Setelah 60 Tahun, Pesawat Angkut C-2A Greyhound Pensiun Total dari Kapal Induk AS

Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) secara resmi mengakhiri enam dekade pengoperasian pesawat angkut logistik legendaris C-2A Greyhound dalam misi Carrier Onboard Delivery (COD). Pada 25 Juni 2026, dua unit C-2A Greyhound dari Skuadron VRC-40 “Rawhides” sukses melaksanakan pendaratan (arrested landing) dan peluncuran ketapel (catapult launch) terakhir mereka di atas kapal induk USS Nimitz (CVN-68) di Samudra Atlantik selama latihan FLEETEX 250.
Baca juga: “Untold Story”, Pesawat Angkut Transall C-160 ‘Kawal’ Pemecahan Rekor Kereta Cepat TGV
Peristiwa bersejarah ini menandai berakhirnya hampir 70 tahun operasional pesawat logistik bersayap tetap (fixed-wing) yang terintegrasi pada ketapel kapal induk AS sejak era 1950-an. Skuadron VRC-40 sendiri dijadwalkan akan dinonaktifkan secara resmi pada 23 Juli 2026, yang disusul dengan seremoni perpisahan final di atas museum kapal induk USS Midway pada September 2026.
Sejarah C-2A Greyhound bermula pada awal 1960-an ketika US Navy membutuhkan pesawat logistik dengan kapasitas ruang kargo yang lebih besar daripada pendahulunya, C-1 Trader. Dikembangkan oleh pabrikan Grumman dengan basis pesawat intai E-2 Hawkeye—yang berbagi kesamaan pada bagian sayap, ekor, dan mesin—pesawat prototipe C-2 Greyhound berhasil melaksanakan penerbangan perdananya pada 18 November 1964 sebelum resmi masuk kedinasan operasional pada tahun 1966.
Secara spesifikasi, pesawat angkut multimisi seharga sekitar US$38,96 juta per unit ini ditenagai sepasang mesin turboprop Allison T56-A-425. Dengan bobot tinggal landas maksimum (MTOW) mencapai 27.215 kg, Greyhound mampu membawa beban kargo hingga 4.536 kg atau menampung 26 penumpang dengan kecepatan jelajah sekitar 465 km/jam dan jarak jangkau hingga 2.400 km.
Bombs away!
(I mean cargo)
US Navy C-2 Greyhound carrier takeoff, filmed from two different angles
📹mzo pic.twitter.com/LkhejYWBV0
— Francisco Cunha (@OnDisasters) April 17, 2026
Pintu rampa kargo belakangnya yang bertenaga menjadi keunggulan utama untuk proses bongkar muat cepat pasokan krusial, mulai dari mesin jet tempur F404, suku cadang presisi, hingga evakuasi medis di tengah laut.
Ke depan, peran vital angkutan logistik dari dan ke kapal induk AS akan sepenuhnya digantikan oleh pesawat rotor miring (tiltrotor) CMV-22B Osprey buatan Bell Boeing. US Navy memproyeksikan pengadaan sebanyak 44 unit CMV-22B untuk strategi modernisasi jangka panjang ini.
Meski C-2A Greyhound memiliki keunggulan dalam hal kapasitas muatan maksimal yang lebih berat dan konsumsi bahan bakar yang lebih hemat untuk jarak jauh, CMV-22B Osprey dipilih karena menawarkan fleksibilitas operasional yang jauh lebih luas melalui kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL).
The Aircraft carrier equivalent of “You´ve Got Mail”
A US Navy C-2 Greyhound landing on USS John C. Stennis, filmed in March 2010
(Nowadays communications are much different, but I imagine that back in the day sailors would look forward at receiving news from back home through… pic.twitter.com/63N7JDslwe
— Francisco Cunha (@OnDisasters) April 20, 2026
Karakteristik ini menghilangkan ketergantungan logistik pada sistem ketapel kapal induk, sekaligus memungkinkan CMV-22B mengirimkan logistik secara langsung ke kapal penjelajah, perusak, hingga pangkalan laut ekspedisi. Selain itu, faktor penentu lainnya adalah kemampuan ruang dalam CMV-22B Osprey yang didesain khusus agar muat mengangkut modul mesin Pratt & Whitney F135 milik jet tempur siluman F-35C, sebuah komponen vital yang tidak dapat diakomodasi oleh ruang kargo C-2A Greyhound. (Gilang Perdana)


