle STOL dijadwalkan melewati Critical Design Review pada November 2026 dan terbang perdana pada 2027.

Proyek ini sekaligus menjadikan Korea Selatan sebagai basis manufaktur global dengan target kandungan lokal mencapai lebih dari 70 persen untuk memenuhi pasar domestik maupun ekspor internasional. (Bayu Pamungkas)

Rapid Deployment Force! Drone Tempur MQ-9B Mojave ‘Dibawa’ via Kargo C-130 Hercules

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *