Pabrikan Rusia Patenkan Meriam Kapal A-192M 130mm Versi Beroda untuk Artileri Pantai

Produsen spesialis meriam kapal perang asal St. Petersburg, Rusia, Arsenal Machine-Building Plant, melangkah ke segmen anyar dengan mematenkan rancangan sistem artileri pantai bergerak (coastal self-propelled artillery).
Baca juga: Bukan Hanya Rusia, Ukraina Juga Gunakan Kanon Lawas 2M3 25mm Twin, Dipasang pada Truk
Pabrikan yang dikenal lewat jajaran meriam ikonik seperti AK-100, AK-130, AK-726, hingga A-192M ini mematenkan mekanisme pembawa beroda (wheeled platform) yang mengadaptasi meriam naval A-192M Armat kaliber 130 mm untuk keperluan operasi darat.
Berdasarkan analisis dari situs pemerhati militer btvt.info, langkah unik ini menempatkan platform sistem pertahanan pantai berbasis semi-trailer yang dilengkapi dengan empat kaki penopang (outriggers) serta perlindungan lapis baja penuh pada kubah meriamnya guna menjamin mobilitas tinggi sekaligus stabilitas saat menggelar tembakan.
Secara teknis, inovasi utama pada paten meriam pantai beroda ini terletak pada konfigurasi pengisian amunisi otomatis (automated loading mechanism). Ruang magasin ditempatkan langsung di dalam kubah melingkar di belakang meriam dengan sistem pemandu rantai tertutup (closed loop) menyerupai trek tank.
Machine-Building Plant “Arsenal” (AK-100, AK-130, AK-726, A-192M) has patented its new coastal self-propelled artillery mount.
Description: A rotating mount with outriggers and all-round protection is mounted on a semi-trailer platform, providing horizontal aiming of the gun. The… pic.twitter.com/oLKzNjQS5Q— Andrei_bt (@AndreiBtvt) July 23, 2026
Amunisi diisi ulang ke dalam kamar luncur menggunakan mekanisme swung pendulum mekanis yang bergerak selaras dengan sudut elevasi laras. Meriam A-192M sendiri merupakan platform naval modern yang memiliki bobot jauh lebih ringan—sekitar 25 ton dibandingkan pendahulunya AK-130 yang berbobot 90 ton—namun sanggup melontarkan proyektil 130 mm hingga jarak efektif 23 kilometer terhadap target permukaan. Konsep pencangkokan meriam kapal ke platform darat ini pada dasarnya mengadopsi doktrin era Uni Soviet yang berupaya menyatukan rantai logistik dan amunisi lintas matra.
Di platform kapal, meriam A-192M Armat 130mm utamanya dipasang pada bagian haluan sebagai meriam utama (main deck gun) fregat stealth modern kelas Admiral Gorshkov (Project 22350)—seperti pada kapal Admiral Gorshkov, Admiral Kasatonov, dan Admiral Golovko.
Selain itu, meriam ini juga diintegrasikan sebagai bagian dari program modernisasi besar-besaran pada kapal penjelajah tempur bertenaga nuklir Kirov (Project 11442M) Admiral Nakhimov untuk menggantikan meriam ganda tua AK-130, serta diproyeksikan menjadi standar senjata utama untuk rancangan kapal perang masa depan Rusia seperti fregat berat Project 22350M (Super Gorshkov) dan kapal perusak kelas Lider (Project 23560).
Meski menawarkan mobilitas dan daya gempur masif, para pengamat militer bersikap skeptis terhadap urgensi taktis platform ini di medan tempur modern. Rancangan ini dinilai lebih mencerminkan strategi bisnis internal pabrikan Arsenal dalam menjual varian darat kepada Angkatan Laut Rusia daripada merespons kebutuhan nyata pertempuran terkini di Ukraina.
Semula, Rusia berencana menyatukan kaliber artileri darat dan laut dalam satu standar 152 mm lewat program Koalitsiya-SV (varian laut dinamai Koalitsiya-F). Namun, karena program Koalitsiya-SV mengalami hambatan alokasi dan produksi massal, Arsenal memilih memanfaatkan lini produksi meriam A-192M 130 mm yang sudah matang untuk mengamankan porsi anggaran pertahanan domestik. (Bayu Pamungkas)
Setelah Kanon Lawas 2M3 25mm Twin, Ranpur MT-LB Rusia Kini Dipasangi Naval MLRS A-22 Ogon


