Kecepatan Tiga Kali Shahed-136, Drone Kamikaze Jet Geran-5 Bikin Pertahanan Udara Kiev Keteteran

Rusia kini secara masif mengoperasikan generasi terbaru drone serang (kamikaze) bertenaga mesin jet yang memicu kepanikan luas di berbagai wilayah Ukraina, termasuk ibu kota Kiev Dikutip dari laporan The New York Times, varian anyar ini jauh lebih sulit diintersepsi dibandingkan drone serang bersirip kaku dengan mesin baling-baling (piston engine) seperti Shahed-136/Geran-2.
Pengadopsian mesin jet membuat drone serang Rusia mampu melaju hingga tiga kali lebih cepat, terbang lebih tinggi, serta membawa muatan bahan peledak yang jauh lebih mematikan. Keberhasilan awal tim pertahanan udara Ukraina dalam menembak jatuh drone Shahed model lama—yang klaim resminya mencapai lebih dari 90 persen—ditengarai menjadi pemicu utama Moskow beralih ke varian drone jet untuk menembus benteng udara musuh.
Penasihat Kepresidenan Ukraina, Serhiy Beskrestnov, mengungkapkan bahwa Rusia meluncurkan sekitar 1.500 drone bertenaga jet pada Juli lalu, dan angkanya melonjak drastis hingga mencapai 3.000 unit sepanjang bulan Agustus.
Analitis militer asal Wina, Franz-Stefan Gady, menggambarkan drone jet terbaru Rusia ini pada dasarnya berfungsi sebagai rudal jelajah murah (cheap cruise missile). Penggunaan mesin jet memungkinkan drone membawa hulu ledak yang lebih berat sekaligus menjangkau jarak yang lebih jauh dan ketinggian yang sulit digapai senjata permukaan.
🚨BREAKING
Kiev under massive attack by new Geranium-5 rocket drones.🇷🇺🛸🔥
▪️The attack by these drones is ongoing for the second day. They are built using a conventional aerodynamic design based on the Iranian Karrar prototype and differ significantly from previous… pic.twitter.com/d7TkbPMhKL
— Aleksey The Great 🇷🇺🎖 (@aleksthgrt) September 3, 2026
Kondisi ini membuat tim pertahanan udara bergerak (mobile air defense teams) Ukraina yang mengandalkan senapan mesin berat dan rudal pencegat jarak pendek menjadi jauh kurang efektif. Meski otoritas militer Ukraina enggan membeberkan persentase pasti tingkat intersepsi (interception rate) terhadap drone jet ini, mereka mengakui bahwa rasio keberhasilan penembakan jatuh turun signifikan dibandingkan saat menghadapi drone model baling-baling yang masih terus digunakan Rusia secara berdampingan dalam taktik serangan gelombang kombo.
Di tengah gempuran masif tersebut, laporan dari medan tempur mengonfirmasi penggunaan drone serang jet terbaru yang diidentifikasi sebagai Geran-5 dalam serangan udara berturut-turut di Kiev. Berbeda dari desain sayap delta (flying wing) pada Shahed-136, Geran-5 mengusung desain aerodinamis konvensional yang diadaptasi dari prototipe drone Karrar asal Iran.
🇷🇺🇺🇦 For the first time, the flight of a “Geran-5” loitering munition over Kyiv was recorded. pic.twitter.com/bUrZWyanuh
— King Chelsea Ug 🇺🇬🇷🇺 (@ug_chelsea) September 3, 2026
Menurut data teknis yang dihimpun, drone dengan panjang 6 meter dan rentang sayap 5,5 meter ini ditenagai mesin turbojet buatan Cina, Telefly TF-TJ2000A. Kombinasi mesin jet dan aerodinamika baru ini memberikan kecepatan jelajah antara 450 hingga 600 km/jam, dengan kecepatan puncak (peak speed) dilaporkan mampu menyentuh angka 800 km/jam.
Selain melaju kencang, Geran-5 memiliki jangkauan jelajah hingga 950–1.000 kilometer dan sanggup terbang hingga ketinggian (service ceiling) sejauh 6 kilometer, meski juga terdeteksi mampu terbang rendah di ketinggian 200 meter untuk menghindari radar. Drone ini mengusung hulu ledak berat berkapasitas sekitar 90 kg, yang dapat dipasangi muatan bahan peledak termobarik (thermobaric charge) untuk menghasilkan ledakan bahan bakar-udara (fuel-air explosion) yang sangat destruktif terhadap infrastruktur dan fasilitas militer.
Kemunculan massal Geran-5 mempertegas evolusi taktik perang nirawak Rusia yang semakin mengandalkan kecepatan dan daya hancur setara rudal jelajah, namun dengan biaya produksi yang tetap jauh lebih ekonomis. (Gilang Perdana)


