US Navy Pensiunkan USS Fort Worth: Nasib Freedom Class LCS yang Pensiun Dini

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) secara resmi menghentikan masa dinas (decommissioned) kapal perang pesisir – Littoral Combat Ship (LCS), USS Fort Worth (LCS-3), dalam sebuah upacara militer di Pangkalan Angkatan Laut San Diego, California, pada 29 Juli 2026.

Baca juga: USS Canberra (LCS-30) – Jadi Kapal Perang Pertama AS yang Komisioning di Luar Negeri

Keputusan ini menjadikan USS Fort Worth—kapal kedua dari lini produksi Freedom Class LCS yang diluncurkan pada 2010—sebagai lambung kapal (hull) keenam yang harus pensiun dini dari armada aktif. Meski awalnya dirancang untuk beroperasi setidaknya 11 tahun lebih lama, US Navy memilih memangkas masa aktif kapal ini demi mengalihkan anggaran pemeliharaan ke arah peningkatan kapabilitas unit LCS sisa agar tetap relevan, andal, dan memiliki daya tempur tinggi di masa depan.

Secara teknis, USS Fort Worth yang diproduksi oleh galangan kapal Fincantieri Marinette Marine di Wisconsin ini dirancang sebagai kapal tempur permukaan berkecepatan tinggi dengan bobot perpindahan (displacement) sekitar 3.500 ton dan panjang 118 meter. Ditenagai oleh kombinasi dua mesin turbin gas Rolls-Royce MT30 dan dua mesin diesel Colt-Pielstick yang menggerakkan empat waterjet Rolls-Royce, kapal ini sanggup melesat hingga kecepatan ekstrem melebihi 45 knot.

Lunas pertamanya (keel laying) resmi diletakkan pada 11 Juli 2009, sebelum akhirnya resmi diluncurkan (launched) ke laut pada 4 Desember 2010. Setelah melalui serangkaian uji pelayaran dan sistem senjata, USS Fort Worth resmi masuk ke jajaran armada aktif (commissioned) Angkatan Laut AS pada 22 September 2012 dalam sebuah upacara megah di Galveston, Texas.

Keunggulan utama USS Fort Worth terletak pada konsep modular open architecture yang memungkinkan pertukaran paket misi (mission packages) secara cepat—mulai dari misi anti-kapal selam (ASW), peperangan ranjau (MCM), hingga aksi permukaan.

Kapal perang ini dipersenjatai meriam utama BAE Systems Mk 110 57mm, peluncur rudal pertahanan udara RIM-116 Rolling Airframe Missile (RAM), meriam otomatis Mk44 Bushmaster II 30mm, serta mampu mengoperasikan dua helikopter MH-60R/S Seahawk dan drone helikopter MQ-8 Fire Scout secara bersamaan.

Keputusan menonaktifkan USS Fort Worth berakar dari restrukturisasi program LCS yang dilakukan sejak tahun 2016. Saat itu, kapal ini ditunjuk sebagai salah satu dari empat lambung kapal uji coba (test ship) non-tempur untuk mematangkan taktik dan perlengkapan kelas Freedom.

Namun, tingginya biaya perawatan kontraktor, beban kerja awak yang berat, borosnya konsumsi bahan bakar, hingga masalah teknis kronis pada sistem roda gigi transmisi (gearbox) membuat Angkatan Laut AS memutuskan untuk memensiunkan armada LCS generasi awal. Langkah efisiensi anggaran ini sebelumnya juga berujung pada purnatugas lima kapal sejenis lainnya, yaitu USS Freedom, USS Sioux City, USS Little Rock, USS Detroit, dan USS Milwaukee.

Baru 10 Tahun Beroperasi, Kapal Perang Trimaran Stealth USS Independence (LCS-2) Dipensiunkan

Terkait nasib akhir USS Fort Worth, pihak Angkatan Laut AS memproyeksikan kapal ini untuk akhirnya dibongkar (scrapped) bersama dengan lambung pertama, USS Freedom. Berbeda dengan empat kapal LCS generasi yang lebih muda (seperti Sioux City dan Little Rock) yang secara resmi ditawarkan ke negara-negara sekutu AS melalui skema Foreign Military Sales (FMS), USS Fort Worth tergolong kapal uji coba awal yang membutuhkan perombakan gearbox dan sistem avionik yang sangat berbiaya tinggi jika ingin dijual ke pihak luar.

Meskipun demikian, skema penjualan unit-unit LCS pensiun ke negara sekutu tetap menjadi opsi terbuka bagi Pentagon apabila ada negara mitra yang berminat mengakuisisi platform patroli pesisir berkecepatan tinggi ini di masa mendatang. (Gilang Perdana)

Kapal Litoral “Stealth” Trimaran USS Jackson (LCS-6) Tiba di Surabaya

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *