Guyana Perancis: Koloni Seberang Laut Pusat Antariksa Eropa Resmi Pensiunkan Helikopter SA-330 Puma

Terkenal di panggung dunia sebagai wilayah koloni seberang laut sekaligus rumah bagi Centre Spatial Guyanais (Pusat Antariksa Eropa) di Kourou, Guyana Perancis menyimpan rekam jejak panjang dalam sejarah operasi militer di tengah ganasnya hutan hujan Amazon. Namun, tirai pengabdian helikopter legendaris SA-330 Puma di kawasan strategis peluncuran satelit Eropa tersebut kini resmi ditutup.
Melalui unggahan Angkatan Bersenjata Perancis di Guyana (Forces Armées en Guyane / @FAG_Officiel), armada SA-330 Puma mengakhiri masa baktinya selama 47 tahun di Guyana Perancis. Helikopter kelas menengah (medium utility) ini meninggalkan jejak mendalam melalui berbagai misi vital, mulai dari evakuasi medis (EVASAN), dukungan logistik, hingga operasi penindakan penambangan emas ilegal (Lutte contre l’orpaillage illégal).
Pensiunnya SA-330 Puma di Guyana Perancis menandai babak akhir penugasan tipe ini di wilayah seberang laut Perancis, meski belum menjadi penanda phase-out total di seluruh matra militer Perancis. Di daratan utama Perancis (mainland), Penerbangan Angkatan Darat Perancis (ALAT) masih menyisakan sejumlah unit Puma untuk tugas pendukung dan latihan sebelum nantinya dipensiunkan sepenuhnya secara bertahap hingga kurun 2025–2028.
Sebagai penggantinya, Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis mendatangkan armada baru yang jauh lebih modern, yaitu Airbus H225M Caracal dan NH90 Caïman.
🚁 Dernier décollage pour une légende.
Après 47 ans de service en Guyane, le SA 330 Puma a tiré sa révérence. EVASAN, lutte contre l’orpaillage illégal, transport opérationnel… : il aura marqué des générations d’Aviateurs.@FAG_Officiel pic.twitter.com/Ud0nFyjvqV
— Armée de l’Air et de l’Espace (@Armee_de_lair) August 4, 2026
Menariknya dari kacamata penerbangan militer, Indonesia justru mencatatkan langkah yang lebih dahulu dibanding Perancis dalam memensiunkan total armada SA-330 Puma. TNI AU secara resmi telah mengistirahatkan seluruh armada SA-330 Puma milik Skadron Udara 8 Lanud Atang Sendjaja pada Desember 2023 setelah mengabdi selama kurang lebih 45 tahun. Dalam sejarahnya, militer Perancis pernah mengoperasikan total lebih dari 130 unit SA-330 Puma sejak akhir era 1960-an.
Ditinjau dari spesifikasi teknisnya, SA-330 Puma yang dikembangkan oleh Sud Aviation (kemudian Aérospatiale/Airbus Helicopters) merupakan helikopter bermesin ganda Turbomeca Turmo IVC turboshaft berdaya 1.575 shp. Mampu melaju hingga kecepatan maksimum 257 km/jam dan jarak jelajah sekitar 580 km, helikopter ini sanggup membawa hingga 16–20 prajurit bersenjata lengkap atau beban kargo eksternal (sling) hingga 2,5 ton.
Keandalan desain rotor dan ruang kabin yang lapang di medan ekstrem menjadikannya legendaris sebelum akhirnya menyerahkan estafet kepemimpinan kepada generasi terbarunya. (Gilang Perdana)


