Mengenal Zhduun: Taktik Drone Kamikaze Rusia ‘Sembunyi’ dan Menyergap via Sensor Akustik

Doktrin perang tak berawak militer Rusia di garis depan kembali mengalami lompatan taktis yang signifikan. Seperti dilaporkan media Rossiyskaya Gazeta, unit-unit tempur Rusia kini mengoperasikan taktik penyergapan baru menggunakan drone FPV (first-person view) yang dibekali mikrofon akustik untuk memburu kendaraan bergerak berdasarkan suara mesin.

Baca juga: Mampu Deteksi Kehadiran Drone FPV, Rusia Sebar 1.000 Unit Yurka Drone Detectors

Taktik “drone pendengar” atau Zhduun (si penunggu) ini dirancang untuk bersembunyi di area yang tidak terlihat dari udara, seperti pekarangan rumah warga atau balik reruntuhan bangunan di sepanjang jalur logistik musuh.

Platform utama yang diandalkan dalam taktik ini adalah drone FPV Knyaz Vandal Novgorodsky (KVN) yang dikembangkan oleh pusat manufaktur SPC Ushkuynik. Berbeda dengan drone FPV konvensional yang dikendalikan melalui gelombang radio, KVN dikendalikan menggunakan bentangan kabel serat optik (fiber-optic).

Penggunaan kabel fisik ini membuat KVN sepenuhnya kebal terhadap sistem pertahanan siber maupun pengacak sinyal (jamming) Perang Elektronika (Electronic Warfare). Selain itu, KVN tidak memancarkan sinyal radio (RF emission) sehingga keberadaannya mustahil dilacak oleh alat pemindai spektrum musuh.

Integrasi sensor mikrofon akustik ini merupakan jawaban langsung atas kelemahan taktik penyergapan sebelumnya. Pada akhir tahun 2025, KVN sebenarnya sudah dimodifikasi untuk mendarat dan menunggu target di tengah jalan (waiter drone). Namun, skema tersebut memiliki celah fatal karena posisi drone di atas jalan sangat mudah terdeteksi dari udara oleh drone pengintai musuh. Dengan penambahan mikrofon akustik pada pembaruan tahun 2026, drone KVN kini bisa “bersembunyi” jauh dari badan jalan utama. Sensor suara akan memantau gelombang akustik mesin kendaraan yang mendekat, lalu mengirimkan sinyal pemicu agar drone seketika meluncur bangun (take-off) dari tempat persembunyian untuk mengeksekusi sasaran secara mendadak.

Pengembangan bertahap pada platform Knyaz Vandal Novgorodsky memperlihatkan siklus inovasi yang sangat cepat di tingkat lapangan. Selain integrasi sensor akustik dan pembaruan kumparan kabel serat optik yang lebih panjang, jangkauan jelajah KVN pada varian terbaru tahun 2026 tercatat meningkat drastis hingga 30 kilometer, naik signifikan dari versi standar terdahulu yang berada di kisaran 23 kilometer.

Kombinasi antara jangkauan jauh, kekebalan EW mutlak dari kendali serat optik, serta kerahasiaan penyergapan berbasis akustik menjadikan KVN sebagai salah satu ancaman paling mematikan bagi alur pergerakan logistik darat di medan konflik modern. (Gilang Perdana)

Luna NG – Drone Intai AL Pakistan dengan Kemampuan “Stealth Akustik”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *