Langka dan Penuh Misteri: Kapal Selam Dolphin Class Israel Muncul di Permukaan Dekat Eilat

Sebuah pemandangan tak biasa baru-baru ini menyita perhatian para pengamat militer global ketika satu unit kapal selam Dolphin class milik Angkatan Laut Israel (Israeli Navy) mendadak muncul di permukaan perairan lepas pantai Eilat, Laut Merah. Penampakan yang terekam video amatir ini terbilang sangat langka, mengingat operasi armada kapal selam Israel terkenal super misterius dan hampir tak pernah terdeteksi oleh radar publik.
Baca juga: Israel Resmikan Nama Kapal Selam “INS Drakon” – Spesifikasi Tetap Misteri
Kemunculannya di tengah tingginya tensi geopolitik kawasan Timur Tengah seolah mengirimkan pesan tersirat mengenai kesiapan tempur serta kehadiran armada bawah air negara tersebut di jalur pelayaran vital.
Meskipun sosok Dolphin class sudah lama diketahui publik, detail operasional armada ini dijaga sangat ketat oleh militer Israel (IDF). Setiap kali berlayar, kapal selam ini mengemban misi senyap (stealth) yang menjadikan keberadaannya bak “hantu” di bawah perairan dangkal. Kerahasiaan ini bahkan sudah diterapkan sejak tahap pembangunan dan peluncurannya di galangan kapal HDW (Howaldtswerke-Deutsche Werf) di Kiel, Jerman. Bagi Israel, menjaga ketat informasi spesifikasi dan pergerakan armada bawah air adalah kunci utama untuk mempertahankan doktrin pertahanan serta efek gentar (deterrence) di kawasan.
👀🇮🇱 RARE SIGHTING: Israeli Dolphin Class Submarine Surfaces Near Eilat
In a rare first, an Israeli Navy Dolphin class submarine has surfaced off the coast of Eilat.
The submarine is widely believed to be capable of carrying Popeye cruise missiles and is considered a key part… pic.twitter.com/FytPApSI0O
— Defence Index (@Defence_Index) July 19, 2026
Secara teknis, armada Dolphin class dibagi menjadi dua generasi utama, yaitu Dolphin I yang berbasis konvensional diesel-listrik dan Dolphin II yang telah dilengkapi dengan teknologi Air-Independent Propulsion (AIP). Varian Dolphin II memiliki dimensi panjang sekitar 68 meter dengan bobot selam mencapai 2.400 ton, lebih besar dibanding generasi pertama yang berpanjang 57 meter. Keberadaan teknologi AIP buatan Siemens ini memungkinkan kapal selam menyelam jauh lebih lama di bawah air tanpa perlu sering naik ke permukaan untuk mengisi daya baterai, sehingga jejak akustiknya menjadi sangat minim dan sulit diendus armada pemburu kapal selam lawan.
Keunggulan paling mematikan dari Dolphin class terletak pada konfigurasi peluncur senjatanya. Selain dibekali enam tabung peluncur torpedo standar berkaliber 533 mm, kapal selam ini juga dilengkapi empat tabung peluncur ekstra besar berdiameter 650 mm. Tabung berukuran khusus tersebut tidak hanya berguna untuk menerjunkan kompartemen pasukan katak (frogmen), tetapi juga dirancang untuk menembakkan rudal jelajah jarak jauh buatan lokal, Popeye Turbo ALCM.
Intelijen Barat meyakini bahwa rudal jelajah tersebut mampu membawa hulu ledak nuklir dengan jangkauan mencapai 1.500 km, sekaligus memosisikan Dolphin class sebagai pilar utama kemampuan Second Strike atau serangan balasan nuklir strategis bagi Israel.
Kehadiran Dolphin class di Laut Merah secara langsung mempertegas persaingan bawah air di Timur Tengah, di mana Israel berhadapan secara konstelasi dengan Mesir yang juga mengandalkan armada kapal selam buatan Jerman. Mesir saat ini mengoperasikan empat unit kapal selam Type 209/1400mod yang dirancang khusus untuk pertempuran laut konvensional, penyerangan anti-kapal permukaan, serta pengamanan teritorial Terusan Suez.
Namun, jika dibandingkan, Dolphin class Israel memiliki keunggulan taktis yang lebih superior berkat integrasi sistem AIP untuk masa selam yang lebih lama serta fleksibilitas serangan darat jarak jauh melalui rudal jelajahnya. Penampakan kapal selam misterius ini di Eilat bukan sekadar pergerakan armada biasa, melainkan pamer kekuatan bahwa di balik tenangnya perairan Laut Merah, terdapat armada tempur bawah air yang sangat mematikan dan siap beraksi kapan saja. (Gilang Perdana)
Angkatan Laut Mesir Terima Unit Terakhir Kapal Selam Type 209/1400 dari Jerman


