Roda Gagal Keluar, Jet Tempur F-16C Yunani Mendarat Darurat dan Sempat Terbakar

Sebuah pesawat jet tempur F-16C Fighting Falcon milik Angkatan Udara Yunani (Hellenic Air Force) dari Wing Tempur ke-116 dilaporkan mengalami insiden darurat dan terpaksa melakukan pendaratan darurat tanpa roda (belly landing) di Bandara Internasional Zakynthos, Yunani bagian selatan.

Baca juga: Yunani Jual 18 Unit Jet Tempur Mirage 2000-5 Bekas ke India, Untuk “Dikanibal”

Jet tempur tersebut awalnya lepas landas dari Pangkalan Udara Araxos untuk misi rutin, namun di tengah penerbangan pilot mendeteksi adanya kegagalan fungsi pada sistem roda pendaratan (landing gear malfunction). Setelah mengevaluasi situasi dan berkoordinasi dengan menara pengawas, pilot akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke Bandara Zakynthos demi meminimalkan risiko bahaya yang lebih besar.

Detik-detik pendaratan berlangsung menegangkan ketika badan bagian bawah jet tempur bermesin tunggal tersebut langsung bergesekan hebat dengan landasan pacu. Akibat gesekan ekstrem tersebut, percikan api langsung menyambar dan pesawat sempat terbakar sesaat setelah menyentuh daratan (touchdown).

Beruntung, kesiapsiagaan tim pemadam kebakaran bandara yang sudah bersiap di tepi landasan membuat situasi kritis ini dapat dikendalikan dengan sangat cepat. Petugas pemadam berhasil menyemprotkan cairan khusus dan memadamkan kobaran api sebelum sempat meluas atau memicu ledakan pada tangki bahan bakar pesawat buatan Amerika Serikat tersebut.

Kabar paling melegakan dari insiden serius ini adalah keselamatan sang pilot. Di tengah situasi kabin yang penuh tekanan dan ancaman api, pilot F-16C tersebut berhasil melakukan prosedur evakuasi mandiri dengan sangat tenang dan keluar dari kokpit dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka sedikit pun.

Pihak berwenang dan otoritas penerbangan Yunani kini langsung mengamankan area landasan pacu Bandara Internasional Zakynthos untuk melakukan investigasi mendalam guna menyelidiki penyebab pasti dari kegagalan sistem roda pendaratan pada jet tempur tersebut, sekaligus mengevaluasi tingkat kerusakan struktural yang dialami oleh armada udara mereka.

Dapat Lampu Hijau Beli 40 Unit F-35A, Yunani Setujui ‘Transfer’ Alutsista Hanud Buatan Rusia ke Ukraina

Insiden ini menarik perhatian besar komunitas pertahanan karena status armada yang dioperasikan oleh Wing Tempur ke-116 di Araxos. Satuan ini, yang membawahi Skadron 335 “Tiger” dan Skadron 336 “Olympos”, mengoperasikan varian F-16 Block 52+ Advanced yang merupakan tulang punggung program modernisasi masif Angkatan Udara Yunani. Pesawat yang mengalami musibah ini diyakini kuat merupakan bagian dari armada yang sedang atau telah selesai ditingkatkan ke standar F-16V “Viper”, varian F-16 paling canggih saat ini yang dilengkapi radar AESA.

Investigasi teknis nantinya diharapkan dapat mengungkap apakah kegagalan roda pendaratan ini terkait dengan komponen mekanis standar atau bagian dari sistem yang diintegrasikan selama proses modifikasi ke standar Viper tersebut. (Bayu Pamungkas)

Penyebab Kecelakaan Diketahui, Armada F-16 Fighting Falcon Singapura Kini Kembali Mengudara

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *