Riwayat Parnaíba (U-17): Kapal Perang Aktif Tertua di Dunia yang Masih Perkasa Menjaga Sungai Brasil

Angkatan Bersenjata Brasil selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan militer paling modern di kawasan Amerika Latin dengan kepemilikan alutsista abad ke-21 yang serba mutakhir, mulai dari jet tempur F-39 Gripen, armada kapal selam Scorpene, sistem roket multi-laras Astros, pesawat angkut taktis Embraer C-390 Millennium, hingga armada pesawat serang Super Tucano.
Namun, di balik barisan arsenal kekinian tersebut, Angkatan Laut Brasil (Marinha do Brasil) ternyata masih setia mengoperasikan salah satu kapal perang aktif tertua di dunia yang usianya kini hampir menyentuh sembilan dekade. Sosok “sesepuh” yang masih perkasa di garis depan itu adalah Parnaíba (U-17), sebuah kapal perang berjenis river monitor (kapal monitor sungai) yang dijuluki oleh para pelautnya sebagai “Velho Barco” (Kapal Tua) atau “Caverna Mestra da Armada” (Sang Tetua Armada).
Kapal perang berbobot 620 ton ini pertama kali mulai dibangun (laid down) pada 11 Juni 1936 dan resmi masuk kedinasan aktif (commissioned) sejak 9 Maret 1938. Hebatnya, ketika sebagian besar kapal perang dari era pra-Perang Dunia II telah berakhir di galangan besi tua atau menjadi museum terapung, Parnaíba tetap menjalankan misi patroli aktif hingga tahun 2026 ini bersama Flotila Mato Grosso.
Rekam jejak sejarah Parnaíba sendiri sangat kaya, termasuk keterlibatannya langsung dalam kancah Perang Dunia II. Saat itu, kapal ini ditugaskan untuk menjaga pelabuhan Salvador di Bahia guna melaksanakan misi pengawalan ringan dan patroli pantai melawan ancaman kapal selam U-Boot Jerman.
Parnaíba (U-17) is still looking good for her age! 88 years young. https://t.co/Vc2Yrb7Bm5 pic.twitter.com/lUSK4PyseG
— SA Defensa (@SA_Defensa) July 13, 2026
Pemilihan Parnaíba untuk misi tersebut terbilang cerdik karena kapal ini memiliki draught (sarat air) yang sangat dangkal, hanya sekitar 1,6 meter. Secara teori, karakteristik lambung yang sangat tipis di bawah permukaan air ini membuat setiap torpedo yang ditembakkan oleh kapal selam Jerman akan meluncur lewat begitu saja di bawah perut kapal tanpa menimbulkan kerusakan.
Kendati tangguh di perairan dangkal, buruknya stabilitas kapal saat bermanuver di laut lepas membuat Parnaíba harus terus-menerus menjalani perbaikan selepas perang, hingga akhirnya ia dipindahkan ke rute aslinya untuk menjaga jaringan sungai pedalaman Brasil.
Agar tetap relevan menghadapi tantangan zaman dan tidak sekadar menjadi artefak berjalan, Angkatan Laut Brasil sempat melakukan program modernisasi besar-besaran pada Parnaíba di Pangkalan Angkatan Laut Ladario antara Januari 1998 hingga 6 Mei 1999. Dalam proyek tersebut, mesin uap resiprokal aslinya dicopot dan diganti dengan mesin diesel modern untuk mendongkrak jarak jelajah dan daya tahannya di air, sementara mesin lamanya diabadikan di ruang pameran memori militer.
Launched in 1937, the Brazilian monitor U17 Parnaíba is the oldest warship in the world in active service. pic.twitter.com/Tfkry45D8R
— Naval Analyses (@D__Mitch) April 11, 2015
Tidak hanya itu, bagian buritan kapal juga dimodifikasi secara radikal dengan pemasangan landasan helikopter (helipad) terintegrasi, yang memungkinkannya mengoperasikan helikopter intai ringan seperti IH-6B Bell Jet Ranger III untuk menggantikan peran Eurocopter AS350.
Dipersenjatai dengan meriam 76 mm, meriam otomatis Bofors 40 mm, kanon Oerlikon 20mm/70 MK4, serta dua buah mortir 81mm, Parnaíba membuktikan bahwa lambung kokoh produksi Arsenal de Marinha do Rio de Janeiro ini belum kehilangan taji untuk menjaga kedaulatan wilayah pedalaman Amazon dan Pantanal. (Gilang Perdana)
Bakal Jadi Museum Bahari, Eks LST KRI Teluk Bone 511 Terdampar dan Berkarat di Pantai Pariaman
Related Posts
-
Kapal Selam Rusia Ufa B-588 Tiba di Surabaya, Bukan Kilo Class Biasa, Inilah ‘Improved Kilo Class’
No Comments | Nov 7, 2024 -
Steyr SK-105 Kürassier – ‘Kembaran’ Tank Ringan AMX-13, Sempat Diuji Coba di Indonesia
No Comments | Jun 28, 2025
-
Diklaim Lebih Canggih dari Punya Jerman, Ini Keunggulan MBT Leopard 2A7HU Milik Hungaria
No Comments | Jan 19, 2024 -
Setelah Angkatan Darat, Giliran Angkatan Laut Inggris Uji Coba Drone Kamikaze Nyan OWE dari atas Kapal
No Comments | Jul 5, 2026


